Jurnalis Perempuan Senior NTT Raih SK Trimurti Award 2020 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jurnalis Perempuan Senior NTT Raih SK Trimurti Award 2020


PIDATO. Foto tangkapan layar Gadrida Rosdiana Djukana saat menyampaikan pidato singkat pada malam penganugerahan SK Trimurti Award 2020 pada momentum HUT ke-26 AJI yang berlangsung secara virtual, Jumat (7/8) malam. (FOTO: MARTHEN BANA/TIMEX)

NASIONAL

Jurnalis Perempuan Senior NTT Raih SK Trimurti Award 2020


Diumumkan Saat Peringatan HUT ke-26 AJI, Sisihkan 3 Nominator Lain

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Jurnalis perempuan senior NTT, Gadrida Rosdiana Djukana berhasil meraih SK Trimurti Award 2020 yang dianugerahkan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Aliansi Jurnalis Independen (AJI), yang berlangsung secara virtual, Jumat (7/8) malam.

Jurnalis yang akrab disapa Ana Djukana ini terpilih diantara empat nominator dari sekian banyak usulan dari seluruh penjuru Indonesia yang masuk ke panitia HUT AJI tahun ini.

Untuk diketahui, SK Trimurti Award adalah penghargaan tahunan yang diberikan AJI kepada jurnalis atau aktivis perempuan yang berperan dalam perjuangan kebebasan pers, kebebasan berekspresi, kebebasan berserikat, kesetaraan gender, kampanye HAM, dan juga pembelaan kaum tertindas.

Selain penghargaan SK Trimurti, AJI juga memberikan sejumlah penghargaan lain, yakni Udin Award, dan Tasrif Award 2020. Untuk Udin Award 2020 diraih oleh Majalah TEMPO. Sedangkan penghargaan Tasrif Award diberikan kepada The Jakarta Post, BBC Indonesia, Vice Indonesia, Tirto.id dalam kolaborasi liputan Atas Nama Baik Kampus, dan 2. The Jakarta Post, Tirto.id, Jubi dalam kolaborasi liputan Kerusuhan Wamena.

Sementara untuk penghargaan terhadap pers mahasiswa, Dewan Juri menetapkan pemenangnya sebagai berikut: Juara 1 adalah Lembaga Pers Mahasiswa Arena UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan judul Double Kill: Penghasilan Hilang, Pungutan Selain UKT akan Diterapkan. Juara 2 diberikan kepada LPM Progress dengan judul: Pembuat Konten Dewasa Diantara Passion, Profesi dan Pelecehan Seksual yang Dialami.

Ketua Umum AJI Indonesia, Abdul Manan dalam sambutannya semalam mengatakan, AJI memperingati HUT yang ke-26 tahun ini dalam suasana istimewa, yaitu saat dunia menghadapi pandemi Covid-19. Virus yang awalnya ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei pada akhir Desember 2019 ini kemudian meluas ke seluruh dunia, dan kini sudah menginfeksi 19.264.609 orang, dan menyebabkan kematian 717.754 jiwa.

Situasi ini, kata Manan, menjadi kepedulian serius bagi AJI, yang memiliki konsen terhadap kebebasan pers, profesionalisme, dan kesejahteraan jurnalis. Situasi sulit media saat ini tentu berdampak langsung pada tiga hal tersebut.

“AJI berharap media bisa menghadapi masa-masa sulit ini, dengan tetap menjaga nilai utama profesi ini, yaitu bekerja untuk menemukan kebenaran dan memprioritaskan kepentingan publik,” pesan Manan.

AJI, lanjut Manan, dalam perayaan HUT kali ini memilih tema, “Jurnalisme di Era Pandemi.” Sebagai bagian dari peringatan ulang tahun ini, AJI menyelenggarakan sejumlah kegiatan, yakni enam seri webinar pada 27 – 29 Juli 2020 dan 3 – 5 Agustus 2020, penerbitan buku laporan tahunan tentang situasi pers Indonesia, orasi budaya oleh Dr. Nasir Tamara, dan pemberian penghargaan: Udin Award, Tasrif Award, SK Trimurti Award, dan Pers Mahasiswa terbaik.

Mr. Allaster Cox, selaku Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia di Indonesia dalam pidato tadi malam memberi apresiasi terhadap AJI yang terus memperjuangkan kebebasan pers di Indonesia.

Menurut Mr. Cox, media yang kuat dan bersemangat yang bekerja untuk kepentingan masyarakat, adalah hal baik untuk demokrasi, hal baik untuk pemerintahan, dan membantu memberi hasil lebih baik bagi masyarakat. “Saya memuji pekerjaan yang AJI lakukan untuk mengeksplorasi peran jurnalisme di Indonesia selama pandemi ini, dan mempromosikan pentingnya pers yang bebas,” ungkapnya.

Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh dalam sambutannya meminta AJI untuk tetap berjuang menegakkan independensi jurnalis, memperjuangkan kebebasan pers, dan menjaga pers sebagai pilar keempat demokrasi di Indonesia.

Dedikasikan untuk Pejuang Kesetaraan Gender

Sementara itu, Ana Djukana dalam sambutan penganugerahan SK Trimurti Award 2020, Jumat (7/8) malam mengatakan, penghargaan yang diraih ini didedikasikan untuk seluruh kaum perempuan dan para pejuang kesetaraan gender dan kaum tertindas di NTT.

Sementara itu, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. DR. Mery Kolimon dalam komentarnya disebuah grup WhatsApp (WAG) menyampaikan selamat atas apa yang diraih Ana Djukana.

“Banyak selamat untuk kakakku, Ma Ana Djukana untuk penghargaan yang hebat, S. K. Trimurti Award. Wartawati senior NTT, guru, dan kawan banyak perempuan muda untuk terus belajar dan adil jender. Sebuah perhargaan nasional untuk karya jurnalisme, demokrasi, dan kesetaraan jender. You deserve it, Kak. Semangat Ibu S. K. Trimurti untuk jurnalisme yang independen, profesional, dan adil jender terus menyepakati jalan2 perjuangan kita untuk NTT dan Indonesia yang lebih baik. Very proud of you,” tulis Pdt. Mery Kolimon.

Terpisah, Ketua AJI Kota Kupang, Marthen Bana juga mengaku bangga atas keberhasilan yang diraih Ana Djukana. Marthen secara khusus berterima kasih kepada AJI Indonesia, Panitia HUT AJI, dan khususnya para juri SK Trimurti Award 2020 yang telah mempertimbangkan dengan sangat baik dan memilih Ana Djukana, Majelis Etik AJI Kota Kupang sebagai peraih penghargaan bergengsi bagi kaum perempuan Indonesia ini.

“Ini juga kado terindah bagi AJI Kota Kupang tepat di HUT ke-26 AJI. Kami bangga dan berterima kasih, karena usulan AJI Kota Kupang untuk penghargaan SK Trimurti tahun ini membuahkan hasil. Terima kasih juga kepada Kaka Ansy Rihi Dara, Direktris LBH APIK NTT atas diskusi bersama dan upaya membantu menggalang dukungan berbagai pihak, organisasi pergerakan perempuan, juga pemuda GMIT sehingga apa yang kita perjuangkan bersama bisa meraih hasil yang membanggakan,” ungkap Marthen.

Marthen menegaskan bahwa, AJI Kota Kupang mengusulkan sosok Ana Djukana sebagai salah satu calon penerima SK Trimurti Award 2020 melalui sebuah pertimbangan yang matang, merujuk pada syarat dan ketentuan yang diberikan oleh panitia. Bahwa sosok Ana Djukana dalam 20 tahun terakhir benar-benar konsen terhadap perjuangan kesetaraan gender, perjuangan penegakkan HAM, dan kaum tertindas. “Bagi kami, sosok kak Ana layak mendapat penghargaan ini karena kak Ana tidak saja sebagai jurnalis tapi juga aktivis perempuan yang konsisten memperjuangkan kesetaraan gender, penegakkan HAM dan kaum tertindas di NTT,” pungkasnya. (aln)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top