Bocah 7 Tahun Warga TTU Tewas Tenggelam di Kali Noemuti | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bocah 7 Tahun Warga TTU Tewas Tenggelam di Kali Noemuti


EVAKUASI. Tim dari Satreskrim Polres TTU bersama warga di tepi kali Noemuti saat proses evakuasi korban, Minggu (2/8). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Bocah 7 Tahun Warga TTU Tewas Tenggelam di Kali Noemuti


Keluarga Menerima Kematian Korban sebagai Musibah

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Valery Lede Umbupati Talu, seorang bocah yang baru berusia 7 tahun, warga RT 008/RW 005, Kelurahan Aplasi, kecamatan Kota Kefamenanu, kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ditemukan tewas tenggelam di kali Noemuti, Desa Naiola, Kecamatan Noemuti, Minggu (2/8).

Informasi yang dihimpun media ini, kejadian naas itu bermula dari korban yang diketahui berstatus pelajar sekolah dasar dan masih duduk di bangku kelas satu itu pergi ke kali Noemuti bersama teman-teman dan keluarganya untuk mencuci mobil dan mandi.

Sesampainya di Kali Noemuti, korban bersama tema-teman mandi di pinggir kali yang dalamnya kurang lebih 2 meter. Selang beberapa menit kemudian, orang tua dari rekan korban mendengar teriakan minta tolong lantaran korban sudah tidak ditemukan lagi.

Mengetahui hal itu, orang tua dari rekan korban pun berteriak meminta pertolongan warga setempat. Warga yang berdatangan pun akhirnya berhasil membantu mengeluarkan korban dari dalam kubangan tersebut.

Setelah dikeluarkan dari kubangan, korban diketahui sudah tidak bernafas lagi. Upaya penyelamatan pertama pun tidak membuahkan hasil. Korban pun dinyatakan meninggal dunia.

Kasat Reskrim polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam ketika dikonfirmasi Timor Express di ruang kerjanya, Senin (3/8) membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut Sujud, setelah mendapat informasi, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan serta mengevakuasi korban. Sementara, keluarga korban menerima kematian korban sebagai sebuah peristiwa dan menolak untuk dilakukan tindakan hukum.

“Keluarga korban ikhlas menerima musibah tersebut dan menolak untuk dilakukan penanganan hukum,” katanya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top