Proyek Bandara Ruteng Diduga Bermasalah, Kasat Reskrim: Kami Masih Dalami | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Proyek Bandara Ruteng Diduga Bermasalah, Kasat Reskrim: Kami Masih Dalami


TIMBUL TANDA TANYA. Salah satu tangga menuju lantai atas bangunan terminal Bandara Frans Sales Lega Ruteng tampak ditutup menggunakan tripleks. Gambar diabadikan Rabu (5/8). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Proyek Bandara Ruteng Diduga Bermasalah, Kasat Reskrim: Kami Masih Dalami


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Sejak selesai dibangun tahun 2017 lalu, lantai atas atau lantai dua bangunan terminal Bandar Udara (Bandara) Frans Sales Lega, Ruteng, Kabupaten Manggarai, tidak pernah dimanfaatkan. Diduga, pekerjaan proyek ini menyisakan masalah. Hal ini dibuktikan dengan adanya penyelidikan aparat kepolisian resor (Polres) Manggarai.

Sebagaimana terpantau TIMEXKUPANG.com, Rabu (5/8), dua tangga menuju lantai atas bangunan terminal Bandara Frans Sales Lega, Ruteng, di Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong, ditutup menggunakan tripleks. Tak ada tulisan pada lembaran tripleks yang dipakai menutup akses menaiki tangga menuju lantai dua gedung terminal bandara itu.

Sementara dari lantai dasar, pada bagian plafon atap bangunan lantai atas itu, kondisinya sudah rusak berat. Tidak ada satu orang pun petugas bandara yang beraktifitas di lantai atas terminal bandara tersebut. Aktifitas pelayanan bandarra semua difokuskan di dasar.

“Saya sering lihat, dua tangga ke lantai atas teriminal bandara ini selalu ditutup. Saya menduga, ada yang tidak beres dengan hasil pekerjaan proyek pada lantai atas dari terminal ini,” ujar Kornimus, seorang warga Manggarai yang ditemui TIMEXKUPANG.com di terminal Bandara Frans Sales Lega, Rabu (5/8) pagi.

Menurut Kornimus, dari informasi yang beredar, aparat Polres Manggarai telah menyelediki proyek tersebut. Namun informasi seperti apa hasil penyelidikan polisi itu, belum terungkap. Masyarakat pun meminta dan berharap, jika benar bangunan itu diduga ada masalah dan telah diselidiki, agar bisa diungkap ke publik.

Hal yang sama diungkapkan salah satu penumpang pesawat, Aprianus. Kepada TIMEXKUPANG.com saat ditemui di bandara, Aprianus mengatakan, sudah menjadi bahan pertanya publik, terkait alasan pihak bandara yang menutup tripleks pada tangga naik ke lantai atas terminal bandara tersebut.

“Saya pernah tanya petugas di bandara ini, lantai dua dari bangunan terminal ini dimanfaatkan untuk apa? Lalu petugas menjawab, sebenarnya untuk ruang tunggu penumpang pesawat. Lalu saya tanya kenapa tidak pernah pakai? Petugas itu mengaku tidak tahu. Tapi ada yang informasikan kalau ada masalah. Saya juga curiga ada yang tidak beres,” ungkap Aprianus.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Manggarai, AKP Satria Wira Yudha, yang dikonfirmasi TIMEXKUPANG.com melalui HP, Rabu (5/8) membenarkan, bahwa pihaknya sementara mendalami pelaksanaan proyek pembangunan terminal Bandara Frans Sales Lega, Ruteng.

Hanya menurut Satria, pihaknya masih menunggu hasil audit dari BPKP NTT. “Kami masih tunggu hasil audit BPKP. Karena mereka yang lakukan audit investigasi. Nanti kalau sudah ada hasil dan perkembangannya, baru kami bisa ungkapkan ke publik,” kata Satria.

Terkait adanya dugaan pekerjaan bangunan lantai atas terminal bandara itu tidak sesuai ketentuan teknis, Satria menolak mengomentari. Satria menyatakan bahwa pihaknya tetap menunggu hasil audit BPKP, karena mereka ahlinya. “Biar hasilnya bukan hanya asumsi,” pungkasnya. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top