Malam Takbiran Idul Adha Tanpa Konvoi, Ini Kata Dandim 1621/TTS | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Malam Takbiran Idul Adha Tanpa Konvoi, Ini Kata Dandim 1621/TTS


BERSAMA TOKOH AGAMA. Dandim 1621/TTS, Letkol Czi Koerniawan Pramulyo mensosialisasikan standar pelaksanaan ibadah hari raya Idul Adha, di Makodim 1621/TTS, kemarin (28/7). (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Malam Takbiran Idul Adha Tanpa Konvoi, Ini Kata Dandim 1621/TTS


SOE, TIMEXKUPANG.com-Ibadah salat Idul Adha 1441 Hijriah (Tahun 2020 masehi) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Karena itu, aparat keamanan dalam hal ini Kapolres TTS dan Dandim 1621/TTS sudah bersepakat bahwa perayaan malam takbiran jelang Idul Adha tidak boleh ada konvoi kendaraan di TTS sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

“Saya dan Pak Kapolres sudah sepakat untuk tidak boleh adakan kegiatan konvoi (Saat malam takbiran, Red),” tegas Dandim 1621/TTS, Letkol Czi Koerniawan Pramulyo saat sosialisasi standar pelaksanaan ibadah hari raya Idul Adha, di ruang rapat Kodim 1621/TTS, Selasa (28/7). Sosialisasi itu dihadiri para imam masjid, aparat Kepolisian Polres TTS dan unsur Pemkab TTS.

Menurut Koerniawan, perayaan Idul Adha kali ini masih dalam masa pandemi Covid-19, sehingga salat Idul Adha yang biasanya dilangsungkan dengan meriah, harus disesuaikan dengan menerapkan protokoler kesehatan.

Dandim menegaskan, panitia pelaksana salat Idul Adha harus patuh melaksanakan protokol Covid-19. Meski di TTS saat ini berada dalam kategori zona hijau, namun masyarakat patut waspada dengan penyebaran virus korona ini sehingga TTS tetap berada pada zona hijau.

“Panitia harus menyediakan air cuci tangan, tes suhu tubuh jemaah sebelum masuk ke lokasi pelaksanaan salat Idul Adha. Atur jarak jamaah antara satu dengan lainnya,” tandas Koerniawan.

Koerniawan mengingatkan panitia pelaksana salat Idul Adha agar memberitahukan jamaah datang tepat waktu, sehingga disiplin masuk ke lokasi salat.

Begitupun pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, diharapkan agar tidak melibatkan banyak orang. Hal itu perlu diterapkan, untuk menghindari kerumuman orang banyak yang bertentangan dengan standar protokoler kesehatan pencegahan Covid-19.

“Semua yang ikut dalam ibadah salat Idul Adha, dipastikan menggunakan masker,” katanya.

Koeniawan mengatakan, langkah ini diambil dengan maksud agar tetap menjaga TTS sebagai daerah zona hijau sehingga aktifitas masyarakat tetap berjalan lancar di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini.

“Sekarang memang kita sudah beraktifitas normal, dengan penerapan protokoler Covid-19. Tapi kalau kita tidak disiplin, maka bisa saja masyarakat kita akan terpapar Covid-19, dan itu akan kembali berdampak buruk terhadap aktifitas masyarakat,” pungkasnya. (yop)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top