Gubernur NTT Hukum 113 Staf Pemprov Berjemur di Matahari karena Hal Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gubernur NTT Hukum 113 Staf Pemprov Berjemur di Matahari karena Hal Ini


SHOCK THERAPY. Asisten Bidang Pemerintahan Setda NTT, Benyamin Lola (kanan) memimpin apel pembubaran staf Dinas Parekraf NTT yang dihukum berjemur di halaman Depan Kantor Gubernur NTT, Jumat (14/8) pagi. (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Gubernur NTT Hukum 113 Staf Pemprov Berjemur di Matahari karena Hal Ini


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghukum sebanyak 103 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi NTT dengan berjemur panas selama tiga jam. Sanksi ini diberikan lantaram 103 pegawai itu tidak menghadiri acara penyerahan hadiah lomba kebersiahan antar dinas-instansi lingkup Pemprov NTT di Halaman Depan Kantor Gubernur NTT, Jumat (14/8).

Hukuman tersebut sebagai wujud pembinaan kepada staf yang belum sadar akan tugasnya. Para staf menjalani hukuman terhitung pukul 10:00 – 13-00 Wita, dan langsung dibubarkan Asisten Bidang Pemerintahan Setda NTT, Benyamin Lola.

Setelah membubarkan barisan pagawai yang dihukum itu, Benyamin Lola kepada TIMEXKUPANG.com mengaku hal itu dilakukan sebagai bentuk pembinaan dari pimpinan kepada staf yang belum sadar akan kebersihan lingkungan dan kantornya.

“Staf ini diberikan trauma kecil supaya membekas dan menjadi catatan bahwa kebersihan itu penting,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT ini mengatakan bahwa pariwisata merupakan salah satu dari enam dinas terkotor. Padahal seperti yang diketahui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan penggerak utama pembangunan.

“Maka pimpinan memandang perlu untuk memberikan shock therapy kepada staf bawa kebersihan itu penting untuk diri sendiri maupun banyak orang,” katanya.

Sebelum membubarkan staf dinas yang menerima hukuman itu, Benyamin mengingatkan agar selalu menjaga kebersihan perkantorannya. Gerakan moral yang mesti dimulai dari diri sendiri agar Kota Kupang dan NTT pada umumnya bisa bersih.

Sedangkan Kepala Bidang Destinasi, Dinas Parekraf NTT, Eden Klakik mengaku dinasnya tidak mengikuti kegiatan senam pagi dan pengumuman lomba kebersihan.

Ia baru mengetahui jika ada kegiatan tersebut setelah mendapat telpon dari Sat Pol PP dan ia langsung mendatangi lokasi kegiatan di halaman kantor Gubernur NTT, Jl. El Tari.

Namun saat tiba penyerahan hadiah sudah berakhir dan Gubernur NTT sementara membawakan sambutan. “Kita mendapat juara harapan III dinas terkotor antar dinas,” ungkapnya.

Atas sanksi yang diterima, sebagai staf menilai perlu mengintropeksi diri agar ketika ada kegiatan serupa tidak menunggu namun berinisiatif untuk mencari tahu ke panitia penyelenggara.

Eden berharap kepada pimpinan juga agar mengeluarkan surat edaran kepada oimpinan OPD agar ketika bertugas keluar daerah harus ada pelaksana harian sehingga koordinasi bisa berjalan baik.

“Kita yang hadir disini sebenarnya tidak tau apa-apa. Kita yang menerima hukuman ini sebanyak 113 orang,” tandasnya.

Sebelumnya hukuman berjemur di terik matahari untuk semua pejabat dan staf di Dinas Parekraf NTT ini merupakan perintah langsung Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat pengumuman pemenang lomba kebersihan antar OPD lingkup Pempov NTT.

Karena saat pengumuman itu, tak seorang pun pejabat struktural Dinas yang dipimpin Wayan Dharmawa itu hadir. Padahal, dinas itu mendapat “prestasi” sebagai salah satu OPD terkotor dari enam OPD.

“Pak Sekda panggil semua pejabat dan pimpinan di Dinas Pariwisata NTT untuk jemur di halaman kantor gubernur NTT mulai jam 10.00 sampai jam satu,” tegas Viktor pagi tadi. (mg29)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

To Top