Karantina Pertanian Musnahkan Media Virus dari Timor Leste | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Karantina Pertanian Musnahkan Media Virus dari Timor Leste 


MUSNAHKAN MEDIA VIRUS. Barang sitaan berupa media pembawa virus sedang dimusnahkan Petugas Karantina Pertanian PLBN Mota'ain disaksikan Kepala PLBN Mota'ain dan perwakilan instansi lainnya, kemarin (6/8). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Karantina Pertanian Musnahkan Media Virus dari Timor Leste 


ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com-Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang melalui Karantina Pertanian Wilayah Kerja PLBN Mota’ain memusnahkan sebanyak 765,5 Kg media pembawa virus, kemarin (6/8). Media pembawa virus berbentuk bahan makanan dan komoditi ini diamankan saat dibawa masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur pintu batas Mota’ain, Kabupaten Belu.

Jenis media yang dimusnahkan berupa sosis ayam produksi Brasil sebanyak 292 kg, sosis babi produksi Timor Leste sebanyak 58 kg, daging ayam (4 kg), daging babi (2 kg), dan daging sapi sebanyak 4,5 kg. Selain itu beras sebanyak 350 kg, bawang putih (5 kg), jagung (10 kg), kacang merah (10 kg0, dan porang sebanyak 10 kg. Total semua media berbahan makanan atau komoditi itu sebanyak 765,5 kg.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, drh. Benny Aprissa mengatakan, pemusnahan media pembawa virus dilakukan dengan maksud mencegah masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan dan hama penyakit hewan karantina yang masuk ke wilayah NTT.

Ia menjelaskan, pemusnahan dilakukan terbuka dan melibatkan pihak lain sebab dikhawatirkan ada penilian buruk terhadap karantina pertanian sebagai penyita. Tetapi karena wabah Covid-19, sehingga tertunda dan baru dilakukan hari ini.

“Berhubung daya tampung frisher kami sudah penuh dan yang disita cukup banyak, sehingga harus dimusnahkan,” ungkap Benny kemarin (6/8).

Benny menyebutkan, media pembawa virus ini ditahan karena tidak ada sertifikat dari daerah asal termasuk produk dilarang negara. Sehingga pihaknya berupaya maksimal melakukan pengawasan ketat terhadap media yang berpotensi membawa virus masuk melalui pintu batas.

“Barang sedikit itu ada potensi virusnya sehingga jangan diremehkan. Perlu sosialisasi agar masyarakat mengerti dampaknya,” ujar Benny.

Ia mencontohkan seperti penyakit babi jenis virus African Swine Fever (ASF) yang muncul sejak okober 2019, mengakibatkan ratusan ternak babi di NTT mati. Kendati penyakit ASF tidak berdampak pada manusia, tetapi berdampak untuk ekonomi masyarakat dan negara.

“Wabah ASF dari Timor Leste, kita sudah eliminasi untuk tidak masuk ke wilayah NTT. Dan kita berhasil pertahankan walaupun akhirnya jebol. Pintu masuk penyakit ASF setelah Filipina, Timor Leste, Sumatera, Bali, dan baru masuk NTT,” paparnya.

Menurut Benny, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sudah berikan atensi melalui upaya pelarangan sementara, pemasukan ternak babi, produk babi segar, dan daging kemasan maupun hasil ikutan lainnya untuk tidak masuk ke NTT. “Memang saat ini sudah dibuka kembali pengiriman tetapi ada persyaratan yang harus dipatuhi,” katanya.

Benny berharap kerjasama yang baik antarlembaga yang bertugas di PLBN, perlu bersinergi, saling membantu sehingga mencegah potensi virus media yang masuk melalui pintu perbatasan. Sebab barang bisa bebas melintas melalui oknum petugas yang membantu tanpa berpikir dampak kerugian negara dan ekonomi masyarakat.

“Berbagi informasi antarinstitusi sangat penting seperti narkoba. Modusnya bisa lewat makanan. Sehingga perlu ada koordinasi, dan kita semua perlu mematuhi aturan yang ada,” tandasnya.

Sementara Kepala PLBN Mota’ain, Wilem Mone mengatakan, pemusnahan barang sangat penting agar tidak menjadi sumber penyebaran. Penjagaan diportal diperketat. Setiap aturan dan larangan harus di taati semua lembaga yang bertugas di pintu batas.

“Semua barang yang selama ini ditahan dimusnahkan agar tidak membawa virus untuk masyarakat,” ujarnya.

Wilem berharap perlunya kerjasama yang baik antarinstitusi agar pelintas barang diperketat pemeriksaannya. Jika ada petugas yang langgar aturan tentu akan berhadapan dengan sanksi.

“Saya minta kalau ada petugas yang langgar disampaikan ke saya. Kita tidak main-main yang langgar diberikan sanksi,” tegasnya.

Terpantau, pihak-pihak yang hadir dalam kegiatan pemusnahan media virus itu, yakni PLBN, Karantina Pelabuhan Kesehatan, Bea Cukai, Imigrasi, dan Kapospol Mota’ain. (mg33)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top