Ciptakan Pilkada Damai, Kapolres Malaka Minta Tambahan Personil ke Polda | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ciptakan Pilkada Damai, Kapolres Malaka Minta Tambahan Personil ke Polda


Kapolres Malaka, AKBP Albertus Neno. (FOTO: PISTO BERE/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Ciptakan Pilkada Damai, Kapolres Malaka Minta Tambahan Personil ke Polda


BETUN, TIMEXKUPANG.com-Kapolres Malaka, AKBP Albertus Neno telah memintah tambahan 200 personil Polri dan 30 anggota Brimob dari Polda NTT untuk membantu pengamanan dalam rangka pelaksanaan Pilkada serentak di Malaka 2020.

“Hitungan saya, kekuatan personil yang ada di Polres Malaka sebanyak 280 anggota, sehingga saya sudah ajukan permohonan permintaan tambahan kekuatan dari Polda NTT yang disampaikan kepada Bapak Kapolda (Irjen Pol Hamidin, Red) untuk meminta tambahan 200 personil polisi dan 30 Brimob,” ungakap Kapolres Malaka, AKBP Albertus Neno, SH kepada Timor Express saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/7).

Menurut Kapolres, pihaknya meminta tambahan personil ke Polda NTT karena untuk melaksanakan tugas pengamanan saat Pilkada Malaka 2020, dengan hanya mengandalkan kekuatan di Polres Malaka saat ini untuk mengawal 395 TPS di 12 kecamatan dan 127 desa, tentu tidak mudah. Karena itu perlunya tambahan personil sehingga setiap TPS bisa ditugaskan 1 personil anggota Polisi untuk pengamanan.

Berkaca pada pengalaman Pemilu sebelumnya, dimana satu personil mengawal lebih dari satu TPS sehingga untuk Pilkada 2020 di Malaka kali ini, Kapolres telah memutuskan agar satu personil mengawal satu TPS.

“Karena pemilihan kepala daerah ini tensi politiknya berbeda dengan pilihan yang lain, maka saya perhitungkan satu TPS satu personil polisi, kemudian ada Satpol PP, dan aparat TNI tentunya,” ujarnya.

Sebagai Kapolres, kata Albert, ia melakukan antisipasi dan memperhitungkan secara matang, sebab dirinya tidak mau, satu polisi melaksanakan pengamanan satu sampai tiga TPS. Bagi Albert, hal itu tidak efektif, apalagi kalau jarak TPS-nya berjauhan.

Kapolres menambahkan, terkait tambahan personil, pihaknya sudah mendapat jawaban Kapolda sesuai permintaannya.

Albert menambahkan, untuk menjamin keberlangsungan Pilkada Malaka yang damai, pihaknya akan melakukan pendekatan dengan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dengan Pilkada agar dalam melaksanakan proses berdemokrasi tetap dilakukan sesuai aturan yang ada.

“Yang kita inginkan adalah daerah Malaka aman dan nyaman dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah,” tegas Albert.

Imbauan Ketua MUI

Terpisah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malaka, Zainal Muttaqim mengimbau agar seluruh masyarakat, khsusnya umat Islam yang ada di Malaka, agar pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti, dapat menggunakan hak suaranya sebagaimana diatur dalam UU dan konstitusi negara ini. “Pertama, yang paling penting adalah tidak boleh Golput,” pesan Zainal.

Kedua, lanjut Zainal, siapapun yang Anda pilih, merupakan pilihan terbaik menurut Anda dan juga buat seluruh warga Malaka. Ketiga, tidak boleh menjadi provokator baik melalui media sosial maupun secara langsung, melakukan pencemaran nama baik, propagada isu, dan lain sebagainya.

“Mari kita jalankan proses Pilkada ini sesuai dengan aturan-aturan yang diatur oleh KPU. Mari kita jaga situasi dan kondisi di Kabupaten Malaka ini agar tetap aman, damai dan sejahtera,” pesan Zainal. (mg30)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top