Kado Idul Adha 1441 H, PLN Ruteng Terangi 6 Desa di Matim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kado Idul Adha 1441 H, PLN Ruteng Terangi 6 Desa di Matim


PLN TERANGI DESA. Jajaran PLN Ruteng foto bersama masyarakat desa di Kecamatan Lamba Leda, usai penyambungan dan penyalaan pertama listrik masuk desa oleh PLN di wilayah setempat. (FOTO: PLN RUTENG for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kado Idul Adha 1441 H, PLN Ruteng Terangi 6 Desa di Matim


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Warga enam desa di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), kini sudah bisa tersenyum. Pasalnya, bertepatan dengan momentum perayaan Idul Adha 1441 Hijriah, pada Jumat (31/7), PLN ULP Ruteng memberi kado spesial dengan menerangi wilayah itu berupa sambungan listrik untuk warga.

“Untuk perayaan Idul Adha tahun ini, kami dari PLN memberikan kado dengan menyalakan listrik untuk warga enam desa di Matim. Kami juga membagikan daging kurban untuk masyarakat yang berkekurangan,” ujar Kepala PLN ULP Ruteng, Firman Jayusman, kepada TIMEXKUPANG.com melalui sambungan telepon, Sabtu (1/8).

Firman menyebutkan, warga enam desa yang mendapat kado spesial sambungan listrik dari PLN itu, yakni Desa Satar Kampas, Desa Satar Padut, dan Desa Satar Punda. Selanjutnya Desa Satar Punda Barat, Desa Liang Deruk, dan Desa Nampar Tabang. Selama ini warga di enam desa itu belum terlayani jaringan listrik PLN. Kini enam desa itu menjadi desa terang di malam hari.

Khusus masyarakat di Desa Satar Kampas dan sejumlah umat Islam di Desa Satar Padut, selain kado arus listrik, PLN juga menyerahkan daging kurban. Sehingga momen Idul Adha tahun ini, khusus umat Islam di desa tersebut, merayakan dengan suasana yang berbeda dari tahun sebelumnya.

“Mereka senang dan bahagia, desanya sudah terang. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang memberikan dampak buruk bagi masyarakat. Sehingga disini PLN hadir untuk membuat mereka senyum dan semangat. Kurban daging sapi yang kita bagi ke umat Muslim merupakan semangat berbagi dari pegawai PLN ULP Ruteng dan PLN UP2K Flores,” kata Firman.

Firman mengaku, apa yang dilakukan di momen Idul Adha ini merupakan wujud PLN berkurban menebar kebaikan, listrik untuk semua, dan listrik untuk Indonesia. Dengan nyala listrik di sejumlah desa itu, aktifitas masyarakat menjadi lebih baik. Anak-anak sekolah bisa belajar pada malam hari, dan roda perekonomian masyarakat setempat bisa lebih ditingkatkan lagi. “Desa terang, masyarakat senang, dan sejahtera,” tambah Firman.

Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, PLN tetap berusaha untuk melayani dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Salah satunya, kata Firman, melakukan penyalaan listrik di desa-desa. Sehingga dengan demikian, dapat meningkatkan rasio elektrifikasi.

Firman menyebutkan, saat ini, rasio elektrifikasi untuk Kabupaten Matim naik signifikan dibanding tahun 2018 lalu. Yakni dari 35,78 persen rasio elektrifikasi (RE), naik menjadi 70,00 persen RE. Hal itu setelah 2019 lalu PLN ULP Ruteng berpacu menyambung pelanggan sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya.

Pihak PLN ULP Ruteng bersama masyarakat, pose bersama di Desa Satar Kampas usai membagikan daging kurban di salah satu masjid desa itu, Jumat (31/7). (FOTO: PLN RUTENG for TIMEX)

Masih menurut Firman, Covid-19 yang melanda Indonesia di awal tahun 2020 memberi sentimen negatif di segala sektor, di semua wilayah, tidak terkecuali di pelosok wilayah kerja ULP Ruteng. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat pejuang kelistrikan untuk tetap melistriki pelosok negeri, termasuk desa-desa di Matim.

“Momentum ini juga sebagai pengingat bagi kami agar senantiasa menyebarkan kebahagiaan melalui kebaikan kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi masa sulit seperti pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung saat ini dan menjalani fase kehidupan dengan kenormalan baru,” ungkapnya.

Kepala Desa Satar Punda, Fransiskus Hadilaus, yang dihubungi TIMEXKUPANG.com, Sabtu (1/8) menyampaikan ucapan terima masih kepada pihak PLN Ruteng dan Pemkab Matim.

Fransiskus mengaku, kerinduan masyarakat selama ini, kini sudah terjawab dengan adanya penerangan listrik PLN. Boleh dibilang, wilayahnya sudah merdeka dengan pembangunan listrik.

Menurut Fransiskus, selama ini untuk penerangan malam hari di wilayah desanya, masyarakat menggunakan lampu pelita. “Orang tertentu saja yang gunakan genzet dengan biaya sangat mahal,” ungkap Fransiskus.

Namun, kata dia, dari delapan anak kampung di Desa Satar Punda, satu kampung dengan jumlah 6 unit rumah, yakni kampung Wajang Nara, yang belum tersambung jaringan listrik.

“Masyarakat Desa Satar Punda sudah bahagia, karena listrik PLN sudah nyala dan dinikmati warga. Tinggal saja kampung Wejang Nara yang belum tersambung jaringan listrik. Ini mungkin yang bisa diperhatikan oleh pihak PLN. Tapi saya atas nama pribadi, masyarakat dan pemerintah desa, menyampaikan terima kasih kepada PLN Ruteng dan pemerintah daerah,” kata Fransiskus. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top