Serahkan Sapi Kurban di Masjid Babu Rahman, Wagub Ungkap 3 Makna Penting Berkurban | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Serahkan Sapi Kurban di Masjid Babu Rahman, Wagub Ungkap 3 Makna Penting Berkurban


SERAHKAN SAPI KURBAN. Wagub NTT, Josef Nae Soi menyerahkan sapi kurban bantuan Pemprov NTT yang diterima Ketua Ta'mir Masjid Babu Rahman, Abas Kasyim, di Kayu Putih, Jumat (31/7) pagi. (FOTO: HUMAS SETDA NTT for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Serahkan Sapi Kurban di Masjid Babu Rahman, Wagub Ungkap 3 Makna Penting Berkurban


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef A. Nae Soi (JNS) mengajak masyarakat NTT, khususnya umat Muslim untuk terus berbagi kepada sesama dari kekurangan. Karena inilah yang menjadi inti dari perayaan Idul Adha.

“Dalam konteks NTT, orang boleh mengatakan kita miskin, itu tidak apa-apa. Tapi kita bisa memberikan sesuatu kepada sesama walaupun kita berkekurangan. Itu pahalanya luar biasa,” ungkap Wagub JNS dalam sambutannya pada penyerahan sapi hurban Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk umat Muslim di Masjid Babu Rahman, Nusa Bunga, Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Jumat (31/7). Pada momen itu turut diserahkan juga seekor sapi kurban dari CSR Bank NTT.

Wagub JNS mengatakan, Idul Adha bukan perayaan biasa dan rutinitas tahunan semata. Semua agama pasti mengenal Idul Adha namun istilahnya berbeda-beda.

“Kalau kita berkurban dengan beli sapi, itu biasa. Beri kambing kepada orang miskin, itu juga biasa. Tapi Nabi Ibrahim mengajarkan kita sesuatu yang luar biasa. Bagaimana supaya kita patuh kepada Tuhan. Apa yang diminta oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, walaupun itu sesuatu yang berharga, sesuatu yang ia (sangat) cintai dan kasihi yakni anaknya sendiri, tetapi ia rela memberikannya,” jelas Wagub dalam pernyataan tertulis Humas Setda NTT kepada TIMEXKUPANG.com, Jumat (31/7).

Karena itu, Wagub JNS mengajak umat Muslim untuk membangun NTT dari apa yang dimiliki. Kurban dalam perayaan Idul Adha, jelas JNS, memiliki tiga makna penting.

“Pertama, berbakti dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan ajaran universal, ada pada semua agama. Yang kedua, mengiringi keburukan dengan kebaikan sebanyak mungkin, maka keburukan akan hilang. Dan terakhir, walaupun di tempat yang sepi dan tidak ada orang, tidak boleh lakukan kejahatan. Hindari kesalahan walaupun tidak dilihat orang,” tandas Wagub JNS yang saat itu didampingi Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Mohammad Ansor, Komisaris Independen Bank NTT, Frans Gana, Asisten III Administrasi Umum Setda NTT, Kosmas Lana, dan Kadis ESDM NTT, Jusuf Adoe.

Sementara itu, Ketua Ta’mir Masjid Babu Rahman, Abas Kasyim menyampaikan apresiasi yang tinggi dan terima kasih yang besar atas perhatian dan bantuan Pemprov NTT, Bank NTT serta semua pihak yang menyumbangkan hewan kurban.

“Pemberian ini sangat berharga. Terutama di masa pandemi Covid-19 dengan segala dampaknya di mana sebagian besar masyarakat serba kekurangan. Bantuan ini adalah suatu bentuk kepdulian bagi masyarakat,” jelas Abas.

Lanjut Abas, Masjid Babu Rahman dibangun tahun 2000. Karena jumlah umat yang semakin banyak lebih kurang 600 orang, tahun 2015 masjid tersebut direhab menjadi dua lantai.

Untuk diketahui, pada perayaan Idul Adha 2020, Pemprov NTT memberikan sumbangan sapi kurban sebanyak 54 ekor untuk seluruh kabupaten/kota se-NTT. Sembilan ekor plus satu ekor sapi bantuan Presiden RI diserahkan di Kota Kupang, sedangkan selebihnya dibagi ke-21 kabupaten lainnya di NTT.

Sementara itu, khusus untuk Masjid Babu Rahman sendiri, terdapat 9 ekor sapi dan 18 ekor kambing yang dikurbankan pada hari raya ini. (aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top