Kejati NTT Tetapkan 2 Tersangka Baru, Bong Bong Ditahan, Dewi Dikejar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kejati NTT Tetapkan 2 Tersangka Baru, Bong Bong Ditahan, Dewi Dikejar


DITAHAN. Tersangka Bong Bong Suharso (kedua kiri) saat dibawa ke Rutan Mapolres Kupang untuk menjalani penahanan, Rabu (22/7) sore. (FOTO: OBED GERIMU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Kejati NTT Tetapkan 2 Tersangka Baru, Bong Bong Ditahan, Dewi Dikejar


Berkas Perkara 8 Tersangka Kasus Kredit Modal Kerja Bank NTT P-21

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT kembali menetapkan tersangka baru dalam perkara dugaan korupsi kredit modal kerja dan investasi di Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018.

Tersangka baru untuk perkara dugaan korupsi senilai Rp 139 miliar lebih, dengan kerugian keuangan negara senilai Rp 127.330.816.419 ini adalah Bong Bong Suharso dan Dewi Susiana Effendy. Penetapan tersangka dan penahanan dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-60.

Bong Bong Suharso yang merupakan mantan Wakil Pimpinan Bank NTT Cabang Surabaya ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Setelah diperiksa, penyidik Kejati NTT langsung menahan Bong Bong Suharso untuk 20 hari pertama di Rutan Mapolres Kupang di Babau, sore kemarin (22/7).

Kajati NTT, Yulianto dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (22/7), mengatakan, penetapan tersangka baru tersebut diputuskan dalam gelar perkara yang berlangsung Selasa (21/7) malam.

“Posisi Bong Bong Suharso saat itu sebagai pemutus kredit. Penetapan tersangka baru ini menunjukkan bahwa penyidikan ini mengutamakan transparansi, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan. Jadi ketika persidangan berlangsung, penyidikan yang lainnya pun berjalan,” kata Kajati.

Terkait tersangka Dewi Susiana Effendy, menurut Yulianto, pihaknya sudah melacak keberadaan yang bersangkutan. “Dewi Susiana ini punya dua KTP. Kedua alamat ini kita datangi, satunya ternyata hanya tanah kosong, satunya lagi rumah tapi bukan punya dia. Sudah pindah. Informasinya seperti itu. Intinya kami masih mengejar,” kata Kajati.

Kajati juga menyebutkan bahwa dengan segera dilimpahkan perkara itu ke pengadilan, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain.

BACA JUGA: Broker Kredit Macet Bank NTT Diringkus Jaksa di Surabaya

Pasalnya, dalam perkembangan penyidikan perkara atas delapan tersangka terdahulu, telah ditetapkan berkas perkara lengkap (P-21).

“Saat ini tinggal memperbaiki sedikit saja surat dakwaan untuk dilimpahkan ke pengadilan. Harapan saya minggu ini sudah bisa dilimpahkan ke pengadilan,” kata Kajati yang didampingi Wakajati Fredy Runtuh, Aspidsus Sugiyanta, Asintel Bambang Setyadi, dan Kajari Kota Kupang Oder Maks Sombu.

Kajati Yulianto melanjutkan, dengan penelusuran dan penyitaan aset yang gencar dilakukan tim penyidik, saat ini telah memulihkan kerugian keuangan negara, baik dalam bentuk aset dan uang.

“Penyitaan aset dilakukan di 84 titik dan juga penyitaan uang, dengan total keseluruhan senilai Rp 130 miliar lebih. Khusus aset, ini nilai terendah yang kita pakai, jadi bisa lebih,” kata Kajati.

Menurut mantan Wakajati Sulawesi Barat itu, titik tumpuh dalam penanganan perkara ini adalah pengembalian dan pemulihan kerugian keuangan negara sebesar-besarnya. Maka pihaknya melalui Bidang Datun akan memperbaiki sistem yang ada pada Bank NTT, sehingga ke depannya tidak ada peristiwa-peristiwa serupa yang terjadi.

“Sistemnya yang akan kita perbaiki, itu yang kita mau. Jadi tidak hanya menindak dan menindak tapi besok kejadian lagi. Itu yang kami tidak inginkan. Ketika sekali ditindak, sistemnya diperbaiki,” kata Kajati. (joo/ito)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top