Dukungan Perbaikan TMS, Viva Mateke Tempuh Jalur Hukum | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dukungan Perbaikan TMS, Viva Mateke Tempuh Jalur Hukum


KONSULTASI. Tim pasangan calon perseorang paket Viva Mateke konsultasi ke Bawaslu Belu terkait permohonan pengajuan sengketa objek hasil berita acara syarat perbaikan yang ditolak KPU, Rabu (29/7). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

POLITIK

Dukungan Perbaikan TMS, Viva Mateke Tempuh Jalur Hukum


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati-Wakil Bupati Belu jalur perseorangan, Vinsen Loe dan Arnaldo Da Silva Tavares (Paket Viva Mateke) menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Belu, tidak maksimal dalam melaksanakan proses penelitian dan pencermatan dokumen syarat perbaikan. Viva Mateke pun memutuskan mengajukan sengketa atas putusan KPU Belu yang menyatakan syarat dukungan perbaikan Bapaslon ini tidak memenuhi syarat (TMS).

Hal ini disampaikan Vinsen Loe, bakal calon bupati saat bertandang ke Kantor Bawaslu Belu, Rabu (29/7). Menurutnya, dari total jumlah perbaikan dukungan asli sebanyak 17.345 sudah melebihi syarat minimal yang ditentukan KPU. Syarat dukungan yang dimasukkan jumlahnya dua kali lipat dari kekurangan pertama sebanyak 8.640 dukungan. Bila dikalkulasi masih terjadi kelebihan dukungan sesuai jumlah syarat minimal yakni 17.280 dukungan.

Vinsen mengaku sangat menghormati proses yang sudah dilakukan KPU. Akan tetapi pihaknya tidak menerima berita acara hasil pencermatan dan penelitian dukungan perbaikan. Sebab terjadi kejanggalan tidak ada komunikasi yang baik dengan tim penghubung. Terbukti dari hasil pencermatan jumlah yang memenuhi syarat sebayak 17.001, dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 344 sehingga hanya terjadi kekurangan 279 dukungan.

Mestinya terhadap kekurangan ini diinformasikan kepada timnya untuk dilengkapi karena sudah disiapkan timnya. “Kita heran sejak penyerahan dokumen perbaikan Senin (27/7) pukul 23.45 wita, tim kita stand by di KPU. Kami kawal sampai tahapan penyerahan berita acara dini hari tadi. Tapi tidak disampaikan untuk dilengkapi kekurangan itu,” tandasnya.

Vinsen mengaku, KPU beralasan karena jadwal pencermatan hanya sehari, tetapi yang terjadi pihak KPU molor waktu tidak mengefektifkan waktu sejak diserahkannya dokumen perbaikan itu.
Terhadap sejumlah kejanggalan itu, Vinsen memilih menempuh jalur hukum. Ia bersama tim mendatangi Bawaslu Belu untuk berkonsultasi sekaligus melaporkan KPU Belu.

BACA JUGA: Kurang 279 Dukungan, KPU Belu Tolak Dokumen Syarat Perbaikan Viva Mateke

“Kami datang konsultasi sekaligus lapor ke Bawaslu terkait proses pemeriksaan dokumen perbaikan. Kami lihat ada yang tidak beres,” tandasnya.

Meski begitu Vinsen berharap ada upaya mediasi dari Bawaslu keputusannya seperti apa. Prinsipnya, kata Vinsen, pihaknya berharap bisa lolos tahap II verivikasi perbaikan dokumen Viva Mateke memenuhi syarat dan bisa lolos untuk bertarung pada Pilkada serentak 9 Desember 2020.

“Dukungan perbaikan ini yang diminta KPU kami penuhi bahkan lebih dari syarat minimal. Kami yakin lolos karena kami sudah bekerja maksimal. Tim kami kerja luar biasa sehingga kami yakin lolos sebagai peserta pilkada Belu,” tandas Vinsen.

Ketua Bawaslu Belu, Andreas Parera mengatakan, bapaslon perseorangan Viva Mateke mendatangi Bawaslu untuk konsultasi terkait rencana pengaduan sengketa berita acara penolakan dokumen dukungan paket itu karena dinilai tidak memenuhi syarat.

Andreas mengaku pihaknya siap menindaklanjuti bila ada laporan dan jadwal permohonan selama tiga hari terhitung sejak penyerahan berita acara. “Tadi malam saat penyerahan berita acara kami juga ada. KPU tolak tadi malam dalam berita acara karena tidak memenuhi syarat. Sehingga tadi (Viva Mateke, Red) datang untuk konsultasi,” jelas Andreas. (mg33)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top