Dua Pekan Premium Langka di Kefamenanu, Ada Apa? | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dua Pekan Premium Langka di Kefamenanu, Ada Apa?


ANTREAN. Sejumlah kendaraan bermotor tampak mengantre di salah satu SPBU di Kefamenanu, TTU untuk mendapatkan BBM jenis premium. Dalam dua pekan terakhir, BBM jenis premium langka di Kefamenanu. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Dua Pekan Premium Langka di Kefamenanu, Ada Apa?


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (bensin) mendadak langka di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Pasokan BBM jenis Premium di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kefamenanu tidak mampu melayani kebutuhan masyarakat setempat.

Terpantau Timor Express, dalam dua pekan terakhir, antrean panjang kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat untuk mengisi BBM jenis premium di tiga SPBU yang ada di Kota Kefamenanu itu menjadi pemandangan harian yang tak terelakkan. Hal ini menimbulkan keluhan masyarakat, terutama yang membutuhkan bahan bakar jenis premium. Mereka kesulitan mendapatkan premium meski telah melakukan antrean berjam-jam.

Felix Bana, Warga Kota Kefamenanu kepada Timor Express, Minggu (9/8) mengeluhkan kelangkaan BBM bersubsidi jenis premium yang terjadi dalam dua pekan belakangan ini.

Menurut Felix, kuota BBM jenis premium di tiga SPBU yang ada di Kota Kefamenanu sangat terbatas. Warga harus mengantre sejak pagi di SPBU untuk memperoleh premium. Sementara warga yang tidak memperoleh jatah BBM bersubsidi jenis premium terpaksa harus merogoh kocek lebih untuk membeli BBM jenis pertalite, Pertamax, atau membeli BBM eceran di pinggir jalan.

Felix mengatakan, kelangkaan BBM jenis premium tersebut sangat menghambat aktivitas dan berdampak pada ekonomi warga. Terutama pengusaha jasa angkutan umum, baik itu kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

“Sudah dua minggu belakangan ini kami sangat sulit untuk dapat bensin. Kita mau antre dari pagi hari juga kadang tidak dapat karena stok terbatas,” keluh Felix.

Felix pun meminta Pemerintah Daerah bersama pengelola SPBU untuk bisa mengatur penjualan BBM bersubsidi kepada masyarakat sehingga adanya pemerataan dalam pemenuhan kebutuhan akan premium.

Warga lainnya, Hubertus Elu, kepada Timor Express, Minggu (9/8) juga mengeluhkan hal yang sama.

Stok BBM bersubsidi jenis premium selalu saja kosong. Jika ada stok, maka antrean kendaraan yang akan mengisi BBM bersubsidi jenis premium di SPBU sangat panjang. Hal tersebut jelas sangat menghambat aktivitas sehari-hari.

“Sudah dua minggu ini kami sulit sekali dapat jatah BBM bersubsidi jenis premium. Stok selalu habis. Kalau stok ada, pasti antrean di SPBU panjang. Mereka bilang kuota terbatas. Kami punya aktivitas terhambat karena harus antre sejak pagi baru bisa dapat BBM premium,” jelasnya.

Ia berharap kondisi tersebut dapat segera berakhir dan warga bisa memperoleh BBM bersubsidi jenis premium tanpa harus mengantre berjam-jam. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, maka aktivitas keseharian warga akan sangat terganggu dan roda perekonomian skala kecil tentu terhambat.

Direktur SPBU 03 Kefamenanu, Neti Sadukh mengatakan, dalam dua pekan ini, kuota BBM bersubsidi jenis premium yang diterima pihaknya sangat terbatas.

Dikatakan, dalam sehari, pihaknya hanya memperoleh jatah lima ton BBM bersubsidi jenis premium dari Pertamina Kupang. Padahal, biasanya, pihaknya bisa memperoleh hingga 16 ton dalam sehari.

“Memang benar, sudah dua minggu ini kuota BBM jenis premium sangat terbatas. Kami hanya memperoleh 5 ton, sementara dua SPBU lainnya masing-masing memperoleh stok 8 ton. Jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan dengan jumlah kuota BBM bersubsidi jenis premium yang diterima masing-masing SPBU sebelumnya. Kuota sebelumnya bisa diminta hingga 16 ton per hari. Namun sejak dua pekan ini kota yang dikirim sangat sedikit,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top