4.210 KK Terima Bantuan JPS Pemprov NTT dan Pemkab Matim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

4.210 KK Terima Bantuan JPS Pemprov NTT dan Pemkab Matim


SIMBOLIS. Bupati Matim, Agas Andreas (kiri) saat menyerahkan bantuan JPS secara simbolis ke perwakilan warga terdampak Covid-19 di aula kantor Camat Borong, Jumat (24/7). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

4.210 KK Terima Bantuan JPS Pemprov NTT dan Pemkab Matim


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Bantuan Jaring Pengamanan Sosial (JPS) untuk Kabupaten Manggarai Timur (Matim), mulai disalurkan, Jumat (24/7). Masyarakat penerima JPS ini menerima untuk empat bulan, dengan mekanisme pembagian yang berimbang antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dan Pemkab Matim. Masing-masing pihak menalangi pembagian untuk dua bulan.

Penyerahan secara simbolis telah dilakukan Bupati Matim, Agas Andreas di aula kantor Camat Borong, Jumat (24/7). Hadir saat itu Kepala Dinas (Kadis) Sosial Matim, Wihelmus Deo, Camat Borong Maria Gagu, pimpinan perangkat daerah, pihak Bank NTT Cabang Borong, unsur Forkopimda, dan masyarakat penerima JPS.

“Bantuan ini sebutan lain dari Bantuan Langsung Tunai (BLT). Bersumber dari Provinsi NTT dan Pemkab Matim. Mereka yang berhak menerima adalah masyarakat miskin yang terkena dampak Covid-19. Terima selama 4 bulan, dan setiap bulan sebesar Rp 500 ribu per Kepala Keluarga (KK),” ujar Bupati Agas saat itu.

Menurut Bupati Agas, skema penyaluran bantuan JPS ini ditanggung bersama Pemprov NTT dan Pemkab Matim, dimana masing-masing menanggung untuk dua bulan.

Bupati Agas menyebutkan, bantuan diprioritaskan untuk warga miskin di 17 kelurahan. Keputusan itu diambll karena Kelurahan tidak mendapat alokasi dana seperti Alokasi Dana Desa (ADD). Namun kata dia, walaupun prioritasnya di kelurahan, Pemda Matim tetap akomodir KK miskin dari setiap desa yang belum pernah mendapat bantuan sama sekali.

“Termasuk yang belum terakomodir melalui BLT desa. Karena ada masyarakat miskin yang terdampak Covid-19 di desa, belum dapat bantuan BLT Covid-19. Total seluruh penerima bantuan JPS ini sebanyak 4.210 KK. Bantuan ini disalurkan melalui Bank NTT,” ungkap Bupati Agas.

Bupati Agas menyebutkan, penyaluran bantuan kepada 4.210 KK bukanlah pekerjaan mudah. Butuh langkah-langkah ekstra dan saling bersinergi antarsektor untuk menyuseskannya. Kepada Bank NTT Cabang Borong sebagai lembaga penyalur, Bupati Agas minta untuk tingkatkan layanan dan mempermudah akses bagi penerima manfaat.

Salah satunya, kata Bupati Agas, dengan membuka titik bayar, loket, titik penyaluran, dan mengadakan pendekatan dengan sejumlah komunitas.

Bupati Agas juga meminta media untuk tidak mempermasalahkan dan keliru soal data bantuan di Matim. Karena pemerintah yang jelas tetap bekerja sesuai aturan dan meningkatkan pembenahan data.

“Kita sama-sama sependapat agar bantuan yang diberikan harus tepat sasaran dan memiliki nilai manfaat yang tinggi. Selama ini telah menerapkan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan doa di rumah. Ternyata semuanya ltu tidak produktif, bahkan tidak berjalan,” ungkap Bupati Agas.

Oleh karena itu, kata Bupati Agas, harus segera rubah pola. Harus secepatnya produktif kembali. Saat ini, dimasa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), tatanan baru dalam kehidupan ini harus dibiasakan. Bila perlu dipaksakan kepada segenap lapisan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.

“Walaupun kita sedang melaksanakan New Normal, namun tetap berpedoman pada protokol kesehatan yang ketat. Walaupun daerah kita bersatatus zona hijau, namun sebagai wilayah yang berada dalam pergerakan global, maka sudah pasti tetap mendapat dampak dari Covid-19,” kata Bupati Agas.

Kadis Sosial Matim, Wihelmus Deo, menambahkan, dari total 4.210 KK penerima JPS di Matim, sebanyak 2.878 KK merupakan warga di 17 keluarahan. Sedangkan sisanya, 1.332 KK merupakan warga di desa yang belum mendapat akses BLT, baik melalui sumber dana desa maupun BST pusat.

Bantuan ini disalurkan dengan tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi karena terkena dampak Covid-19. Dasarnya keputusan Gubernur NTT Nomor 202/KEP/HK/2020 dan Keputusan Bupati Matim Nomor HK/107/2020, dan Keputusan Presiden RI Nomor 12 tahun 2020.

“Setiap KK menerima Rp 500 ribu per bulan. Nanti terimanya selama 4 bulan, dari Juli hingga Oktober 2020. Provinsi tanggung dua bulan, kita di kabupaten tanggung dua bulan. Jadi nanti total yang diterima warga miskin selama 4 bulan itu sebesar Rp 2 juta,” ungkap Wihelmus yang menambahkan, yang menerima bantuan JPS ini adalah mereka yang sama sekali belum pernah terima bantuan, baik PKH, BST Kemensos, dan BLT Dana Desa. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top