Gadis SMA di Matim Ditemukan Sang Ayah dalam Posisi Tergantung di Kamar Tidur | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gadis SMA di Matim Ditemukan Sang Ayah dalam Posisi Tergantung di Kamar Tidur


OLAH TKP. Aparat Polres Matim melakukan olah TKP ditemukannya gadis remaja yang diduga gantung diri di dalam kamarnya di Kampung Bealaing, Desa Bangka Pau, Kecamatan Poco Ranaka, Matim, Sabtu (1/8). (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Gadis SMA di Matim Ditemukan Sang Ayah dalam Posisi Tergantung di Kamar Tidur


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Warga Kampung Bealaing, Desa Bangka Pau, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) gempar dengan penemuan sesosok jasad perempuan dalam posisi tergantung di rumahnya, kemarin (1/8) sekira pukul 08.00 Wita. Diduga, pelajar salah satu SMA Negeri di Poco Ranaka yang diketahui bernama Alexandria Cenila, 15, itu mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di dalam kamar tidurnya.

Jasad Alexandria ini pertama kali ditemukan ayahnya, Evaritus Jedeot, 48. Evaritus saat itu hendak membangunkan putrinya yang tidur di kamar itu. Karena pintu kamar terkunci dari dalam, sang ayah mengetuk pintu namun tidak ada respon. Evaritus yang curiga dengan keberadaannya putrinya curiga dan naik ke loteng.

“Ayahnya langsung teriak setelah melihat korban ditemukan dalam posisi tergantung dalam kamar tidur di rumahnya dengan menggunakan tali nilon warna hijau,” ungkap Kapolres Matim AKBP Nugroho Arie Siswanto melalui Kasat Reskrim Iptu Deddy S. Karimoy, kepada TIMEXKUPANG.com saat dihubungi melalui handphone, Sabtu (1/8) malam.

Deddy melanjutkan, saat melihat korban dalam posisi tergantung, Evaritus Jedeot langsung teriak dan lekas turun dari atas loteng. Dia pun mencungkil pintu kamar menggunakan linggis. Setelah pintu kamar terbuka, ayah korban ini dibantu tetangga secara spontan langsung menurunkan korban dengan cara memotong tali menggunakan parang.

Polisi sendiri tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekira pukul 08.30 Wita, setelah mendapat laporan dari masyarakat Desa Bangka Pau, terkait kasus dugaan bunuh diri. Begitu tiba, polisi langsung melakukan olah TKP. Dimana di dalam kamar tidur korban ditemukan salah satu tali nilon yang diikatkan di balok plafon rumah.

Saat ditemukan, kata Deddy, korban mengenakan baju kaos oblong warna hijau muda, mengenakan sewiter lengan panjang warna hitam dan celana olahraga/trainning warna coklat muda. Petugas polisi juga melakukan pengukuran di tempat korban gantung diri.

Dimana jarak dari lantai ke balok pengikat tali tempat korban gantung mencapai 2,96cm. Sementara jarak dari lantai ke ujung bagian bawah tali yang sudah dipotong 2,39cm. Selain itu panjang tali nilon dari balok pelafon sisa yang sudah dipotong sepanjang 56cm. Tinggi korban 156 cm. Setelah korban diturunkan, kemudian diantar ke RSUD Ruteng untuk dilakukan visum luar.

“Sekira pukul 13.30 wita, korban diantar kembali ke rumah duka untuk disemayamkan. Hasil pemeriksaan dokter, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga menerima kematian korban ini sebagai musibah,” ujar Kasat Deddy.

Korban sendiri kata Deddy, saat ini masih duduk dibangku kelas II SMA Negeri setempat. Tinggal bersama orang tuanya di Bealaing.

Deddy menyatakan masih mendalami apa penyebab atau motif korban diduga gantung diri. Namun berdasarkan hasil interogasi dengan pihak keluarga, korban selama ini baik-baik saja, dan tidak ada masalah atau persoalan.

Warga Bealaing, Martinus Ambal, kepada TIMEXKUPANG.com melalui HP, mengatakan peristiwa gantung diri itu, cukup mengejutkan warga sekitar. Kata Ambal, entah apa masalah hingga korban nekat menghabisi hidupnya sendiri dengan cara gantung diri di kamar tidurnya.

“Sedih, dan kami kaget dengan peristiwa ini. Kami tidak tahu apa masalahnya, sehingga bisa gantung diri. Korban selama ini kami lihat baik-baik saja,” kata Ambal. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top