Rebutan Pohon Asam, Nyawa Petrus Kusi Melayang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rebutan Pohon Asam, Nyawa Petrus Kusi Melayang


IDENTIFIKASI: Penyidik Polres TTU melakukan identifikasi terhadap penyebab kematian Petrus Kusi, warga Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten TTU, Rabu (12/8) siang. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Rebutan Pohon Asam, Nyawa Petrus Kusi Melayang


Kasus Pembunuhan di Desa Supun, Biboki Selatan, TTU

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Petrus Kusi, 60, warga RT 001/RW 001, Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) harus meregang nyawa di tangan Yotan Bei, 30, warga RT 006/RW 003, Desa Sainiup, Kecamatan Biboki Selatan.

Pelaku nekat menghabisi nyawa korban setelah sebelumnya korban memukul mertua pelaku, Yosep Taeki Cnae, lantaran masalah rebutan kepemilikan pohon asam. Tak terima mertuanya diperlakukan demikian, pelaku pun menegur korban. Kejadian itu berlangsung Rabu (12/8) siang tadi.

Korban yang rupanya tak terima ditegur, malah balik menendang kaki pelaku dan hendak memukul pelaku. Pelaku pun naik pitam dan memotong korban mengunakan sebilah parang. Aksi main tebas oleh pelaku ini mengenai korban di siku tangan kiri, kepala bagian belakang yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Berdasarkan pengakuan saksi Yosep Taeki Cnae –yang tak lain adalah mertua pelaku Yotan Bei– bahwa korban terlibat pertengkaran mulut dengan dirinya terkait kepemilikan sebuah pohon asam di lokasi kejadian hingga terjadi adu jotos.

Diduga karena tak terima korban memperlakukan sang mertua dengan kasar, pelaku kemudian mendatangi korban untuk menegurnya. Sayangnya niat baik pelaku tidak diterima baik oleh korban.

Bahkan korban balik menendang pelaku di kakinya dan hendak memukul pelaku dengan tangan kirinya. Akibatnya, pelaku pun terpancing emosi dan langsung mengayunkan parangnya ke arah tangan kanan korban. Tak hanya sampai di situ, pelaku terus memotong korban dengan mengunakan parangnya dan mengenai korban di siku tangan kiri, kepala dan belakang korban, sehingga korban meninggal dunia.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas ketika dikonfirmasi Timor Express di ruang kerjanya, Rabu (12/8) membenarkan peristiwa pembunuhan di Tuatoi, Desa Supun, Kecamatan Biboki Selatan itu.

Dikatakan, pihaknya telah menerima laporan masyarakat setempat atas peristiwa berdarah tersebut. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Nelson mengatakan, pihaknya telah mengamankan pelaku dan barang bukti yang kini diamankan di tahanan sel Mapolres TTU.

Selain itu juga, lanjut Nelson, aparat polisis telah memeriksa saksi yang menyaksikan langsung peristiwa pembunuhan tersebut. Pihaknya juga mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Manufui untuk kepentingan visum.

“Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami penyebab pelaku membunuh korban. Pelaku sudah diamankan di Mapolres TTU bersama barang bukti berupa parang yang digunakan untuk membunuh korban,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top