Matim Dapat Bantuan Pembangunan 17 Tower BTS dari Kemenkominfo | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Matim Dapat Bantuan Pembangunan 17 Tower BTS dari Kemenkominfo


Kadis Kominfo Matim, Boni Sai. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Matim Dapat Bantuan Pembangunan 17 Tower BTS dari Kemenkominfo


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskomimfo), terus berbenah dalam upaya meningkatkan sarana komunikasi di wilayah ini. Tahun ini, Pemkab Matim membangun tower Base Transceiver Station (BTS) di 17 titik.

“Tahun ini kita bangun tower BTS di 17 wilayah desa yang hingga saat ini belum terjangkau sinyal telepon dan internet (blank spot). Karena kabupaten Matim ini masih banyak wilayah desa yang belum ada sinyal,” ujar Kepala Dinas Kominfo Matim, Boni Sai, kepada TIMEXKUPANG.com, di Borong, Selasa (11/8).

Menurut Boni, pembangunan BTS di 17 titik ini merupakan program bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo, atas usulan dari Pemkab Matim.

“Hanya untuk pelaksanaan di lapangan, pemerintah pusat menugaskan PT Zul sebagai pihak ketiga. Sangat besar harapan kami, program ini berjalan dengan baik,” kata Boni.

Boni mengatakan, untuk kegiatan pembangunan sudah dimulai dengan melakukan survei. “Tinggal saja langkah berikutnya untuk pendropingan material dan pemasangan tower BTS pada 17 titik desa,” tambahnya.

Boni Sai menyebutkan, 17 titik pembangunan tower BTS itu menyebar di empat kecamatan. Diantaranya Kecamatan Lamba Leda (dibangun 2 tower BTS), Kecamatan Sambi Rampas (3 tower), Borong (1 tower), Elar (7 tower), dan Kecamatan Elar Selatan (4 tower). Radius atau jangkauan dari tower mini BTS itu hingga mencapai 10 kilometer.

“Pemakaian dengan BTS ini biayanya cukup murah dan hanya khusus untuk jaringan XL. Khusus untuk wilayah kecamatan Borong, ada di desa Compang Ndejing. Tapi karena wilayah itu sudah bisa akses jaringan Telkomsel, maka jatah BTS akan kami usul untuk pindah ke Desa Compang Teber, kecamatan Rana Mese,” jelas Boni.

Boni menuturkan, wilayah di Matim yang masih banyak belum bisa mengakses jaringan telepon dan internet, ada di Kecamatan Elar Selatan, Kecamatan Elar, dan Kecamatan Sambi Rampas. Di Kecamatan Kota komba tinggal dua desa, yakni Desa Golo Nderu, dan Gunung Baru. Sementara Kecamatan Borong, tersisa satu desa yang masih blank spot, yakni Desa Compang Teber.

“Untuk desa-desa lainnya yang belum ada sinyal, kami akan kembali buat usulan. Dengan harapan, pemerintah pusat bisa akomodir. Sehingga ke depan seluruh wilayah di Matim terjangkau jaringan komunikasi, sehingga semakin mudah dan lancar,” ujarnya.

Boni menambahkan, tahun 2019 lalu, Kementerian Kominfo telah mengalokasi bantuan yang sama di Matim. Namun jumlah bantuan tower BTS itu hanya untuk tiga titik blank spot. Dimana diprioritaskan untuk wilayah Elar Selatan tepatnya di Desa Sangan Kalo. Sementara dua titik lainya di wilayah kecamatan Kota Komba. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top