Kemendikbud Berikan 3 Opsi Kurikulum saat Pandemi, Ini Respons KPAI | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kemendikbud Berikan 3 Opsi Kurikulum saat Pandemi, Ini Respons KPAI


KRITISI. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengkiritisi Kemendikbud yang dianggapnya tidak tegas terkait penggunaan kurikulum di tengah pandemi Covid-19. (FOTO: Miftahulhayat/Jawa Pos)

PENDIDIKAN

Kemendikbud Berikan 3 Opsi Kurikulum saat Pandemi, Ini Respons KPAI


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengkiritisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kemendikbud dianggapnya tidak tegas terkait penggunaan kurikulum di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, meski telah hadir kurikulum darurat, Kemendikbud masih memperbolehkan satuan pendidikan menggunakan kurikulum nasional dan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

“Kemendikbud tidak tegas bahwa kurikulum dalam situasi darurat ini harus digunakan seluruh sekolah, tetapi (hanya) menjadi kurikulum alternatif,” ungkap Retno dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8).

Seharusnya tidak boleh ada pelaksanaan kurikulum berbeda dalam satu tahun ajaran baru karena akan membingungkan guru dan sekolah di lapangan. Hal ini juga pernah terjadi pada saat Anies Baswedan menjadi Mendikbud yaitu berlakunya dua kurikulum, kurikulum 2013 dengan kurikulum KTSP.

“Situasinya darurat, jadi untuk meringankan guru, siswa dan orang tua maka kurikulum yang harusnya diberlakukan adalah kurikulum dalam situasi darurat,” urai Retno.

BACA JUGA: Hadapi Pandemi Covid-19, Kemendikbud Sederhanakan Kurikulum

Meski begitu, pihaknya tetap mengapresiasi lahirnya kurikulum darurat di masa pandemi ini. Diharapkan, kurikulum ini dapat digunakan oleh seluruh sekolah di Indonesia.

“KPAI mengapresiasi Kemendikbud bahwa akhirnya kurikulum dalam situasi darurat atau kurikulum yang disederhanakan sudah dibuat, meski barangnya belum diketahui publik,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan telah menerbitkan kurikulum darurat. Satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

“Kami meluncurkan kurikulum darurat, untuk memberikan fleksibilitas untuk semua peserta didik dan guru, penyederhanaan dan bantuan spesifik untuk bisa mengerjakan dan mengoptimalkan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh),” ungkapnya dalam telekonferensi pers, Jumat (7/8).

Satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat tetap mengacu pada kurikulum nasional, lalu menggunakan kurikulum darurat atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. “Semua jenjang pendidikan pada kondisi khusus dapat memilih dari tiga opsi kurikulum tersebut,” terang Mendikbud. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top