KCBS Maumere Ekspor Ikan Tuna dan Cakalang ke Tiga Negara Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KCBS Maumere Ekspor Ikan Tuna dan Cakalang ke Tiga Negara Ini


Direktur PT. KCBS, Theodorus Ervianus Uji Hon. (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

BISNIS

KCBS Maumere Ekspor Ikan Tuna dan Cakalang ke Tiga Negara Ini


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-PT. Karya Cipta Buana Santosa (KCBS) Kabupaten Sikka mampu mengekspor Ikan Tuna Sashimi dan Cakalang olahan ke berbagai negara. Diantaranya ke Korea Selatan (Korsel), Jepang dan Spanyol. Untuk Jepang dan Spanyol, KCBS mengekspor Ikan Tuna.

Dirketur PT KCBS, Theodorus Ervianus Uji Hon, S.Fil kepada media ini Jumat (24/7) lalu mengaku, perusahannya mengekspor Ikan Cakalang sebanyak 20 ton ke Korsel.

Untuk mendapatkan Ikan Tuna dan Cakalang, kata Theodorus, PT KCBS bermitra dengan sejumlah nelayan di Sikka, juga nelayan lainnya di daratan Flores dan Lembata. Hal itu dilakukannya karena permintaan sejumlah negara tersebut terus meningkat.

“Permintaan akan kebutuhan ikan di sejumlah negara saat ini terus meningkat. Hari ini KCBS mengekspor Ikan Cakalang sebanyak 20 ton ke Korsel, juga ke Jepang sebanyak 12 ton Ikan Tuna,” ungkap Theodorus di Wailiti, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Jumat (24/7).

Theodorus menyebutkan, 12 ton Ikan Tuna yang diekspor ke Jepang itu merupakan hasil tangkapan para nelayan mitra kerja dengan PT KCBS, baik nelayan asal Sikka maupun nelayan asal Flores Timur, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai dan sejumlah kabupaten lainnya di Flores dan Lembata.

“Dalam satu tahun, hasil olahan Ikan Tuna mencapai 400 hingga 500 ton. Ikan yang sudah diolah ini langsung di ekspor ke Jepang,” beber Theodorus.

Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka, Paulus Bangkur, kepada media ini menjelaska, permintaan warga Jepang terhadap kebutuhan Ikan Tuna Sashimi sangat tinggi. Hal ini lantaran jenis ikan ini mengandung gizi yang sangat tinggi.

“warga Jepang sangat berminat dengan Ikan Tuna asal Sikka, karena mengandung gizi yang tinggi. Dalam waktu dekat KCBS Maumere akan mengirimkan Ikan Tuna ke Jepang sebanyak 12 ton,” kata Paul.

Paul menambahkan, produksi ikan olahan di Kabupaten Sikka tahun 2019 mencapai 19.000 ton. Khusus untuk Ikan Cakalang mencapai 3.000 ton, sementara Ikan Tuna mencapai 2.500 ton.

Dari hasil produksi tersebut, 90% diantaranya dipasarkan ditingkat lokal, sementara 10% diekspor, khususya Ikan Cakalang dan Tuna. “Khusus Ikan Tuna dan Cakalang diekspor ke Jepang dan Korea Selatan,” jelas Paul.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengaku bahwa KCBS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran, penjualan, dan pendistribusian ikan hasil tangkapan nelayan Flores. Baik dipasarkan dalam negeri meupun ke luar negeri dalam beberapa tahun terakhir.

Pelepasan ekspor Ikan Cakalang ke Korsel ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Fransiskus Roberto Diogo, didampingi Wabup Sikka, Romanus Woga, Kadis Kelautan dan Perikanan, Paulus Bangkur, dan Direktur KCBS, Theodorus Ervianus Hon.

Bupati yang akrab disapa Robi itu menjelaskan, pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Sikka akan didukung penuh oleh pemerintah. “Sebagai mitra dalam upaya peningkatan ekonomi produktif masyarakat nelayan, pemerintah akan mendukung termasuk setiap perusahaan dalam pengembangan perikanan di wilayah Sikka,” janji Robi.

Robi berharap kehadiran PT KCBS dapat meningkatkan ekonomi nelayan di Sikka, sehingga ekonomi masyarakat akan semakin maju. Kehadiran KCBS dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan ekonomi para nelayan dan warga Sikka pada umumnya. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

To Top