Paket AYO Tuding KPU-Bawaslu Berkonspirasi, Begini Respon Paulinus dan Martinus | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Paket AYO Tuding KPU-Bawaslu Berkonspirasi, Begini Respon Paulinus dan Martinus


INJURY TIME. Agustinus Talan (Paket AYO) saat menyerahkan syarat dukungan perbaikan yang diterima Ketua KPU TTU, Paulinus Lape Feka (kiri), saat injury time, Senin (27/7) malam. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

POLITIK

Paket AYO Tuding KPU-Bawaslu Berkonspirasi, Begini Respon Paulinus dan Martinus


Buntut Penolakan Syarat Dukungan Perbaikan yang Oleh KPU TMS

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati-Wakil Bupati TTU, Agustinus Talan-Yosep Akoit (Pakat AYO) yang tengah berjuang menjadi salah satu peserta pada Pilkada TTU 2020 melalui Jalur Independen pupus.

Ini setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) TTU menolak tambahan dukungan perbaikan karena tidak memenuhi syarat (TMS). Alhasil, Paket AYO pun menilai KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) TTU tidak profesional dalam melakukan verifikasi terhadap syarat dukungan perbaikan yang diajukan.

Proses pemeriksaan terhadap berkas syarat dukungan yang diajukan oleh Paket AYO bukannya diverifikasi oleh KPU melainkan Bawaslu TTU.

“Anehnya, berkas syarat dukungan yang diajukan oleh Paket AYO itu bukan diperiksa oleh KPU, melainkan Bawaslu. Padahal sesuai PKPU, KPU yang harus melakukan verifikasi dan diawasil oleh Bawaslu,” tegas Bakal Calon Bupati Jalur Independen, Agustinus Talan kepada Timor Express, Rabu (29/7).

Agustinus mengatakan, proses pemeriksaan terhadap berkas syarat dukungan yang diajukan Paket AYO tersebut pun tidak dilakukan sesuai tahapan proses verifikasi sebagaimana diatur dalam PKPU.

Ketika syarat dukungan itu diajukan Paket AYO, kata Agustinus, KPU dan Bawaslu langsung menyatakan sikap untuk menolak. Padahal, seharusnya berkas syarat dukungan yang diajukan tersebut dilakukan verifikasi sesuai tahapan, dan apabila tidak memenuhi syarat baru dinyatakan gugur.

“Kita baru serahkan berkas syarat dukungan, mereka (KPU dan Bawaslu, Red) langsung mengambil sikap untuk menolak. Seharsunya mereka terima dan lakukan verfikasi administrasi dulu baru nyatakan gugur,” kata Agustinus yang tampak kesal.

Agustinus mengakui, syarat dukungan perbaikan yang diajukan pihaknya memang mengalami kesalahan teknis yang dilakukan tim admin. Namun, kesalahan tersebut setelah dilakukan koordinasi dengan KPU, diberikan kesempatan melakukan perbaikan sehingga tim admin langsung memenuhi permintaan KPU dengan menyerahkan dokumen syarat dukungan perbaikan dari empat kecamatan di TTU.

“Setelah diperiksa, ada empat kecamatan yang salah karena tim admin salah print out. Mereka bukan print syarat dukungan perbaikan namun print out syarat dukungan awal,” jelasnya.

BACA JUGA: KPU TTU Tolak Syarat Dukungan Perbaikan, Harapan Paket AYO Sirna

Agustinus menduga, adanya konspirasi buruk antara KPU dan Bawaslu TTU agar menggagalkan Paket AYO bertarung di Pilkada TTU 2020 melalui Jalur Independen.

Untuk itu, kata Agustinus, Paket AYO akan menempuh jalur hukum dengan mengadukan KPU dan Bawaslu dengan aduan tidak melakukan verifikasi sesuai tahapan.

“Saya harap KPU harus profesional sehingga dapat menghasilkan pemimpin yang akan adil dan bijaksana pula,” kata Talan.

Ketua KPU TTU, Paulinus Lape Feka ketika dikonfirmasi Timor Express melalui telepon seluler, mengatakan KPU telah melakukan tahapan verifikasi terhadap syarat dukungan perbaikan yang diajukan Paket AYO sesuai mekanisme yang diatur dalam Peraturan KPU (PKPU).

Paulinus menegaskan, KPU TTU telah bekerja secara profesional dalam melakukan pemeriksaan terhadap berkas syarat dukungan perbaikan Paket AYO. Dari hasil pemeriksaan awal, KPU menemukan adanya kesalahan jumlah syarat dukungan perbaikan dari empat kecamatan sehingga dinyatakan gugur.

“Kita sudah memberikan kelonggaran kepada Paket AYO untuk melakukan perbaikan namun karena dibatasi oleh waktu, apalagi syarat dukungan itu diserahkan saat injury time,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu TTU, Martinus Kolo ketika dikonfirmasi Timor Express menyampaikan bahwa Bawaslu memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan serta memastikan fisik dokumen dari syarat dukungan perbaikan yang diajukan Paket AYO.

Terkait tudingan adanya konspirasi untuk menggagalkan paslon Independen, menurut Martinus, Bawaslu tidak sedang membangun sebuah konspirasi seperti tudingan Paket AYO. Bawaslu murni menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyerahan dokumen syarat dukungan perbaikan itu.

“Bawaslu juga diberikan kewenangan untuk memastikan fisik dari dokumen syarat dukungan perbaikan yang diajukan oleh Paket AYO. Dokumen itu dilakukan verifikasi oleh KPU namun Bawaslu juga memastikan dari sisi pengawasan,” jelasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top