PLN Percepat Sertifikasi Aset | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PLN Percepat Sertifikasi Aset


IST TANDA TANGAN. Pelaksanaan penandatangan kerja sama antara manajemen PLN UIW NTT dan Kanwil BPN NTT bertempat di Hotel Neo Aston Kupang, Jumat (7/8).

Advetorial

PLN Percepat Sertifikasi Aset


Bangun PKS dengan Kanwil BPN NTT

KUPANG, TIMEX- PLN melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Kantor Pertanahan se-Provinsi NTT. Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat pengamanan aset yang dimiliki oleh PLN.

Dengan disaksikan secara virtual zoom oleh Executive Vice President Pengamanan dan Pemeliharaan Aset Properti PT PLN (Persero) diwakili Andreas Heru, penandatanganan kerja sama (PKS) tersebut dilakukan dengan mengusung tema “Pelaksanaan Kerja Sama di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang” PLN UIW NTT, PLN UIP Nusra dengan BPN Provinsi NTT, bertempat di Hotel Neo Kupang, Jumat (7/8).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Agustinus Jatmiko menyampaikan rasa bahagia sekaligus gembira atas terselenggaranya kerja sama tersebut. Kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mengamankan, memelihara dan mendayagunakan aset tanah dan properti yang dimiliki oleh PLN. Hal tersebut bertujuan untuk masa depan penyediaan tenaga listrik bagi seluruh rakyat Indonesia yang lebih baik.

“Sampai dengan akhir tahun 2019, PLN di NTT memiliki 453 persil tanah yang terdiri dari 188 persil tanah (41,50 persen) sudah bersertifikat dan 267 persil tanah (58,94 persen) belum bersertifikat,” kata Jatmiko.

Lebih lanjut GM PLN UIW NTT ini mengatakan, tahun 2020 ini, PLN merencanakan program sertifikasi tanah dengan target sebanyak 155 persil sertifikasi baru. Karena itu, kata Jatmiko, pada akhir tahun 2020 nanti, aset bersertifikat sudah mencapai 75,71 persen.

Aset-aset di PLN terbagi dua yakni aset yang dibangun oleh PLN UIP seperti pembangunan pembangkitan, gardu induk dan transmisi dan aset-aset yang dikelola oleh PLN UIW NTT seperti aset-aset distribusi. “Dengan melegalkan aset-aset yang dikelola PLN, maka memperkuat posisi PLN dalam mengelola aset-aset tersebut untuk melayani kebutuhan energi listrik masyarakat NTT. Semoga kerja sama yang sudah dijalin berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang bermanfaat,” imbuhnya.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara, Yuyun Mimbar Saputra menyampaikan bahwa dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan harus memenuhi sejumlah persyaratan. Dan salah satunya yakni sertifikasi tanah. “Karena setelah kami selesai melaksanakan pekerjaan akan diserahkan ke PT PLN (Persero) UIW NTT untuk dioperasikan. Dengan adanya PKS ini maka akan mempercepat proses penerbitan sertifikat,” kata Yuyun Mimbar Saputra.

Sementara itu, Executive Vice President Pengamanan dan Pemeliharaan Aset Properti PLN Pusat yang diwakili, Andreas Heru mengatakan PLN sebagai BUMN dan agen pembangunan akan terus membutuhkan perluasan lahan guna menunjang Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan (PIK). Tanah akan menjadi komoditi sehingga penyediaan lahan akan semakin sulit dan harga semakin mahal oleh karena itu PLN akan terus berupaya untuk melakukan legalisasi aset-aset yang dimiliki.

“PLN dan BPN akan melakukan kerjasama untuk mendukung pembagunan di NTT, harapan kami sampai dengan akhir tahun 2020 75 persen persil tanah di NTT tersertifikasi baru, maupun perpanjangan atau pembaharuan sertifikat dan dukungan atas persil yang dikuasai PLN dan dukungan terhadap program-program strategis PLN. Terima kasih atas dukungan semua pihak untuk terselenggaranya PKS hari ini” ungkap Andreas

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kakanwil BPN)Provinsi NTT, Jaconias Walalayo sangat mendukung PKS yang sudah dilakukan itu. Ini merupakan kelanjutan dari PKS PT PLN (Persero) dengan BPN di Jakarta pada November 2019 lalu. “PKS ini merupakan wujud sinergitas PLN dan BPN dan ada tanggung jawab besar yang harus diselesaikan. Kami berharap semua Kepala Kantor Pertanahan di Kota dan Kabupaten di NTT tetap mendukung PLN untuk proses penerbitan sertifikat baru maupun perpanjangan dan pembaruan sertifikat persil,” ujar Jaconias Walalayo.

Dikatakan juga bahwa hingga minggu kedua November nanti sudah tersertifikasi aset-aset PLN sebagaimana data-data yang akan disampaikan oleh PLN. Karena hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab kepada negara untuk melegalkan aset-aset negara, imbuhnya

Pada kesempatan ini, secara simbolis diserahkan perencanaan data sertifikasi persil tanah lainnya untuk dapat diproses lebih lanjut antara lain 200 persil untuk sertifikasi baru dan perpanjangan dan pembaharuan 116 persil. (*/gat)

Komentar Pembaca

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

Populer

To Top