Gubernur Tak Intervensi Seleksi Sekkot Kupang, Hak Prerogatif Wali Kota | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gubernur Tak Intervensi Seleksi Sekkot Kupang, Hak Prerogatif Wali Kota


Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (kiri) dan Penjabat Sekda Kota Kupang, Elvianus Wairata (kanan) foto bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, usai pertemuan Juli 2020 lalu. (FOTO: Instagram Jeri Riwu Kore)

PEMERINTAHAN

Gubernur Tak Intervensi Seleksi Sekkot Kupang, Hak Prerogatif Wali Kota


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang mengerucut pada tiga nama yang sudah disampaikan ke Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat belum lama ini.

Ketiga nama tersebut diserahkan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore ke gubernur untuk meminta persetujuan, setelah mendapat rekomendasi persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Ketiga nama tersebut yakni Jefry Pelt, dr. Ari Wijana, dan Fahrensi Foenay.

Dari ketiga nama ini, Wali Kota Kupang akan menggunakan hak prerogatifnya sebagai pembina kepegawaian untuk memilih salah satu untuk menjadi Sekkot.

Asisten III Setda NTT, Kosmas D. Lana yang diwawancarai di ruang kerjanya menegaskan, proses seleksi yang dilakukan panitia seleksi (Pansel) terhadap sembilan pendaftar dan tiga nama telah diserahkan ke Wali Kota Kupang.

Sesuai ketentuan, kata Kosmas, Pansel telah melaksanakan uji kompetensi bidang dan uji kompetensi menejerial serta menilai sesuai standar-standar penilaianya.

Dikatakan, pemilihan tiga nama dari sembilan pendaftar itu merujuk pada skor nilai tertinggi, lalu dilakukan penyerahan hasil oleh pansel kepada pejabat pembina kepegawaian, dalam hal ini Wali Kota Kupang.

“Penyerahan hasil dari pansel ini diserahkan ke Wali Kota Kupang melalui Sekda, namun karena Sekda belum definitif maka pansel langsung menyerahkan ke Wali Kota didampingi Penjabat Sekda, agar tidak menyalahi aturan, dan itu telah dilakukan,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Kosmas, Wali Kota Kupang menindaklanjuti dengan meminta penilaian dari KASN atas proses atau tahapan seleksi Sekda Kota Kupang.

“Otoritas dari KASN adalah bisa membatalkan hasil dan perlu dilakukan seleksi ulang pada bagian-bagian yang dianggap tidak memenuhi ketentuan. Jika setuju maka akan memberikan rekomendasi persetujuan,” ujarnya.

Setelah itu, demikian Kosmas, Wali Kota Kupang akan mengonsultasikan rekomendasi KASN ke Gubernur NTT sebagai pejabat pembina kepegawaian tingkat provinsi yang juga adalah perwakilan pemerintah pusat di daerah.

“Wali Kota setelah konsultasi, akan mendapat rekomendasi persetujuan dari gubernur atas tiga nama tersebut, dan diserahkan kembali kepada Wali Kota untuk menentukan yang terbaik dari ketiga tersebut,” katanya.

Sebagai pansel dan prosedur yang ada, kata Kosmas, dirinya juga mengaku tidak ada intervensi dari gubernur dalam penentuan Sekda, karena Wali Kota-lah yang memiliki hak prerogatif.

BACAJUGA: Ini 3 Nama Calon Sekda Kota Kupang yang Dibawa ke Provinsi

“Wali Kota merupakan pejabat pembina kepegawaian dan itu tidak bisa tergantikan. Gubernur hanya memberikan rekomendasi. Wali Kota Kupang silahkan memilih dan melantik,” tandas Kosmas.

Sebelumnya, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore membawa tiga nama calon Sekda Kota Kupang ke Gubernur Provinsi NTT untuk didiskusikan bersama.

Hal ini dijelaskan Penjabat Sekda Kota Kupang, Elvianus Wairata, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (24/7) lalu.

Elvianus katakan, tiga nama yang dibawa adalah, Jefry Pelt, dr. Ari Wijana, dan Fahrensi Funay.

Elvianus menjelaskan, dirinya mendampingi Wali Kota Kupang menghadap ke Gubernur Provinsi NTT, Viktor Laiskodat.

Wali Kota bersama Gubernur berdialog banyak hal, termasuk berdiskusi untuk menyepakati dari tiga nama tersebut mana yang akan dipilih.

“Saya juga sudah menginstruksikan kepada Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang untuk mengirimkan data ke sistem informasi pejabat tinggi Komisi Aparatur Sipil Negara,” terangnya.

Dikatakan, di KASN tidak menentukan siapa yang dipilih, tetapi KASN akan menilai apakah sistem penilaian dan seleksi sudah berjalan sesuai aturan dan prosedur yang ditetapkan atau tidak.

“Pertemuan Wali Kota dan Gubernur itu membahas banyak hal, bukan hanya tentang siapa yang akan menduduki jabatan Sekretaris Daerah Kota Kupang, tetapi juga tentang pembangunan daerah, pemerintahan, dan kemasyarakatan,” ujarnya.

Mengenai siapa yang ditunjuk atau dipilih dari ketiga nama tersebut, Elvianus mengaku belum bisa menginformasikan karena merupakan kewenangan Wali Kota Kupang.

Elvianus mengaku sudah diinformasikan untuk mengatur semuanya agar pelantikan Sekda Kota Kupang dapat dilaksanakan secepatnya.

“Kami sudah mengatur jadwalnya dan dipastikan tanggal 3 Agustus sudah digelar acara pelantikan,” ujarnya.

Diantara ketiga nama itu, akan diumumkan siapa yang dipilih, dan diumumkan oleh Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore.

Untuk diketahui, Jeffry Pelt, saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang. Sebelumnya dia menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset serta Pendapatan Daerah Kota Kupang.

Sementara dr. Ari Wijana, sekarang menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Sedangkan Fahrensi Funay saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang. (mg29/mg25/joo)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top