Tragedi Anak Jatuh dari Kuda Pacu Bisa Masuk Eksploitasi Anak | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tragedi Anak Jatuh dari Kuda Pacu Bisa Masuk Eksploitasi Anak


Kakanwil Kemenkumham NTT, Marcyana D. Jone. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Tragedi Anak Jatuh dari Kuda Pacu Bisa Masuk Eksploitasi Anak


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) NTT, Marcyana D. Jone sangat menyesalkan peristiwa anak di bawah umur yang menjadi joki kuda pacuan dan terjatuh.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi di Lapangan Amalelu, Desa Lo’a, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, Minggu (2/8) itu seharusnya tidak boleh terjadi pada anak di bawah umur.

Selain itu, kasus tersebut terjadi saat adaptasi kebiasaan baru (AKB), dimana kegiatan yang mengumpulkan massa tidak diizinkan. Namun, Pordasi Ngada menggelar kegiatan yang menghadirkan massa tersebut. Dirinya mempertanyakan izin keramaian yang diberikan untuk penyelenggaraan event tersebut.

“Itu sudah masuk eksploitasi anak, apalagi kalau anak dibayar untuk menjadi joki. Ini hal yang sangat berbahaya dan berisiko pada anak. Penyelenggara harus bertanggung jawab atas hal ini,” kata Marcyana kepada koran ini, Senin (3/8).

Selain itu, Pordasi sebagai organisasi yang menaungi olahraga ini, kata Marcyana, juta turut bertanggungjawab. Dirinya mengatakan, harus dipastikan syarat penunggang kuda atau joki dalam sebuah lomba pacuan kuda. “Jangan sampai tidak diterapkan syarat atau kualifikasi khusus bagi para joki. Juga yang paling penting adalah pengamanan terhadap joki. Harus diberikan perlengkapan yang mendukung keselamatan,” tegas Marcyana.

Dirinya menegaskan, praktik seperti ini tidak boleh terjadi lagi pada anak. “Anak memang boleh bekerja. Ada aturannya, paling lama 3-4 jam sehari. Itu pun kalau hak-haknya sudah terpenuhi. Dan bukan pada pekerjaan berisiko,” kata Marcyana.

Karena itu, dirinya mengimbau semua pemerintah daerah untuk memberi perlindungan kepada anak. Salah satunya menyiapkan regulasi khusus tentang Perda anak. Sehingga ke depan tidak ada lagi kasus eksploitasi anak.

Sebagaimana dilansir media, seorang joki di bawah umur terjatuh dari kudanya saat pacuan kuda baru dimulai. Dirinya lalu ditolong dan dilarikan ke Puskesmas Waepana, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada menggunakan mobil ambulance.

Pertandingan balapan kuda itu diselenggarakan Pordasi Ngada di Lapangan Amalelu, Desa Lo’a, Kecamatan Soa, Minggu (2/8). (ito)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top