Jaksa Pinangki Jadi Tersangka, Diduga Terima Rp 7 Miliar dari Djoko Tjandra | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jaksa Pinangki Jadi Tersangka, Diduga Terima Rp 7 Miliar dari Djoko Tjandra


Jaksa Pinangki Sirna Malasari (tengah) dan kuasa hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking (kiri). (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Jaksa Pinangki Jadi Tersangka, Diduga Terima Rp 7 Miliar dari Djoko Tjandra


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung, Pinangki Sirna Malasari telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Pinangki diduga menerima aliran uang sebesar USD 500.000 atau setara Rp 7 miliar dari terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra.

“Sementara kemarin yang beredar di media maupun hasil pemeriksaan pengawasan itu kan diduga sekitar USD 500 ribu. Kalau di rupiahkan kira-kira Rp 7 miliar. Silakan dihitung karena fluktuasi nilai dolar kita tidak bisa pastikan, tetapi dugaannya sekitar USD 500 ribu,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono di kantornya, Rabu (12/8).

Hari menyampaikan, penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus akan mengembangkan perkara yang menjerat Pinangki. Tidak menutup kemungkinan, sejumlah pihak yang terlibat akan dimintai keterangan.

“Tentu penyidik akan mengupas atau mendalami siapa saja yang berperan dalam hal pasal yang disangkakan terhdap tersangka,” cetus Hari.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Jaksa Pinangki langsung ditangkap dan ditahan di rumah tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Agung untuk 20 hari ke depan. Penetapan tersangka terhadap Pinangki setelah penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus memeriksa empat orang saksi.

“Proses setelah ditetapkan tersangka kemudian tim penyidik melakukan penangkapan berjalan dengan baik dan kooperatif. Sehingga semalam langsung dibawa ke Kejagung atau Bidang Pidsus tepatnya penyidikan pemeriksaan terhadap tersangka, dilakukan penahanan terhadap tersangka di Rutan Salemba cabang Kejagung,” ucap Hari.

Kendati demikian, kata Heri, Pinangki bakal dipindahkan penahanannya di Rutan khusus wanita Pondok Bambu. Namun, tak menjelaskan rinci kapan Pinangki akan dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu. “Tentu selama proses akan dipindahkan ke Rutan khusus wanita di Pondok Bambu,” tandasnya.

Pada Senin (10/8) kemarin, Kejagung telah menerbitkan surat perintah dimulainya penyidikan (Sprindik) yang tertuang dalam Print-47/F.2/Fd,2/08/2020. Sprindik itu dikeluarkan berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Jaksa Pinangki dari bidang pengawasan.

Kejagung menduga, Pinangki menerima hadiah atau janji terkait jabatannya sebagai Jaksa pada Kejaksaan Agung. Pinangki diduga menerima uang sebesar 500.000 USD. Namun, penyidik pada Kejaksaan Agung masih melakukan pendalaman terkait penerimaan hadiah atau janji terhadap Pinangki. Pinangki disangkakan Pasal 5 Ayat (2) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top