Peserta Seleksi Perangkat Desa Datangi DPRD TTS, Adukan Hal Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Peserta Seleksi Perangkat Desa Datangi DPRD TTS, Adukan Hal Ini


MENGADU. Para peserta seleksi perangkat desa dari Desa Oeleu dan Kokoi, yang tidak puas dengan hasil seleksi mengadu ke Komisi I DPRD TTS, Selasa (28/7). (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Peserta Seleksi Perangkat Desa Datangi DPRD TTS, Adukan Hal Ini


SOE, TIMEXKUPANG.com-Sejumlah peserta seleksi perangkat desa dari Desa Oele’u, Kecamatan Toianas, dan Desa Kokoi, Kecamatan Amanatun Selatan, mengadu di Komisi I DPRD TTS, Selasa (28/7).

Mereka mengadu lantaran tidak lulus seleksi perangkat desa, meski mereka dapat mengoperasikan komputer. Sementara peserta seleksi yang dinyatakan lulus seleksi perangkat desa, malah tidak bisa mengoperasikan komputer saat pelaksanaan seleksi.

Atas kejadian itu, mereka merasa tidak puas dengan hasil pengumuman perangkat desa yang mulai ditempelkan di kantor-kantor desa yang ada di TTS beberapa hari lalu. “Waktu itu seleksi kemampuan mengoperasikan komputer di ruang terbuka. Jadi saya tahu persis kami berapa orang yang selesaikan tugas sampai print, dan siapa-siapa saja yang tidak bisa operasikan komputer. Tapi anehnya mereka yang tidak bisa operasikan komputer, malah mereka yang dinyatakan lulus,” kata Ida Misa, salah satu peserta seleksi perangkat desa di Desa Kokoi, dihadapan para legislator.

Hal senada dikemukakan Ando Kabu, peserta seleksi dari Desa Oeleu. Ando mengaku bingung dengan nilai keterampilan mengetik menggunakan komputer yang di keluarkan Pemda TTS. Pasalnya pada saat pelaksanaan tes, sesuai pengamatannya saat itu setidaknya terdapat empat peserta yang tidak mampu mengoperasikan komputer, tetapi anehnya ketika pengumuman hasil tes, malah nilai mereka yang tinggi dan memenuhi standar kelulusan.

“Sedangkan saya yang bisa mengoperasikan komputer, justru nilai saya di bawah standar,” ucap Ando nampak tak percaya.

Sekertaris Dinas PMD, Zem Lake pada kesempatan itu mengatakan bahwa pelaksanaan ujian praktik komputer dilakukan oleh panitia tingkat desa dan kecamatan. Sementara panitia tingkat kabupaten, hanya menerima hasil seleksi dari panitia kecamatan dalam bentuk berita acara.

BACA JUGA: DPRD TTS Minta Segera Umumkan Seleksi Perangkat Desa, Begini Kata Kadis PMD

“Untuk seleksi perangkat desa ini panitianya ada tiga komponen. Yaitu panitia kabupaten, kecamatan, dan desa. Panitia kabupaten mengurus ujian tertulis, sedangkan ujian praktik komputer dan Wawancara ditangani panitia kecamatan dan desa,” tutur Zem.

Kepala Seksi Bidang Pemdes, Junedi Bana menambahkan, pihaknya memproses sesuai nilai yang diterima dari kecamatan. Karena itu, tidak mungkin mengubah nilai ujian praktik komputer yang berproses di kecamatan. Karena jika pihaknya merubah nilai dan pada akhirnya bermasalah, kemudian dilakukan konfrontir hasil ke tingkat kecamatan, maka akan ketahuan terjadi perubahan nilai.

“Kalau kami berani rubah nilai peserta seleksi, maka kami bisa hancur. Karena kalau kami ubah nilainya dan dikonfrontir ke kecamatan akan ketahuan,” ungkap Junedi.

Ketua Komisi I DPRD TTS, Uksam Selan mengatakan, untuk sementara pihaknya masih menampung aspirasi yang masuk dari para peserta seleksi. Karena, jika kejadian seperti yang diakui beberapa peserta seleksi yang mengadu ke Komisi I DPRD TTS, maka diyakini jika peserta yang hendak mengadu ke DPRD TTS akan semakin banyak.

Oleh sebab itu, lanjutnya, untuk sementara waktu 14 hari sebelum dikeluarkannya SK penetapan dari pemerintah, pihaknya bisa turun ke desa untuk melakukan uji petik lapangan di tingkat kecamatan.

“Sesuai informasi yang saya dapat, masih ada peserta seleksi perangkat desa, dari desa lain yang mau mengadukan hal yang sama sehingga pengaduan hari ini kita tampung sementara. Masih ada ruang untuk kita lakukan uji petik sebelum penetapan SK,” pungkas Uksam. (yop)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top