Tantangan Merancang Pembelajaran Interaktif Daring | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tantangan Merancang Pembelajaran Interaktif Daring


J. Deferson Pingak, S.Pd (FOTO: DOK. PRIBADI)

OPINI

Tantangan Merancang Pembelajaran Interaktif Daring


Oleh: J. Deferson Pingak, S.Pd

Pandemi Covid-19 di Indonesia menyebabkan aktifitas belajar mengajar di sekolah menjadi terhambat dan lumpuh. Kurang lebih enam ribuan sekolah dan enam puluh juta siswa terkena dampak dari  penutupan sekolah karena virus ini. Pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka kini berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR) karena siswa dan guru harus menjaga jarak demi upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selama empat bulan belajar dari rumah (BDR) tidak banyak hal yang bisa  dilakukan oleh siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Terbatasnya perangkat digital seperti laptop, komputer, gawai, dan akses internet membuat pembelajaran jarak jauh tidak merata dan belum maksimal. Berdasarakan  kajian lembaga INOVASI yang dikutip dari editorial the conversation, 2 Mei 2020, menyatakan bahwa kurang lebih lima persen pembeajaran online dilakukan oleh guru dan siswa di NTT, dan selebihnya menggunakan pembelajaran offline yakni materi ajar, buku, dan lembaran kerja siswa.

Faktor  lain penghambat  pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh atau online selama masa BDR  tidak hanya didasarkan pada kekurangan fasilitas digital dan akses internet, tetapi juga ada pada guru yakni kompetensi penggunaan digital yang masi terbatas sehingga tidak bisa memanfaatkan media pembelajaran online seperti Google meeting room, zoom dan teknologi dalam jaringan lainnya. Satu-satunya media yang paling banyak  digunakan adalah WhatsApp untuk mengirimkan tugas kepada siswa sehingga  pembelajaran kurang interaktif.

Akibat dari hal tersebut maka guru lebih banyak memberikan materi dan tugas secara ofline sehingga tidak adanya proses interaksi antara guru dan siswa. Minimya interaksi membuat  siswa dominan melakukan pembelajaran mandiri dan tidak sedikit siswa yang mengalami masalah karena kurang mengerti dan bingung akan materi ajar yang disampaikan. Siswa merasa bosan dan stress yang menyebabkan menurunnya minat dan prestasi belajar.

Dengan masi diberlakukannnya pembelajaran jarak jauh pada awal tahun ajaran 2020/2021 akibat pandemi Covid-19, maka tantangan dan permasalahan  yang dialami oleh guru dalam hal teknologi harus diatasi sehingga kedepannya menjadi lebih baik. Guru dituntut untuk menguasai teknolgi sehingga bisa memanfaatkannya secara maksimal untuk peembelajaran berbasis teknologi. Sesi penyampaian materi interaktif harus diperbanyak dan tidak sebatas penugasan yang menjadi primadona guru. Untuk itu maka guru harus kreatif merancang pembelajaran yang interaktif dengan memanfaatkan teknologi dalam jaringan.

Memasuki tahun ajaran 2020/2021, karena pandemi Covid-19, maka pembelajaran jarak jauh masih dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Lebih khusus untuk sekolah-sekolah yang tidak berada dalam zona hijau tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka. Tentunya ini menjadi tantangan untuk melaksanakan pembelajaran yang menghadirkan interaksi antara guru dan siswa serta antarsiswa, dan siswa dengan materi karena, hakekat pembelajaran bermakna itu sebenarnya adalah ditandai dengan proses interaksi.

Pembelajaran jarak jauh  jangan kehilangan makna pembelajaran, dan kehilangan interaksi. Bukan hanya siswa dengan materi teatpi juga siswa dan guru. Jika tidak ada interaksi maka tertinggal hanya jarak jauhnya saja tetapi tidak ada pembelajaran. (Sandi Budiman Irawan 2020)

Tantangan utama dalam melaksanakan pembelajaran interaktif secara daring adalah kreatifitas guru yang minim dan adaptasi penggunaan teknologi oleh guru, siswa serta ketersediaan teknologi yang akan digunakan masih sangat tidak memadai. Masalah yang dialami oleh guru  dalam hal teknologi harus bisa diatasi karena guru adalah profesi profesional yang  dituntut untuk menguasai teknolgi sehingga bisa memanfaatkannya secara maksimal. Pembelajaran interakatif berbasis teknologi dapat dilaksanakan dengan menggunakan media seperti desmos activity buiding, pear deck, padlet, mentimeter, kahoot, quiz, story bird, microsoft white board, jamboard, goegle slide, goegle doc, kipin school, dan aplikasi belajar MLS lainya.

Bagaimana Merancang Pembelajaran Interakatif secara Daring

Selain semua fasilitas pendukung tersebut, guru harus mengetahui apa yang akan dilakukan sebelum membuat suatu pembelajaran interaktif. Guru harus memahami langkah-langkah yang disebutkan  dengan istilah  ADDIE (Analysis, Desain, Development, Implementasi, Evaluation).

Pertama, yang harus dilakukan adalah analisis kondisi dan situasi sehingga bisa mengetahui kemampuan dan keadaan siswa serta fasilitas pendukung pembelajaran yang akan digunakan oleh guru dan siswa.

Kedua, mendesain pembelajaran. Hasil analisis dijadikan sebagai dasar untuk mendesain model pembelajaran yang akan dilaksanakan, apakah menggunakan daring atau luring dan menentukan teknologi yang akan digunakan sesuai dengan kondisi yang diinginkan.

Ketiga melakukan development atau pengembangan terhadap rencana pembelajaran dan merumuskan tujuan pembelajaran yang dapat dilaksanakan secara interaktif dan bermakna dengan penggunaan tekonologi dalam jaringan yang tepat dan mampu dijangkau oleh siswa.

Keempat mengimplementasi atau melaksanakan pembelajaran kepada siswa, baik itu secara luring maupun daring sehingga benar benar mendorong terjadi interaksi antara guru dan siswa serta antar sesama siswa.

Kelima melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui efektifitas dari proses pembelajaran tersebut. Apakah teknologi dan model pembelajaran yang digunakan sangat efektif dan sesuai. Apakah tercipta interaksi yang baik dan adanya pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Apakah feed back atau umpan balik dari guru tepat untuk membangun pemahaman yang lebih baik pada konsep yang diberikan ataukah tujuan pembelajaran tercapai sehingga  tercipta pembalajaran yang bermakna.

Hal Penting yang Dipertimbangkan  

Tujan pembelajaran interaktif secara daring adalah membangun pembelajaran bermakna karena esensi dari pembelajran bermakna adalalah terjadiya proses transfer ilmu dari guru kepada siswa, sehingga konsep yang diberikan dapat dimengerti sepenuhnya oleh siwa.

Hal apa saja yang perlu dipertimbangkan oleh guru dalam mewujudkan pembelajaran interaktif secara daring:

  1. Menentukan Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran dilakukan sebelum memilih teknologi digital yang digunakan, karena teknologi yang kita pilih harus mendukung pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai. Aktifitas yang dirancang harus sesuai dengan tujuan pembelajaran

  1. Menentukan Teknologi Digital

Teknologi yang digunakan bisa tersedia untuk menfasilitsi siswa atau dimiiki oleh siswa dan mampu membantu guru membuat pembelajaran bermakna dengan mempertimbangkan daya explorasi dan analisi dari siswa. Teknologi yang digunakan bukan hanya sebagai sarana membangun antusiasme dan latihan, tetapi mengedepankan interaksi antara guru dan siswa. Fokus kepada kemampuan analisis dan explorasi.

  1. Menggunakan Teknologi secara Aktif dan Kooperatif

Penggunaan teknologi yang tepat dapat menjembatani pengetahuan yang sudah diperoleh siswa sebelumnya dengan pengetahuan yang akan diajarkan kepada mereka. Teknologi menjadi sarana pendukung untuk memaksimalkan pembelajaran oleh karena itu perlu dilakukan pengontrolan sehingga, siswa dan guru benar benar bekerja sama memanfaatkan teknologi untuk membangun pembelajaran yang bermakna. Siwa tidak boleh  dibiarkan sendiri asyik dengan teknologinya dan mengisolasikan diri tetapi harus kooperatif dengan teman temannya dalam mengerjakan tugas.

  1. Melaksanakan Aktivitas Awal Membantu Siswa untuk Belajar

Guru harus mampu mempersiapkan siswa untuk belajar dengan memberikan petunjuk dan instruksi yang jelas dan mudah diikuti siswa.

  1. Interaksi dalam Kegiatan Pembelajaran

Interaksi antarsiswa dan guru sangat penting untuk membangun pemahaman terhadap konsep yang diberikan. Sebuah pembelajaran yang sudah dirancang menggunakan teknologi atau alat pembelajaran daring tetapi tidak akan bermakna apabila tidak terciptanya interaksi sehingga  akan terlihat menjadi kakuh dan satu arah.

Menurut Doglas dan Dale (2002), dalam mendorong pembelajaran yang bermakna dan interaktif terdapat lima prinsip pembelajaran yang harus diketahui oleh guru. Yaitu, adanya partisipasi aktif, contoh yang efektif, kolaborasi pemecahan masalah, umpan balik yang efektif, dan motivasi.

Dengan demikian maka pembelajaran interaktif adalah pembelajaran yang berfokus pada keterlibatan aktif siswa dalam mengembangkan daya analisis dan explorasi yang menghasilkan umpan balik secara langsung atau  pembelajaran yang memberikan keleluasan kepada siswa untuk berpikir dan berbuat dalam berinteraksi dengan materi, guru, dan sesama siswa. Untuk itu maka interaksi menjadi poin penting dalam pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran pada umumunya. Bila tidak terjadi proses interaksi dua arah  maka pembelajaran yang dilaksanakan tidak akan bermakna. (*)

*) Guru SMA Negeri 1 Lobalain, Kabupaten Rote Ndao

Komentar

Berita lainnya OPINI

Populer

To Top