FH Undana Kupang Catat Sejarah Lahirkan Dekan Perempuan Pertama: Dr. Reny Masu, SH., MH | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

FH Undana Kupang Catat Sejarah Lahirkan Dekan Perempuan Pertama: Dr. Reny Masu, SH., MH


PEREMPUAN MEMBANGGAKAN. Dr. Reny Masu, SH., MH, Dekan FH Undana. (FOTO: ISTIMEWA)

PENDIDIKAN

FH Undana Kupang Catat Sejarah Lahirkan Dekan Perempuan Pertama: Dr. Reny Masu, SH., MH


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D melantik dan mengambil sumpah sejumlah pejabat di lingkungan perguruan tinggi negeri pertama di NTT itu, Selasa (11/8).

Yang menarik pada pelantikan yang berlangsung di Aula Lantai III Gedung Rektorat Kampus Undana Penfui, Jl. Adi Sucipto itu, Prof. Fred Benu melantik dan mengambil sumpah Dr. Reny Masu, SH., MH, sebagai Dekan Fakultas Hukum (FH), yang merupakan dekan perempuan pertama dalam sejarah hadirnya fakultas di bidang hukum itu. Dr. Reny Masu menjabat Dekan FH untuk periode 2020-2024.

Pelantikan dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dan jumlah peserta yang menghadiri pelantikan itu pun dibatasi. Sejak FH Undana Kupang terpisah dari Fakultas Ketatanegaraan, Ketataniagaan dan Hukum (FKKH) tahun 1982 lalu, FH Undana Kupang selalu dipimpin dekan laki-laki.

Kini Dr. Reny Masu, mencatatkan namanya dalam sejarah fakultas ini sebagai sosok perempuan berprestasi yang terpilih menjadi dekan pada rapat senat FH Undana yang dihadiri Rektor Undana Kupang akhir Juli 2020 lalu.

Dalam pemilihan dekan saat itu, jebolan FH Undana Kupang tahun 1987 ini meraih 18 suara dari 23 suara anggota senat ditambah 35 persen suara Rektor Undana.

Dr. Reny Masu mengalahkan dua kandidat lainnya, masing-masing Dr. Aksi Sinurat, SH., MH, dan Dr. D. W. Thadeus, SH., MH.

Usai dilantik Rektor Undana, siang tadi (11/8), Dr. Reny Masu kepada wartawan menyatakan siap menjalankan tugas dan kepercayaan yang diberikan pimpinan kepadanya.

Akademisi yang juga Ketua Bidang Perempuan dan Anak Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi NTT ini memiliki sejumlah agenda yang segera dijalankan di FH Undana Kupang. “Ciri Undana adalah pertanian lahan kering, kepulauan dan pariwisata, maka perlu pencirian ilmu hukum untuk ketiga bidang ini. Perlu optimalisasi,” tandas mantan aktivis GMKI Cabang Kupang ini.

Mantan Ketua Bagian Hukum Acara FH Undana Kupang ini juga mengoptimalkan sumber daya manusia di kampusnya untuk pengembangan FH Undana Kupang.

“Kami berupaya memperkuat sumber daya yang ada untuk bisa mengakses kegiatan terkait pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian secara online,” tandas Dr. Reny Masu.

Ia pun bertekad menghasilkan out put yang legal problem solving serta memadukan ilmu hukum teori dan ilmu hukum praktis.

Perjalanan panjang menjadi Dekan FH Undana Kupang dirintis Dr. Reny Masu dengan menjadi CPNS Dosen FH Undana Kupang tahun 1989 silam.

Dr. Reny Masu mengawali perjalanannya dengan menempuh pendidikan formal di SD Oetete Kupang dan tamat tahun 1976, lalu SMPN 2 Kupang (tamat 1979), lalu tahun 1982, Dr. Reny Masu menamatkan pendidikan di SMAN 1 Kupang. Ia kemudian meneruskan pendidikan di FH Undana hingga tamat tahun 1987.

Tahun 1990, Undana Kupang mengangkat Reny Masu menjadi tenaga pendidik tetap dengan status sebagai PNS. Beberapa tahun mengabdi di almamater, Reny Masu melanjutkan studi S2 di FH Universitas Indonesia dan tamat tahun 1998.

Pada November 2019 lalu, Reny Masu meraih gelar doktor ilmu hukum di Universitas Airlangga Surabaya dan kembali mengajar di FH Undana Kupang. 33 tahun kemudian, anak kandung FH Undana ini sukses terpilih sebagai dekan perempuan pertama, dan dipericaya untuk menahkodai fakultas ini hingga empat tahun ke depan (2020-2024).

Untuk mengembangkan FH Undana, Reny Masu menyatakan siap bersinergi dengan berbagai pihak serta berjanji menciptakan suasana kampus yang kondusif dan harmonis dengan seluruh perangkat di fakultas itu. (il/aln)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top