SMPN 4 Langke Rembong Terapkan Pembelajaran Daring, Kasek: Ortu Jadi Pengawas | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

SMPN 4 Langke Rembong Terapkan Pembelajaran Daring, Kasek: Ortu Jadi Pengawas


LATIHAN. Seorang guru sedang mempraktikkan cara pembuatan video pembelajaran dalam kegiatan pelajaran daring disaksikan Kasek Wens Resman dan sejumlah guru SMPN 4 Langke Rembong, Rabu (22/7). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PENDIDIKAN

SMPN 4 Langke Rembong Terapkan Pembelajaran Daring, Kasek: Ortu Jadi Pengawas


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, sudah siap menerapkan pembelajaran daring. Inovasi ini mengikuti perkembangan zaman, terutama menjawab tantangan era revolusi 4.0, dan situasi pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini.

Kepala SMPN 4 Langke Rembong, Wens Resman, kepada TIMEXKUPANG.com di ruang kerjanya, Kamis (23/7), menuturkan, demi terlaksananya program inovasi ini, seluruh guru di sekolah itu telah dibekali kompetensi melalui kegiatan pelatihan pembuatan video pembelajaran berbasis android.

“Ada 40 guru mata pelajaran di sini sudah mengikuti kegiatan pelatihan dengan narasumber dosen ahli teknologi dari Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng, Rabu (22/7) kemarin. Melalui kegiatan ini para guru mendapat materi tentang pembuatan video pembelajaran dengan berbagai aplikasi secara android,” jelas Wens.

Menurut Wens, untuk lebih menguasi materi yang telah didapat, guru-guru langsung mempraktikkanya pada media komunikasi seperti HP android masing-masing. Hasilnya pun nanti akan diimplementasikan pada kegiatan pembelajaran daring atau online secara bekelanjutan. Dampaknya nanti, pada mutu pendidikan dapat tercapai dan cita-cita guru juga peserta didik dapat diraih.

Wens berharap, dengan aplikasi ini, guru bisa mengajar di setiap jenjang pendidikan, kapan saja, dan dengan siapa saja. Selain itu, dalam aplikasi tersebut, juga disediakan cara mengaplikasikan isi pembelajaran kepada siswa dalam bentuk video yang direkam oleh guru. Para peserta didik di sini, tidak perlu datang atau hadir secara fisik di sekolah.

“Siswa juga bisa belajar di rumah saja atau dimana saja. Pembelajaran daring akan dimulai pada 3 Agustus 2020 mendatang. Setelah melakukan pertemuan dengan orang tua siswa/i. Supaya nanti orang tua tahu jadwal dan mempersiapkan pulsa paket, dan modul pembelajaran. Yang paling penting disini juga, dalam pelajaran ini orang tua jadi pengawas,” kata Wens.

Wens mengaku, pihak sekolah juga nanti akan menyiapkan penghubung dengan orang tua. Tujuannya agar orang tua bisa memberi masukan soal pemberlajaran daring itu sendiri. Para siswa sendiri, khusususnya yang kelas 8 dan 9 sudah diberi pelatihan dan mereka sudah mengenal aplikasi yang ada.

“Sekarang guru-guru lagi menyiapkan bahan atau materi pelajaran masing-masing. Juga mengedit foto atau video, yang nanti masuk ke konten Youtube milik sekolah. Nanti peserta didik bisa mengaksesnya atau belajar,” pungkas Wens.

Guru SMPN 4 Langke Rembong, Ni Wayan Putri Resnasari dan Antonius Paulo, mengatakan, setelah mengikuti pelatihan pembuatan video pembelajaran berbasis android, mereka sudah bisa membuat video pembelajaran dan mengeditnya sendiri. Tidak lagi harus menumpuk atau membebankan pada satu atau dua orang khusus.

“Dalam pelatihan, kami diberi materi teknik membuat video yang baik dan cara edit yang baik memakai android. Kami diajarkan itu, termasuk bahan yang guru siapkan. Juga ada konten sekolah yang harus diperbaiki lagi. Kalau sebelumnya kami siapkan materi pelajaran, nanti untuk buat video dan editing, dibebankan ke salah satu orang. Tapi sekarang lebih mudah,” kata mereka.

Menurut kedua guru ini, sistem pelajaran nantinya akan manfaatkan konten milik sekolah dan aplikasi edmodo. Aplikasi yang ada nanti akan di-share ke android peserta didik. Dimana nanti didalamnya ada semacam kolom pertanyaan atau timbal balik dari peserta didik dari setiap mata pelajaran. Keunggulan aplikasi yang ada, bisa memantau peserta didik.

“Aplikasinya, mirip dengan facebook, sehingga kolom pertanyaan atau komentar dari siswa. Nanti juga bisa pantau para peserta yang ikut dalam proses pembelajaran daring. Untuk pengambilan video nanti, itu bisa kita lakukan sendiri di rumah dan bisa juga kita lakukan di sekolah,” katanya.

Dalam aplikasi tersebut, jelas Ni Wayan dan Antonius, disediakan cara mengaplikasikan isi pembelajaran kepada siswa dalam bentuk video yang direkam oleh guru. Ini merupakan salah satu bentuk aplikasi yang dapat memudahkan guru dalam melaksanakan tugasnya. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top