Sidang Tertutup 6 Jam, Viva Mateke Terima Penjelasan KPU Belu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Sidang Tertutup 6 Jam, Viva Mateke Terima Penjelasan KPU Belu


MUSYAWARAH. Suasana sidang musyawarah yang berlangsung tertutup dipimpin Ketua Bawaslu Belu, Andreas Parera, dihadiri pihak pemohon (Viva-Mateke), dan pihak termohon (KPU Belu), di kantor Bawaslu Belu, Senin (10/8). (FOTO: JOHNI SIKI/TIMEX)

POLITIK

Sidang Tertutup 6 Jam, Viva Mateke Terima Penjelasan KPU Belu


Sidang Musyawarah Penyelesaian Sengketa Pilkada Belu di Bawaslu 

ATAMBUA, TIMEXKUPANG.com–Gugatan sengketa Pilkada Belu jalur perseorangan oleh bakal pasangan calon Vinsensius Loe dan Arnaldo Da Silva Tavares (Paket Viva Mateke) berakhir dengan sikap menerima hasil penjelasan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Belu.

Sidang Musyawarah Penyelesaian Sengketa yang berlangsung di ruang Ketua Bawaslu Belu, Senin (10/8) itu berlangsung tertutup dengan pengawalan ketat anggota Polres Belu. Sidang yang berlangsung lebih kurang enam jam, dari pukul 10.00 – 16.00 Wita itu dipadati massa pendukung paket Viva Mateke.

Musyawarah mufakat yang dipimpin Ketua Bawaslu Belu, Andreas Parera, didampingi anggota Maria Gisela Lumis, dan Agustinus Bau itu dihadiri pihak pemohon, yakni Vinsensius Loe dan Arnaldo Da Silva Tavares, dan KPU sebagai pihak termohon. Ketua KPU Belu, Mikhael Nahak, Divisi Hukum Yakobus Fahik Nahak, Divisi Teknis Yoni Aryanto Neolaka, dan Divisi Data Stefen Ata Pala hadir dalam sidang musyawarah itu.

Usai sidang, Ketua Bawaslu Belu, Andreas Parera menyampaikan terima kasih untuk kedua pihak, baik pelapor dan terlapor yang sudah bersepakat dan saling menerima dalam proses mediasi yang dikukuhkan melalui berita acara. Kendati hasil kesepakatan musyawarah mufakat tidak langsung diumumkan karena pertimbangan keamanan menghindari terjadinya keributan.

“Sidang sengketa dilakukan tertutup tetapi hasilnya terbuka. Kita tidak langsung umunkan hasil karena sudah disepakati untuk disampaikan di Sekretariat Viva Mateke,” jelas Andreas Parera.

Andreas menjelaskan, musyawarah mufakat yang sudah menghasilkan kesepakatan kedua pihak maka proses sengketa dinyatakan selesai. Tidak lagi berlanjut ke tahapan musyawarah terbuka. Hasil keputusan sengketa sidang Pilkada tentu ada yang senang dan tidak tetapi harus diterima. Sebab itulah keputusan yang dilakukan sesuai mekanisme dan aturan hukum yang berlaku.

“Bawaslu sebagai pimpinan musyawarah hanya mediasi jalannya musyawarah mufakat. Keputusannya sangat tergantung dari pemohon dan termohon,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan calon perseorangan pasangan Vinsen Loe dan`Arnaldo Da Silva Tavares (Viva Mateke) mengajukan gugatan sengketa kepada KPU Belu melalui Bawaslu. Pokok keberatan Viva Mateke terhadap hasil berita acara penolakan KPU terhadap jumlah dukungan perbaikan karena tidak memenuhi syarat dukungan setelah dilakukan penelitian dan pencermatan ulang. Sementara Viva Mateke menilai KPU tidak adil merugikan paketnya sehingga mengajukan gugatan sengketa di Bawaslu Belu. (mg33)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top