Irjen Hamidin Dimutasi ke Mabes, Irjen Lotharia Jadi Kapolda NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Irjen Hamidin Dimutasi ke Mabes, Irjen Lotharia Jadi Kapolda NTT


PINDAH TUGAS. Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Hamidin saat ditemui Timor Express di ruang kerjanya belum lama ini. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

NASIONAL

Irjen Hamidin Dimutasi ke Mabes, Irjen Lotharia Jadi Kapolda NTT


Irjen Herry Rudolf Nahak Jadi Kapolda Kaltim

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Setelah memutasi Wakapolda NTT, Brigjen Pol Johni Asadoma menjadi Kepala Devisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Mabes Polri, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis kembali memutasi sejumlah perwira tinggi dilingkungan Polri. Salah satunya adalah mengganti Kapolda NTT yang saat ini dijabat Irjen Pol Drs. Hamidin.

Hal ini sesuai surat telegram Kapolri nomor: ST/2247/VIII/KEP/2020 tertanggal 3 Agustus 2020 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan bari dilingkup Polri.

Dalam telegram Kapolri yang ditanda tangani Asisten SDM Kapolri, Irjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan itu, Irjen Pol Hamidin dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Irwasum Mabes Polri. Jabatan yang ditinggalan Irjen Hamidin akan diganti oleh Irjen Pol Lotharia Latif yang kini menjabat sebagai Kakorpolairud Baharkam Polri.

Selain Kapolda NTT, sejumlah Kapolda di tanah air juga turut dimutasi. Salah satu putra asli NTT yang kini menjabat Asops Kapolri, Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak dipercaya menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim). Irjen Herry Nahak menggantikan Irjen Muktiono yang dipromosikan menjadi Kepala Divisi (Kadiv) Teknologi Informasi dan Komunikasi Polri.

Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) yang kini dijabat Irjen Pol. Royke Lumowa juga berganti. Irjen Royke dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Polri. Pengganti Royke di Polda Sulut adalah Irjen Z Panca Putra.

Selanjutnya, Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) yang kini dijabat Irjen Indrajid dimutasi menjadi Analisis Kebijakan Utama Baharkam Polri. Jabatan yang ditinggalkan Irjen Indrajid akan ditempati oleh Irjen Bambang Kristiono yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri.

Selain itu, jabatan Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) juga akan ditinggalkan Irjen Merdisyam. Ia dipercaya sebagai Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) menggantikan Irjen Mas Guntur Laupe yang dimutasi sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tk I Sespim Lemdiklat Polri.

BACA JUGA: Naik Bintang Dua, Johni Asadoma Jabat Kadiv Hubinter Polri

Posisi Kapolda Sultra yang ditinggalkan Irjen Merdisyam akan dijabat oleh Brigjen Yan Sultra Indrajaya yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Sultra. Posisi Wakapolda Sultra diisi Brigjen Waris Adono.

Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) yang saat ini dijabat Irjen Syafril Nursal akan digantikan oleh Brigjen Abdul Rahman Baso. Irjen Syafril menduduki pos baru sebagai Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Polri.

Jabatan Kapolda Gorontalo yang dijabat Irjen Adnas juga mengalami pergantian. Irjen Adnas ditugaskan Kapolri menjabat sebagai Widyaiswara Utama Sespim Lemdiklat Polri. Sebagai pengganti, Kapolri Idham Aziz menunjuk Brigjen Akhmad Widyagus sebagai Kapolda Gorontalo.

Selain mengganti sejumlah Kapolda, ada juga telegram Kapolri Nomor: ST/2250/VIII/KEP/2020 tertanggal 3 Agustus 2020, yang juga memutasi sejumlah Kapolres. Khusus di NTT, Kapolri memutasi AKBP Cliffly Steiny Lapian dari jabatan Kapolres Belu sebagai Kasubbagsunprogar Bagprogar Rojianstra Sops Polri.

Jabatan Kapolres Belu yang ditinggalkan Cliffly akan diisi oleh AKBP Khairul Saleh yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Sumba Barat.

Selanjutnya jabatan Kapolres Sumba Barat akan ditempati AKBP F. X Irwan Arianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagdalops Bagfasdal Rodalops Sops Polri.

Selain itu, AKBP Bambang Hari Wibowo diberhentikan sebagai Kapolres Rote Ndao dan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Manggarai Barat. Ia digantikan oleh AKBP Felli Hermanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbidnitra Bidrahtra Pusjarah Polri.

Telegram tersebut juga ditegaskan agar perwira tinggi dan perwira menengah yang namanya tertuang dalam telegram tersebut segera melaksanakan tugas yang baru paling lama 14 hari sejak telegram tersebut dikeluarkan. (mg29)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top