Perahu Terbalik, 2 Nelayan Malaka Hilang di Pantai Selatan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Perahu Terbalik, 2 Nelayan Malaka Hilang di Pantai Selatan


PERAHU TANPA TUAN. Kapolsek Malaka Barat, Iptu I Wayan Budiasa (tengah) menunjuk perahu yang ditumpangi Servasius Seran, dan Yasintus Nahak Bria, yang terbalik dan menenggelamkan dua nelayan itu di perairan Pantai Selatan Malaka, tepatnya di Desa Rabasa Haerain, Kecamatan Malaka Barat, Minggu (26/7). Perahu ini terserat arus ke Pantai Beiseuk, sementara dua tuannya masih dalam pencarian. (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Perahu Terbalik, 2 Nelayan Malaka Hilang di Pantai Selatan


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Warga di pesisir Pantai Selatan Kabupaten Malaka, tepatnya di Desa Rabasa Haerain, Kecamatan Malaka Barat, dikagetkan dengan hilangnya dua nelayan desa setempat yang turun melaut pada Minggu (26/7) dinihari tadi.

Kedua nelayan yang diketahui bernama Servasius Seran, 42, dan Yasintus Nahak Bria, 33, ini turun melaut bersama sejumlah nelayan lainnya pada Minggu dinihari tadi dengan sampan. Mereka bergerak masuk ke laut dari Pantai Beiseuk.

Berdasarkan keterangan saksi Marselinus Nahak, 41, dan Gaudensius Nahak, 35, yang berhasil ditanyai Timor Express mengungkapkan bahwa, pada Minggu (26/7) dinihari mereka turun untuk mencari ikan di perairan Pantai Selatan, Malaka.

Menurut Marselinus dan Gaudensius, kedua nelayan yang hilang itu turun melawat dengan menumpang satu perahu kayu tanpa mesin. Sekira tiga jam mereka melaut mencari ikan, ketika akan kembali ke darat, naas menimpa dua nelayan yang hilang itu. Perahu yang ditumpangi Servasius dan Yasintus tiba-tiba terbalik akibat hantaman ombak besar.

Marselinus dan Gaudensius menyatakan, saat itu perahu yang mereka tumpangi dan dua nelayan malang itu berjarak lebih kurang 100 meter. Beberapa saat kemudian, lanjut Marselinus, perahu tersebut kembali muncul ke permukaan air, namun dua rekan mereka, yakni Servasius dan Yasintus tidak kelihatan lagi.

Melihat kejadian yang dialami kedua rekan mereka, Marselinus dan Gaudensius bersama rekannya yang lain berusaha mendekati posisi tempat korban tenggelam. Namun karena ombak terlalu besar mereka tidak dapat menolong korban, sehinga mereka memutuskan kembali ke pantai untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada sesama nelayan yang sudah terlebih dahulu tiba di darat.

Marselinus mengatakan, beberapa saat mereka berada di pantai, perahu yang digunakan kedua korban untuk melaut tersebut terseret ombak sampai ke bibir pantai. Mereka lalu menarik dan membawa perahu tersebut menuju pantai.

Camat Malaka Barat, Efraim Bria Seran ketika dikonfirmasi Timor Ekspres, Minggu (26/7) mengungkapkan, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan BPBD Malaka untuk bisa memberikan bantuan, namun belum ada respon.

“Kita sudah kontak (BPBD Malaka, Red) tapi tidak ada respon. Bagaimana kita mau cari sementara tidak ada fasilitas pendukung. Hanya perahu kecil saja yang dipinggir pantai. Kita mau pakai ombak Pantai Selatan sangat ganas. Terpaksa kita hanya menunggu di pinggir pantai saja,” ungkapnya.

Kapolsek Malaka Barat, Iptu I Wayan Budiasa pun menuturkan hal yang sama. “Kita sudah lakukan koordinasi dengan Tim Tagana dari BPBD Malaka tapi belum datang ke lokasi. Jadi kita menunggu saja,” katanya.

Terpantau media ini, di Pantai Beiseuk, Desa Rabasa Haerain, Kecamatan Malaka Barat, tampak sanak keluarga korban bersama Kapolsek Malaka Barat, Iptu I Wayan Budhiasa, Camat Malaka Barat, Efraim Bria Seran, Kepala Desa Rabasa, Agustinus Nahak, sejumlah personil TNI. Hingga pukul 13.30 Wita siang tadi, belum ada bala bantuan. Akibatnya, dua korban yang hilang di perairan itu pun belum bisa ditemukan. Keluarga yang menanti dengan cemas terus menangis. Mereka berharap kedua korban bisa kembali dalam keadaan selamat.

Hingga berita ini di publish, aparat TNI/Polri, Camat Malaka Barat dan Kepala Desa bersama warga terus melakukan pencarian terhadap korban di sekitar Pantai Beiseuk. Mereka berharap Servasius dan Yasintus Nahak Bria bisa menyelematkan diri dengan berenang atau terbawa arus ke pantai. (mg30)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top