Ustad Zainudin: Berkurban Adalah Wujud Ketaatan kepada Allah SWT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ustad Zainudin: Berkurban Adalah Wujud Ketaatan kepada Allah SWT


KHOTBAH. Khotib Ustad Zainudin Adang Djaha menyampaikan khotbah usai menunaikan Salat Idul Adha 1441 Hijriah di alun-alun Balai Kota Kupang, Kota Baru, Jumat (31/7). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Ustad Zainudin: Berkurban Adalah Wujud Ketaatan kepada Allah SWT


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Umat Muslim se Kota Kupang melaksanakan Salat Id secara berjamaah disejumlah lokasi, baik di masjid-masjid maupun di lapangan terbuka dalam rangka perayaan hari raya Idul Adha 1441 Hijriah (2020 Masehi), Jumat (31/7) pagi tadi.

Sebagian umat Muslim menjalankan Salat Id di alun-alun Balai Kota Kupang, dipimpin Imam Masjid Al Muttaqin Kota Kupang, H. Abdul Wahab dengan Khotib Ustad Zainudin Adang Djaha, M.Si.

Dalam khotbahnya, Ustad Zainudin Adang Djaha mengatakan bahwa makna kurban di hari raya Idul Adha ini merupakan bentuk ketaatan dalam meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Alquran bahwa Allah SWT menguji ketaatan Nabi Ibrahim As, untuk berkuban dengan menyembelih putranya Ismail yang kala itu masih berusia 7 tahun.

“Peristiwa spektakuler ini sesuai dengan Firman Allah SWT, Q.S. As-Saffat ayat 102 yang artinya, “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Demikian yang disampaikan Khotib Ustad Zainudin Adang Djaha di hadapan jamaah Muslim usai Salat Idul Adha 1441 Hijriah pagi tadi.

Ustad Zainudin menjelaskan, Nabi Ibrahim As, memantapkan niatnya dan Ismail pasrah sepenuh hati. Sedetik sebelum pisau nyaris digerakkan dengan ucapan Bismillah Allahuakbar, tiba-tiba Allah SWT berseru untuk menghentikan pengorbanan Nabi Ibrahim As. Dan Allah SWT telah meridhoi tawakal serta ketaatan Nabi Ibrahim As dan putranya Ismail. Sebagai imbalan keihlksan mereka, khotbah Ustad Zainudin, Allah SWT menggantinya dengan seekor kibas (domba) sebagai korban.

Oleh sebab itu, Khotib Ustad Zainudin mengajak semua jamaah Muslim yang hadir untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. “Karena ketika meninggal dunia, tak ada satupun harta dunia yang dibawa, hanya amal soleh yang menjadi bekal kelak,” pesannya.

Masih menurut Khotib Ustad Zainudin, setelah pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha ini, dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban.

Ustad Zainudin menekankan bahwa kurban ini harus dijadikan sumber inspirasi untuk senantiasa berkurban dan berkorban dalam meniti sisa kehidupan.

Ustad Zainudin mengajak seluruh umat Muslim untuk merenung dan menyadari masih ada sesuatu yang harus disembelih setiap saat yaitu nafsu yang memiliki ketamakan dan rakus.

“Tahun ini ibadah Salat Idul Adha 1441 Hijriah diperhadapkan dengan situasi dan kondisi pandemi Covid-19, dan ini merupakan ujian dari Allah SWT. Kita harus tetap sabar menjalani sembari mengikuti semua imbauan protokol kesehatan Covid-19,” tandasnya.

Terpantau media ini, pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha di alun-alun Balai Kota Kupang tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Setiap jemaah yang hadir mengenakan masker dan jarak shaf pun diatur.

Sebelum jemaah masuk ke tempat ibadah Salat Idul Adha, panitia telah menyiapkan tempat air cuci tangan dan hand sanitizer sehingga jemaah terlebih dahulu mencuci tangan. (mg22)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top