Pesawat Air India Express Jatuh: 18 Tewas, Ratusan Luka-luka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pesawat Air India Express Jatuh: 18 Tewas, Ratusan Luka-luka


TERBELAH DUA. Pesawat Air India Express terbelah dua setelah jatuh di Bandara Internasional Calicut, Kerala, India, Jumat (7/8) malam. (FOTO: AFP via Channel News Asia/JawaPos.com)

PERISTIWA/CRIME

Pesawat Air India Express Jatuh: 18 Tewas, Ratusan Luka-luka


KERALA, TIMEXKUPANG.com-Pesawat Air India Express Boeing 737 jatuh di India Selatan, setelah menempuh perjalanan dari Dubai. Pesawat yang terbelah dua itu tersentak angin kencang saat mendekati Kota Kozhikode, India, pada Jumat malam (7/8).

Atas insiden nahas tersebut, sedikitnya 18 orang dikabarkan tewas, termasuk sang pilot dan co-pilot. Selain itu, 100 orang lainnya terluka, dan 16 orang di antaranya dilaporkan luka parah.

Dikutip dari Channel News Asia, pesawat itu terjauh 100 meter dari landasan pacu. Beruntung pesawat jenis Boeing 737 itu tidak terbakar.

Pejabat otoritas setempat mengatakan bahwa terdapat 191 penumpang dan awak di dalam pesawat. Menurut laporan AFP, dari daftar pasien korban tewas terdapat bayi berusia 10 bulan dan balita berusia 18 bulan.

K Gopalakrishnan, Kepala Distrik Malappuram di negara bagian selatan Kerala, kepada Reuters mengatakan, salah satu dari dua pilot yang tewas dalam kecelakaan itu bernama Deepak Sathe. Dia adalah mantan pilot pesawat tempur Angkatan Udara.

“Semua penumpang telah dirawat di berbagai rumah sakit. Mereka juga sedang diuji untuk Covid-19,” kata Gopalakrishnan seperti dilansir dari Channel News Asia, Minggu (9/8).

Dilansir AFP, otopsi jenazah akan dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19. Polisi senior setempat Abdul Karim mengatakan, 15 penumpang dalam kondisi serius dan dirawat di rumah sakit setempat.

Media India mengutip data dari situs web pelacak penerbangan yang menunjukkan bahwa pesawat tersebut tampaknya sudah berusaha untuk mendarat dua kali. Akhirnya pesawat jatuh yang tak jauh dari permukiman.

Alhasil penduduk mencoba mengevakuasi korban dari reruntuhan dalam gelap dan hujan. Beberapa orang di dalamnya harus diselamatkan dengan peralatan khusus.

“Penduduk setempat bergegas ke tempat itu setelah mendengar suara dentuman,” kata seorang petugas penyelamat.

“Awalnya, orang-orang membawa yang terluka ke rumah sakit dengan mobil mereka. Kemudian layanan darurat mengambil alih,” kata saksi mata.

Saksi lainnya mengatakan, dia mencoba membawa bayi yang terluka parah ke rumah sakit. Sayannya upaya itu tidak kesampaian karena sang bayi tidak selamat saat dalam perjalanan. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top