Pemerintah Punya Rencana Ini untuk 1,6 Juta PNS Tenaga Administrasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemerintah Punya Rencana Ini untuk 1,6 Juta PNS Tenaga Administrasi


Menpan-RB, Tjahjo Kumolo. (FOTO: Ricardo/JPNN.com)

PEMERINTAHAN

Pemerintah Punya Rencana Ini untuk 1,6 Juta PNS Tenaga Administrasi


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang saat ini berstatus sebagai tenaga administrasi akan mendapatkan program peningkatan kapasitas untuk mengisi kekurangan tenaga teknis di instansi pemerintahan pusat dan daerah.

“Pemerintah melakukan upaya (untuk) meningkatkan kapasitas tenaga-tenaga administrasi yang potensial, agar mereka memiliki kemampuan spesifik yang dapat mengisi (kebutuhan) tenaga-tenaga teknis yang masih sangat diperlukan,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (3/8).

Menurut Tjahjo, program pendidikan tersebut akan diberikan kepada 1,6 juta PNS tenaga administrasi dengan penilaian akhir untuk menentukan lulus atau tidaknya PNS tersebut.

“Yang 1,6 juta tenaga administrasi bertahap untuk yang bisa ditingkatkan kapasitasnya dengan tambahan pendidikan. Yang tidak bisa ya (tetap) mengisi posisi staf administrasi di semua tingkatan, baik K/L maupun daerah,” jelas Tjahjo.

Berdasarkan data Kementerian, saat ini setidaknya terdapat 4,2 juta ASN, yang 1,6 juta di antaranya merupakan tenaga administrasi baik di instansi pemerintahan pusat maupun daerah.

“Dalam posisi seperti ini, seringkali tenaga administrasi mengisi kekosongan tenaga-tenaga yang masih kurang di daerah pedesaan,” katanya.

Formasi PNS tenaga teknis yang diperlukan saat ini sebagian besar berada di sektor kesehatan dan pendidikan. Sehingga, tenaga administrasi yang ada saat ini berpotensi untuk dialihkan sebagai penyuluh di dua sektor tersebut.

“Seperti tenaga teknis di bidang pertanian, penyuluh atau penggerak di pedesaan, penyuluh KB (Keluarga Berencana), dan lain sebagainya,” ujar Menteri Tjahjo Kumolo. (jpnn.com)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top