Nusa Kutu Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Terindah di Flores | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Nusa Kutu Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Terindah di Flores


SIAP DIDANDANI. Pantai Nusa Kutu di Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda mulai disiapkan untuk jadi salah satu aset wisata unggulan di Kabupaten Sikka. (FOTO: ISTIMEWA)

KABAR FLOBAMORATA

Nusa Kutu Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Terindah di Flores


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Obyek wisata Nusa Kutu yang terletak di wilayah Desa Kolisia B, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka telah disiapkan sebagai destinasi pariwisata unggulan kabupaten itu. Bahkan Pantai Nusa Kutu dinilai terindah di Pulau Flores.

Tokoh masyarakat setempat, pemilik tanah, unsur pemerintah, LSM dan pelaku pariwisata telah berkomitmen dan menyatukan bersama untuk mempersiapkan Nusa Kutu sebagi ruang publik sekaligus aset wisata unggulan di Desa Kolisia B.

Koordinator Program Disaster Risk Reduction (DRR) Pengurangan Risiko Bencana, Lembaga Kemanusian Caritas Keusukupan Maumere, Fransiskus Angelinus kepada media ini mengaku, pihak terkait di wilayah itu, baik pemilik tanah, pemerintah desa, dinas pariwisata, BPBD Sikka, LSM, dan pelaku pariwisata setempat telah bersepakat mengembangkan pariwisata berbasis komunitas di Nusa Kutu.

“Ini langkah awal perencanaan oleh komunitas pelaksana monitoring untuk melihat langsung Nusa Kutu di Desa Kolisia B yang ternyata sangat indah. Jika ditata dan dikelola secara benar, maka Nusa Kutu akan menjadi aset wisata paling indah di Flores. Bahkan bisa mengalahkan Pulau Padar di Manggarai,” jelas Angelinus, saat ditemui di Maumere, Minggu (2/8).

Angelinus mengatakan, dalam pertemuan dengan para pihak, semuanya bersepakat untuk mengembangkan Nusa Kutu menjadi salah satu aset wisata di Sikka yang paling indah, lantaran berada di teluk yang menjorok jauh dengan air laut yang tenang serta dikelilingi hutan bakau.

Angelinus mengimbau masyarakat setempat harus mampu menjaga dan merawatnya, sehingga menjadi pusat perhatian banyak orang baik wisatawan lokal maupun manca negara.

“Rencana pembangunan pariwisata Nusa kutu sudah dimusyawarahkan ditingkat desa, dan disepakati tahun 2021 pembangunan wisata Nusa Kutu sudah harus dilaksanakan,” ungkap Angelinus.

Angelinus mengaku, konsep pengelolaan potensi pariwisata ini adalah aman bencana. Karena itu, ada lima elemen kunci yang harus menjadi perhatian, yakni perlu pemahaman risiko bencana, tersedia faslitas yang aman bencana, perlunya tata kelola risiko bencana, manajemen darurat, dan bussines continuity planning.

Ketua BPD Kolisia B, Berno mengaku sangat berterimakasih atas peran serta Caritas, Pemkab Sikka melalui dinas terkait serta LSM dan pelaku pariwisata yang telah berupaya memfasilitasi rencana pembangunan Nusa Kutu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sikka.

Berno mengaku, pemerintah desa Kolisia B dan BPD serta tokoh masyarakat juga pemilik tanah telah bersepakat untuk menjadikan Nusa Kutu sebagai tempat wisata di wilayah itu. Berno juga membeberkan sejarah Nusa Kutu dan kehadiran masyarakat yang mendiami wilayah kolisia B.

“Kami telah bermusyawarah bersama seluruh unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemilik tanah, dan BPD untuk mempersiapkan Nusa Kutu ini sebagai tempat wisata di Kolisia B. Kami siap menjaga dan merawat tempat ini untuk tempat wisata,” tegas Berno.

Salah satu pelaku pariwisata, Kondradus Rindu kepada warga masyarakat setempat menegaskan, bahwa untuk pembangunan pariwisata pada suatu wilayah sesungguhnya bukan dilihat pada kuantitasnya tetapi lebih pada kualitasnya. Karena itu peran serta masyarakat dalam mempersiapkan Nusa Kutu sebagai tempat wisata harus benar-benar dipersiapkan secara matang, temasuk persiapan sumber daya manusianya.

Masyarakat wajib menjaga kebersihan, wajib menjaga keamanan setempat, dan menyiapkan lokasi Nusa Kutu secara baik agar menjadi pusat perhatian baik wisatawan lokal maupun manca negara.

Pelaku pariwisata lainnya, Heri Ajo berharap agar Nusa Kutu selalu dijaga sehingga nuansa alaminya tetap terjamin. Karena itu perlu jiwa besar para tokoh masyarakat, pemerintah desa serta warga masyarakat Kolisia B.

“Kesepakatan harus dipegang teguh, karena inilah cara yang benar membangun kebersamaan. Nusa Kutu tempat yang indah, karena itu alamnya harus djaga sehingga perlu ada jiwa besar dari tokoh masyarakat, pemerntah desa setempat serta para pemilik tanah itu sendiri,” kata Heri. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top