1 Dari 2 Nelayan Hilang Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

1 Dari 2 Nelayan Hilang Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa


EVAKUASI. Nelayan yang tenggelam, Servasius Seran ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Senin (27/7). Sementara satu nelayan lainnya, yakni Yasintus Nahak masih dalam pencarian. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

1 Dari 2 Nelayan Hilang Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Satu dari dua orang nelayan Malaka yang hilang di Pantai Selatan, Kecamatan Malaka Barat, pada Minggu (26/7) lalu telah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Nelayan yang telah ditemukan itu adalah Servasius Seran alias Bet. Sementara satu nelayan lainnya, yakni Yasintus Nahak alias Erik masih dalam proses pencarian.

Korban ditemukan keluarga pada Senin (27/7) sekira pukul 14.30 di Dusun Hasan Soru Tolus, Desa Badarai, Kecamatan Wewiku. “Saya bersama Rafael Nahak (Om kandung korban, Red) sudah melihat korban terapung dari jarak jauh. Sekitar 30 meter dari bibir pantai kami melihat baju berwarna hijau stabilo. Untuk memastikan, kami panjat pohon, dan ternyata benar,” salah satu keluarga korban, Edmundus Bere Klau kepada Timor Express, Senin (27/7) sore.

Setelah memastikan yang terapung itu adalah korban, Edmundus bersama Rafael mencari kayu sepanjang kurang lebih empat meter untuk mengevakuasi korban. “Karena korban terapung di laut dengan hantaman ombak yang cukup besar jadi pada saat gulungan ombak rata baru kami bisa tarik, dan ternyata berhasil. Itupun kita harus melawan arus sehingga butuh waktu sekitar 30 menit baru bisa evakuasi korban ke darat,” jelas Edmundus.

Terpisah, Koordinator Tim Tagana Malaka, Erwin Lawalu mengatakan, pihaknya bersama keluarga menyusuri pantai untuk mencari korban. Tiba-tiba ada orang yang sudah upload di Facebook, sehingga mereka pastikan dan tunjuk foto tersebut kepada keluarga dan ternyata benar, sehinga pihaknya besama keluarga melakukan evakuasi.

BACA JUGA: Perahu Terbalik, 2 Nelayan Malaka Hilang di Pantai Selatan

Erwin mengungkapkan, walaupun fasilitas terbatas, Tim Tagana bersama keluarga yang ada tetap berupaya untuk mencari korban yang belum ditemukan.

Sarana BPBD Terbatas

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangi Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka, Gabriel Seran saat dikonfirmasi Timor Ekspres Senin (27/7) mengatakan, untuk mencari nelayan yang hilang, pihaknya berkoordinasi dengan Pol Air, tapi Pol Air juga tidak ada Tim SAR.

Menurut Gabriel, terkait penanganan kecelakaan di air, dirinya tiap kali mengusulkan untuk ada Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Tim SAR serta pengadaan sarana dan prasarana, tetapi belum diakomodir dengan alasan anggaran belum ada.

“Saya tiap kali mengusulkan untuk Bimtek Tim SAR dan pengadaan sarana penunjang, namun belum diakomodir. Kami berharap tahun ini mudah-mudahan diterima dan dialokasikan anggarannya baik di sosial atau bencana,” harap Gabriel.

Gabriel mengatakan, seharusnya pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah paling tidak menyediakan anggaran untuk menyediakan sarana prasarana pertolongan di air, apalagi di Malaka saat ini belum ada sarana pendukung SAR.

Padahal, kata Gabriel, wilayah Malaka berada laut selatan, sehinga perlu ada Tim SAR. “Saat ini Tim SAR hanya ada di provinsi, sedangkan di Malaka tidak ada. Bagaimana kita mau bantu cari korban yabg tenggelam sedangkan peralatan tidak ada,” katanya. (mg30)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top