Modus Jasa Ojek, Bernadus Bura Cabuli Gadis Desa Natakoli | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Modus Jasa Ojek, Bernadus Bura Cabuli Gadis Desa Natakoli


JANGAN DITIRU. Bernadus Bura Gela, diduga pelaku cabul. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Modus Jasa Ojek, Bernadus Bura Cabuli Gadis Desa Natakoli


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Perilaku Bernadus Bura Gela, 30, pria asal Keluarahan Wairotang, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka ini tak patut ditiru. Bagaimana tidak, dengan bermodal dusta (modus) menawari jasa ojek kepada AAs, 22, gadis asal Namang Hebar, Desa Natakoli, Kecamatan Mapitara, Bernadus nekad melakukan tindakan cabul.

Berdasarkan penjelasan Kapolres Sikka, AKBP Sajimin, kejadian ini menimpa AAs pada Jumat (7/8) sekira pukul 18.45 Wita, akhir pekan lalu.

Menurut Sajimin, berdasarkan laporan polisi yang disampaikan oleh korban AAs, kejadian ini bermula ketika ia ditawari oleh pelaku untuk mengantar pulang ke rumah dengan sepeda motor.

Saat itu, kata Sajimin, sekitar pukul 18.30 Wita, AAs melintas di jalan Gajah Mada, tepatnya di depan salah satu dealer sepeda motor saat hendak pulang ke rumahnya. Tiba-tiba datang Bernadus dan menawarkan ojek untuk menghantar pulang AAs ke rumahnya.

Tawaran itu ditolak AAs. Tetapi Bernadus tetap memaksa AAs untuk naik ke sepeda motornya. Tak cuma itu, Bernadus juga mengajak AAs untuk berpacaran, namun AAs menolak. AAs menyatakan ia hanya mau berteman saja.

Atas jawaban itu, lanjut Sajimin, Bernadus menyatakan ia mau berteman, dan bersamaan dengan itu, AAs pun bersedia untuk diantar pulang ke rumah dengan sepeda motor pelaku.

Ternyata dalam perjalanan, pikiran cabul Bernadus bekerja. Ia bukannya mengantar pulang si gadis ke rumah, malah membawa korban ke tempat sepi, tepatnya di jalan Raja Centis, arah Bukit Nilo. Di lokasi itu, Bernadus menghentikan sepeda motornya lalu turun.

Disaat itulah, sebut Kapolres, Bernadus melancarkan aksi cabulnya terhadap korban. Merasa kehormatannya sebagai perempuan dinodai, AAs pun meronta dan melawan. Bernadus yang dikuasai nafsu jahat berusaha membanting AAs ke aspal, dan mengancam kalau melawan nyawa jadi taruhan. “Bernadus mengancam akan membunuh Aleksia,” ungkap Sajimin.

Atas kejadian itu, kata Sajimin, AAs melaporkan Bernadus ke SPKT Polres Sikka pada Selasa (11/8). Aparat Polres Sikka merespon laporan korban dengan membuat laporan polisi diikuti dengan melakukan penangkapan terhadap pelaku. Kini Bernadus menjalani penahanan di tahanan Polres Sikka untuk kepentingan penyidikkan.

“Peristiwa pencabulan itu terjadi pada Jumat (7/8) di ruas jalan Raja Centis, Kecamatan Alok, dan baru dilaporkan pada Selasa (11/8) ke Polres Sikka oleh korban sendiri pada pukul 12.30 Wita,” ungkap Kapolres Sikka AKBP Sajimin kepada wartawan di Maumere, Selasa (11/8).

Sajimin menyebutkan, laporan AAs itu dibuat penyidik Polres Sikka dengan Nomor: LP/180/VIII/2020/NTT/Res.Sikka. “Laporan tindak pidana pencabulan terhadap korban telah diterima polisi dan telah dibuatkan laporan polisi,” tegas Sajimin yang menambahkan, dalam laporannya korban AAs menyertakan sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top