638 Pelajar di Manggarai Ikut Sekolah Daring, Anjeli: Bagus dan Menyenangkan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

638 Pelajar di Manggarai Ikut Sekolah Daring, Anjeli: Bagus dan Menyenangkan


SEKOLAH ONLINE. Maria Anjeli Ahul, pelajar kelas 9 SMPN 4 Langke Rembong, dengan serius mengikuti KBM online melalui smartphone didampingi ibundanya, Elisabet Nimung dan salah seorang guru Aprino Tondo. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PENDIDIKAN

638 Pelajar di Manggarai Ikut Sekolah Daring, Anjeli: Bagus dan Menyenangkan


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Tahun ajaran baru 2020-2021 bagi para siswa di Kabupaten Manggarai terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelum. Perbedaan itu bukan karena masuk sekolah baru ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi bagi siswa yang tamat SD dan SMP atau naik kelas. Namun karena adanya pandemi Covid-19 sehingga tahun ajaran baru ini harus dihadapi dengan proses online. Belajar online atau dalam jaringan (Daring).

Hal inilah yang kini dialami 638 peserta didik di SMP Negeri 4 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Sejak Senin (3/8), mereka mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring atau online. Ternyata sistem pembelajaran seperti ini membuat para pelajar ini senang.

“Semua peserta didik dari kelas 7, 8, dan kelas 9, KBM secara daring. Siswanya di rumah pakai HP dan guru mata pelajarannya ada di sekolah pakai laptop,” jelas Kepala SMP Negeri 4 Langke Rembong, Wens Resman, kepada TIMEXKUPANG.com saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (4/8).

Meneurut Wens, kegiatan KBM daring ini, dalam sehari masing-masing kelas, ada dua mata pelajaran. Mata pelajaran pertama dimulai pukul 07.30. Sementara mata pelajaran kedua dimulai 10.30. Walau pun di rumah, siswa-siswi tetap memakai pakaian seragam dan dibawa pengawasan orang tua.

“Jadi ini KBM seperti biasa, hanya secara daring. Sehingga siswa-siswi ini tetap pakai seragam. Kita terapkan sistem daring ini untuk mehindari segala kemungkinan yang berkaitan penularan Covid-19. Ada juga dengan luring, seperti pembuatan modul pelajaran,” ujar Wens.

Sebelum KBM daring itu diterapkan, kata Wens, 638 peserta didik di sekolah itu telah dibekali pengetahuan soal KBM daring melalui kegiatan sosialisasi secara bertahap di lembaga sekolah. Sehingga semua peserta sudah familiar dengan aplikasi pembelajaran daring di android.

“Kami juga sudah rapat bersama orang tua peserta didik secara bertahap di sekolah. Kami dari sekolah sangat senang, karena orang tua meresponnya dengan positif. Para guru juga nanti akan ada jadwal kunjungan ke rumah siswa-siswi untuk memantau kegiatan KBM daring ini,” jelas Wens.

Wens menyebutkan, sejak hari pertama, Senin (3/8), penerapan sistem KBM daring ini berjalan baik. Terbukti dari laporan guru mata pelajaran untuk hari pertama, para peserta didik begitu antusias. Tidak ada siswa yang absen dari KBM daring. Wens juga meminta orang tua untuk tetap selalu mengawasi anak mereka saat mengikuti KBM online ini.

Kepala SMPN 4 Langke Rembong, Wens Resman (kiri) memantau aktifitas KBM guru-guru mata pelajaran kelas 9 sekolah itu, Selasa (4/8). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

Operator sekaligus guru SMP Negeri 4 Langke Rembong, Aprino Tondo kepada TIMEXKUPANG.com menjelaskan, dalam KBM daring ini, semua guru mata pelajaran dan seluruh peserta didik, memiliki akun masing-masing. Dimana, untuk jumlah guru mata pelajaran sendiri di sekolah itu ada sebanyak 39 orang guru.

“KBM daring ini, masing-masing guru tidak sibuk dengan mata pelajaran dari guru lain. Karena masing-masing mempunyai akun. Kecuali mau konsultasi atau tanya terkait sistem aplikasi dalam kegiatan daring. Begitu juga antar peserta didik,” jelas Aprino yang diamini salah satu guru mata pelajaran, Antonius P. Riberu.

BACA JUGA: SMPN 4 Langke Rembong Terapkan Pembelajaran Daring, Kasek: Ortu Jadi Pengawas

Menurutnya, sistem dalam KBM daring ini, semua bahan mata pelajaran dari guru dikirim melalui aplikasi milik sekolah, yakni edmodo. Materi pelajaran itu dibuat dalam bentuk Pdf. Termasuk video pembelajaran dan lembar kerja peserta didik (LKPD). Daftar hadir peserta didik, juga bisa dilakukan melalui aplikasi yang ada.

“Setiap guru mata pelajaran, bisa memantau siswa-siswi yang ikut mata pelajaran melalui aplikasi. Jadi sebelum mulai pelajaran, peserta didik harus absen dulu dengan mengklik tombol respon di aplikasi yang ada. Dalam aplikasi ini juga, lengkap dengan kolom pertanyaan dari siswa kepada gurunya,” urainya.

Salah satu siswi kelas 9, Maria Anjeli Ahul, yang ditemui TIMEXKUPANG.com saat mengikuti KBM daring di rumahnya, kampung Randang, Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Selasa (4/8) mengaku senang mengikuti sekolah daring ini.

Menurut Anjeli, aplikasi yang ada sangat mudah dan membantu dirinya dalam proses KBM secara online.

“Pengoperasian aplikasi admodo ini, mirip dengan facebook. Kami juga sudah familiar. Apalagi kami diberi sosialiasi. Dalam aplikasi ini, kami lebih leluasa untuk memberikan pertanyaan kepada guru terkait materi mata pelajaran. Kami mengikutinya dengan nyaman, bagus dan menyenangkan,” ungkap Anjeli yang saat itu didampingi ibunya, Elisabet Nimung. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

To Top