Warga Desa Bisa Dapat Tambahan Penghasilan Rp 3,5 Juta Lewat PKTD | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Warga Desa Bisa Dapat Tambahan Penghasilan Rp 3,5 Juta Lewat PKTD


ILUSTRASI. Program Padat Karya Tunai di Desa Hutabohu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. (FOTO: Dok. Istimewa)

NASIONAL

Warga Desa Bisa Dapat Tambahan Penghasilan Rp 3,5 Juta Lewat PKTD


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) memiliki program padat karya tunai desa (PKTD). Program ini biayanya dari dana desa.

“Dana desa yang bisa digunakan untuk PKTD sebesar Rp 36,4 triliun,” ungkap Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/8).

Merujuk SE Mendes-PDTT 15/2020, kata Abdul Halim, program ini diprioritaskan untuk penganggur, keluarga miskin, dan kelompok marjinal lainnya. PKTD akan dijalankan selama dua bulan yakni Agustus dan September. Proporsi upah bisa mencapai lebih dari 50 persen anggaran, atau minimal Rp 18,2 triliun. Warga desa yang mengikuti program padat karya ini akan mendapat upah tunai harian.

Abdul Halim menyebutkan, warga desa yang mengikuti program ini akan bekerja penuh waktu yakni 7 jam per hari, selama 5 hari dalam sepekan. Sehingga selama dua bulan mereka akan bekerja 35 hari.

“Kalau upahnya Rp 100 ribu per hari, maka kalau 35 hari mereka akan mendapatkan Rp 3,5 juta selama 2 bulan. Ini akan berdampak sistemik pada pertumbuhan ekonomi di desa, karena daya beli masyarakat naik,” terang Abdul Halim.

Lebih lanjut dia memperhitungkan program ini dapat menyerap lebih dari 5,2 juta tenaga kerja. Abdul Halim menuturkan, berdasarkan data BPS, angka pengangguran di perdesaan pada Februari 2020 mencapai 2,1 juta orang.

“Seandainya kalaupun karena Covid-19 angka penganggurannya naik 2 kali lipat jadi 4 juta, PKTD ini masih mampu menyerap. Sehingga pengangguran di desa akan tertanggulangi dengan PKTD ini,” pungkasnya. (jpc/jpg)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top