Proses Hewan Kurban secara Syar’i, 80 Peserta di TTS Ikut Pelatihan Juleha | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Proses Hewan Kurban secara Syar’i, 80 Peserta di TTS Ikut Pelatihan Juleha


SERIUS. Para peserta pelatihan Juleha serius mengikuti penjelasan pemateri dari BPP Kupang pada kegiatan pelatihan yang berlangsung di Masjid An Nuur, Niki-Niki, Sabtu (25/7). (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Proses Hewan Kurban secara Syar’i, 80 Peserta di TTS Ikut Pelatihan Juleha


SOE, TIMEXKUPANG.com-Kegiatan pelatihan Juru Sembelih Hewan Halal (Juleha) yang digelar Yayasan Cahaya Hijrah dan Rumah Syaamil Quran Ar Romah bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BPP) Kupang, mendapat respon para iman dan pengurus masjid/mushola yang ada di TTS. Hal itu dibuktikan dengan keterlibatan sebanyak 80 peserta dalam kegiatan pelatihan Juleha yang berlangsung di Masjid An Nuur, Niki-Niki, Sabtu (25/7).

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten TTS, Rahmat Hasan yang diwakili Ketua I, Kasmad Daeng Laudu saat membuka kegiatan itu mengapresiasi Yayasan Cahaya Hijrah dan Rumah Syaamil Quran Ar Romah yang telah melakukan pelatihan Juleha bagi para imam dan pengurus masjid dan musholla yang ada di TTS, bekerja sama dengan BPP Kupang.

Menurut Kasmad, hal tersebut dipandang penting karena kegiatan itu menambah ilmu dan keterampilan para imam, pengurus masjid dan mushola yang ada di TTS. Khususnya terkait penyembelihan hewan kurban ataupun dalam kegiatan apa saja, perlu diketahui trik dan tatakelolanya, sehingga daging yang disajikan nanti, selain terjaga kehigienisannya, juga diproses secara syar’i, baik itu penyembelihannya maupun pengelolaannya.

“Saya harap peserta pada pelatihan Juleha ini mengikuti dengan serius karena kita adalah juleha-juleha yang harus siap kapanpun, baik itu untuk kepentingan kurban, maupun kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya,” harap Kasmad.

Ketua Yayasan Cahaya Hijrah TTS, Muhazir Syukur menuturkan, kegiatan tersebut adalah yang pertama digelar di TTS. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka persiapan menyambut perayaan Idul Adha 1414 Hijriah (Tahun 2020 masehi), juga sebagai wadah untuk silaturahmi seluruh pengurus masjid yang ada di TTS, setelah lama tak bertemu karena pandemi Covid-19.

Muhazir mengharapkan, dengan pelatihan tersebut, para Juleha yang ada di pedalaman Timor khususnya di TTS semakin profesional, baik itu untuk kepentintan kurban maupun kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya. “Saya harap dengan dilaksanakan kegiatan juleha ini, kita semakin profesional dalam melaksanakan kegiatan juleha di pedalaman Timor,” harap Muhazir.

Muhazir lebih jauh menjelaskan, Yayasan Cahaya Hijrah akan terus konsen melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial di wilayah pedalaman Timor khususnya di TTS.

BACA JUGA: Yayasan Cahaya Hijrah Gelar Pelatihan Juleha, Sambut Idul Adha 1441 Hijriah

Sebelum kegiatan pelatihan Juleha ini, kata Muhazir, Yayasan Cahaya Hijrah juga telah melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya, seperti sedekah air dan jeriken untuk masjid di pedalaman Timor, profil air bersih untuk masjid di pedalaman Timor, gerakan jumat bersih, dan juga sedekah dari donatur setiap bulan bagi muat yang ada di pedalaman Timor, serta pengadaan sumur bor bagi sejumlah masjid yang ada di TTS.

“Semua kegiatan ini berkat kerja sama dengan Yayasan Mitra, renovasi masjid dan juga pembuatan pagar masjid. Jadi kegiatan pelatihan juleha ini, merupakan rentetan dari sejumlah kegiatan yang telah kami lakukan sebelumnya,” katanya.

Bayu Arwana asal BPP Kupang dalam paparannya menjelaskan tata cara penyembelihan hewan yang baik dan benar, mulai dari sebelum penyembelihan dan sesudah penyembelihan. Sementara Cahaya Purnama yang juga asal BPP Kupang, berbicara terkait kehigienisan hewan kurban mulai dari saat penyembelihan, pengelolaan, hingga pendistribusian.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten TTS, Muhammad Uba memberikan apresiasi terkait kegiatan itu karena peran Juleha, khususnya pengurus masjid yang ada di pedalaman dipandang sangat penting perannya dalam pelayanan keumatan, khususnya di masjid masing-masing.

Kegiatan itu diakhiri dengan pembagian doorprize dari Rumah Syamil Quran NTT, berupa Al Qur’an, Rompi Cahaya Hijrah, dan kaos kurban bagi peserta yang aktif dalam kegiatan.

Selain itu, dilakukannya penyerahan dua bilah golok kurban untuk masjid tertua di TTS, yakni Masjid Al Munawwaroh Tuniun di Kecamatan Fautmollo, dan Masjid An Nuur Kampung Quran Oe Ue di Kecamatan Amanuban Timur.

Dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis empat ekor sapi kurban, masing-masing dua ekor untuk Masjid Al Hadid Oelet di Kecamatan Amanuban Timur, dan untuk Masjid Al Furqon Nakmofa di Kecamatan Amanuban Selatan. (yop)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top