Labuan Bajo Menuju Wisata Premium | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Labuan Bajo Menuju Wisata Premium


BERCIRI LOKAL. Desain dermaga apung di Loh Buaya, Pulau Rinca, Manggarai Barat. (ISTIMEWA)

Advetorial

Labuan Bajo Menuju Wisata Premium


LABUAN Bajo berada di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Daerah yang saat ini sedang berbenah menyimpan jutaan potensi yang bisa dikembangkan dan dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi masyarakat. Saat ini ada beberapa program pemerintah, terutama pemerintah pusat yang bertujuan untuk mengembangkan Manggarai Barat terkhusus Labuan Bajo dan sekitarnya untuk menjadi kawasan wisata premium.

Pengembangan Kawasan wisata premium ini diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo saat berkunjung ke Labuan Bajo pada Juli 2019. Hal ini seiring dengan pengembangan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Indonesia, dan diantara 10 KSPN tersebut, terdapat 5 KSPN Super Prioritas dimana Labuan Bajo merupakan salah satu diantaranya.

Pengembangan KSPN di Labuan Bajo terdiri dari beberapa sektor, seperti pembangunan hotel-hotel berbintang yang bisa memanjakan wisatawan ketika berkunjung ke Labuan Bajo. Selain itu, pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Pemerintah di bawah Kementerian PUPR pada beberapa sektor. Pembangunan tersebut seperti yang saat ini sedang dilakukan dalam Kota Labuan Bajo yaitu peningkatan jalan yang diharapkan dapat mendukung arah pengembangan Labuan Bajo ke depan. Selain itu juga di sektor pengembangan kawasan ada pembangunan pusat souvenir, kesenian dan viewing deck Puncak Waringin, yang kelak menjadi tempat paran pelaku UKM menjajakan souvenir dan oleh-oleh khas Labuan Bajo sekaligus tempat berkumpul dan menikmati indahnya Labuan Bajo dari atas bukit.

Selain Puncak Waringin, sekarang juga dilaksanakan pembangunan kawasan Gua Cermin. Kawasan ini akan disulap menjadi kawasan wisata alami yang diharapkan lebih menyatu dengan alam. Di lokasi ini juga akan dibangun beberpa fasilitas penunjang seperti kantin, pusat oleh-oleh, dan ruang untuk berkumpul masyarakat dan wisatawan.

Pengembangan kawasan lainnya yang saat ini dicanangkan yaitu pembangunan waterfront. Pembangunan ini diharapkan menjadi satu ruang publik baru untuk masyarakat Labuan Bajo. Keunikan Pantai Labuan Bajo sangat memikat, terutama pada saat sunset/metahari tenggelam. Di pantai lain mungkin kita hanya menjumpai matahari yang seolah tenggelam di lautan, tapi di Labuan Bajo kita menemukan sunset di pantai yang berpadu dengan bentangan pulau-pulau serta siluet kapal pinisi yang indah. Hal ini menjadi satu nilai jual yang susah ditemukan di tempat lain. Ini menjadi nilai jual tersendiri ketika kelak waterfront telah jadi dan menjadi kawasan terbuka untuk masyarakat dan wisatawan bercengkrama bahkan mungkin berkreasi dan menemukan ide-ide baru.

Selain di kawasan Labuan Bajo, tak lupa juga Pemerintah memikirkan satu kawasan yang menjadi nilai jual utama NTT bahkan Indonesia yaitu Taman Nasional Komodo (TNK). Taman nasional dengan beberapa pulau dan kawasan laut ini memiliki daya tarik wisatawan yang luar biasa.

Desan pengembangan Pulau Rinca, TNK, Manggarai Barat. (ISTIMEWA)

Pada saat Presiden berkunjung ke salah satu pulau yaitu Pulau Rinca tepatnya di Loh Buaya yang merupakan Kawasan TNK, Presiden melihat beberpa hal yang perlu mendapat pembenahan. Mulai dari kapasitas pelabuhan dan fasilitas pendukungnya yang dinilai tidak seragam dan kurang alami serta tidak mencerminkan budaya Manggarai Barat. Fasilitas yang terbangun saat ini merupakan aset Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di bawah wilayah Balai Taman Nasional Komodo.

Bangunan yang ada saat ini adalah dermaga, jalan setapak, kantor pengelola, kantin, penginapan ranger, penginapan peneliti, dapur, dan rumah genset yang posisinya tidak saling menyatu antara satu dengan yang lain. Ke depannya bangunan ini akan disatukan menjadi satu pusat informasi yang dikemas alami serta menyediakan kantor pengelola serta fasilitas yang mendukung kegiatan wisatawan yang berkunjung ke Loh Buaya, Pulau Rinca. Selain itu akan dibangun penginapan untuk peneliti dan ranger yang bertugas di Loh Buaya yang mengadopsi model rumah adat Manggarai dengan finishing kayu pada dinding serta alang-alang di bagian atap.

Di sisi laut akan dibangun dermaga yang merupakan peningkatan dari dermaga yang ada saat ini. Dermaga ini dibuat dengan konsep tongkat ranger/lidah komodo yang bercabang dimana pada bagian lantai dermaga dibalut dengan material kayu serta terdapat gazebo pada sisi darat dermaga sebagai tempat istirahat dan berteduh para pengunjung yang mengadopsi desain rumah adat Manggarai.

Pada dermaga tersebut juga dilengkapi dengan dermaga apung yang memudahkan pengunjung berpindah dari kapal ke dermaga saat air bergerak surut. Di tengah percabangan ujung dermaga akan dibuat satu patung perunggu yang menggambarkan komodo yang sedang bertarung. Ini akan lebih menguatkan kharisma Loh Buaya yang merupakan salah satu lokasi di mana Komodo sang satwa purba ini berada. Untuk menghubungkan dermaga, penginapan ranger dan peneliti serta pusat informasi, maka akan dibuat satu jaringan elevated deck yang merupakan peningkatan dari jalan setapak yang telah ada saat ini.

Elevated Deck ini dibangan setinggi dua meter dari permukaan tanah yang diharapkan agar seluruh satwa liar yang ada di Loh Buaya Pulau Rinca dapat bergerak bebas di bawahnya tanpa kontak dengan pengunjung. Seluruh bangunan di Loh Buaya Pulau Rinca ini merupakan peningkatan dari bangunan yang sudah ada sebelumnya guna mendukung peningkatan kapasitas tampung dan kenyamanan wisatawan.

Dalam peningkatan infrastruktur wisata di Loh Buaya Pulau Rinca dilakukan Kerjasama antara KLHK dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selama proses desain dan rencana pelaksanaan juga melibatkan pihak Taman Nasional Komodo sebagai sumber informasi dalam mendesain kawasan tersebut. Selain itu dalam proses perencanaan juga melakukan diskusi dengan pihak pemerintah daerah, masyarakat dan pemerhati lingkungan di Manggarai Barat. (*)

Komentar Pembaca

Komentar

Berita lainnya Advetorial

Populer

To Top