148 Desa di TTU Alami Kekeringan, BPBD Minim Anggaran, Ini yang Dilakukan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

148 Desa di TTU Alami Kekeringan, BPBD Minim Anggaran, Ini yang Dilakukan


ILUSTRASI. Kali Noemuti di Desa Noemuti, TTU yang menjadi sumber kehidupan sebagian besar warga setempat. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

148 Desa di TTU Alami Kekeringan, BPBD Minim Anggaran, Ini yang Dilakukan


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 148 Desa yang menyebar di 24 Kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengalami bencana kekeringan yang cukup memprihatinkan di musim kemarau tahun ini. Sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut kesulitan mendapatkan pasokan air bersih sehingga harus menggunakan jasa tangki air dengan membeli.

Ironisnya, masyarakat yang tidak mampu untuk membeli air tangki harus rela berjalan sejauh satu sampai dengan dua kilometer hanya untuk mendapatkan air bersih. Kondisi kekeringan ini pula sudah menjadi masalah tahunan yang belum mampu diselesaikan oleh Pemerintah Daerah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTU, Yosefina Lake kepada Timor Express saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (7/8) mengatakan, berdasarkan hasil investigasi pihaknya, terdapat 148 desa di daerah tersebut yang sudah mengalami kekeringan.

Atas hasil tersebut, BPBD TTU langsung membuat laporan terkait kondisi kekeringan yang dialami warga kepada Bupati Raymundus Sau Fernandes.

Yosfina mengatakan, meskipun hampir sebagian besar desa di TTU mengalami kekeringan, baru sekira 12 desa yang melaporkan ke BPBD TTU terkait masalah kekeringan tersebut.

“Itu mereka (kepala desa, red) datang ada yang melapor secara tertulis, dan ada yang melaporkan secara lisan. Dan beberapa kami sudah tangani,” ungkap Yosefina.

Diakuinya, pemerintah daerah melalui BPBD TTU telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 40 juta untuk mengatasi kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut.

Dana tersebut nantinya digunakan untuk membeli 100 tangki air bersih yang akan didistribusikan ke desa-desa yang sudah mengalami kekeringan.

Meskipun demikian, kata Yosefina, anggaran tersebut masih sangat minim. Hal itu karena dana tersebut tidak bisa membantu semua desa yang juga mengalami kekeringan.

“Anggaran sebesar Rp 40 juta itu kami anggap masih kurang, jadi kami sudah buatkan proposal ke pemerintah provinsi dan pusat. Mudah-mudahan mereka jawab kami punya permintaan itu, sehingga 148 desa yang sudah kami usulkan bisa mendapatkan bantuan, karena biasanya di pusat dan provinsi ada bantuan tersebut,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top