Tatap Muka dengan FKPT NTT, Kapolda Hamidin: Maksimalkan Pencegahan Terorisme | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tatap Muka dengan FKPT NTT, Kapolda Hamidin: Maksimalkan Pencegahan Terorisme


CEGAH TERORISME. Pengurus FKPT NTT dipimpin ketuanya, Johanna Lisapaly saat bertatap muka dengan Kapolda NTT, Irjen Hamidin di ruang kerjanya, Senin (27/7). (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Tatap Muka dengan FKPT NTT, Kapolda Hamidin: Maksimalkan Pencegahan Terorisme


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Hamidin bertatap muka dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi NTT, di ruang kerjanya, Senin (27/7).

Rombongan FKPT NTT dipimpin langsung Ketua, Johanna E. Lisapaly, SH M.Si yang juga Kepala Kantor Kesbangpol NTT didampingi para Ketua Bidang, Sekretaris, Bendahara, dan Satgas.

Dalam pertemuan penuh kekeluargaan itu, pengurus FKPT dan Kapolda NTT berdiskusi mengenai masalah terorisme di wilayah NTT.

Ketua FKPT NTT, Johanna E. Lisapaly, menginformasikan bahwa pihaknya baru beberapa hari yang lalu menggelar kegiatan Bidang Media Massa, dan akan diikuti kegiatan di Bidang Pemuda, Penelitian, dan Bidang agama di waktu mendatang.

Johanna mengapresiasi kinerja Polda NTT yang telah menjaga situasi Kamtibmas di wilayah NTT, dimana sampai saat ini tetap kondusif.

Menurutnya, radikalisme dan terorisme berpotensi berkembang di tengah masyarakat NTT, sehingga perlu diwaspadai bersama agar tidak menimbulkan masalah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Dengan sinergi, diharapkan dapat dilakukan pendekatan kepada masyarakat secara bersama-sama, agar mereka tidak terpengaruh dan mengembangkan paham tersebut,” ungkap Johanna yang juga mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setda NTT.

Kapolda NTT, Irjen Pol Hamidin mengatakan, bahaya radikalisme dan terorisme juga perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat hingga pelosok kelurahan dan pedesaan agar tidak meluas.

“Selain itu, juga perlu diwaspadai dampak buruk dari media sosial yaitu, tidak ada penyaring, sehingga dapat memberikan stigma yang buruk bagi kalangan anak muda. Karena itu sangat dibutuhkan saring sebelum di-sharing agar sel doktrin pola terorisme bisa teratasi,” ujar mantan Kapolda Sulsel ini.

Hamidin pun mengingatkan terkait kegiatan kelompok radikal dan teroris yang terstruktur dan terencana, jangan sampai masyarakat terpengaruh dan terlibat langsung dalam kegiatan kelompok tersebut, karena aksinya bertentangan dengan hukum.

Polda NTT, tandas Hamidin, akan mendukung penuh FKPT untuk bersama-sama melakukan pencegahan paham radikal dan aksi terorisme di wilayah NTT.

Kapolda menambahkan bahwa penyebar paham radikal dan terorisme tidak memandang pekerjaan, baik itu petugas, aparatur negara maupun masyarakat umum. Oleh karena itu perlu dilakukan koordinasi.

“Kita harus bergerak dan terstruktur untuk upaya-upaya pencegahan dini, agar penyebarluasan radikalisme dan terorisme di provinsi ini tidak terjadi,” tambah Hamidin.

Kapolda NTT juga meminta Bidang Agama di FKPT NTT lebih optimal dan tetap mewaspadai gerakan-gerakan yang mengkultuskan agama tetapi pro kekerasan.

Kapolda NTT mengingatkan bahwa target teroris itu adalah mengganti ideologi Pancasila, dan disisi lain, simbol agama paling mudah digunakan untuk aksi terorisme.

Diakhir pertemuan itu, mantan Deputi Kerjasama Internasional BNPT RI ini juga menyerahkan buku karyanya tentang Wajah Baru Terorisme yang diterima Ketua FKPT NTT, Johanna Lisapaly. (il/aln)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top