Herman Herry Bangga dan Puji Jokowi, Pakai Baju Adat NTT Saat Pidato Kenegaraan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Herman Herry Bangga dan Puji Jokowi, Pakai Baju Adat NTT Saat Pidato Kenegaraan


SIDANG MPR. Presiden Jokowi tampak mengenakan pakaian adat Sabu-NTT saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Senayan-Jakarta, Jumat (14/8). (FOTO: SETPRES/JPNN.com)

POLITIK

Herman Herry Bangga dan Puji Jokowi, Pakai Baju Adat NTT Saat Pidato Kenegaraan


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry mengapresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang mengenakan pakaian adat suku Sabu, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat pidato kenegaraan, dalam Sidang Tahunan MPR RI dan sidang bersama DPR-DPD, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

Sebagai putra daerah asal NTT, Herman mengaku bangga dengan pakaian adat yang dipakai Presiden Jokowi tersebut. “Sebagai putra asal NTT, saya merasa bangga atas pakaian adat asal NTT yang dikenakan Bapak Presiden Jokowi saat pidato kenegaraan di DPR,” kata Herman, kepada wartawan, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/8).

Politikus asal NTT itu menilai, hal itu sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Presiden Jokowi atas keberagaman bangsa Indonesia. Menurutnya, sikap Presiden Jokowi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Kebhinekaan patut diapresiasi.

“Tentu saya mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi atas kepedulian Bapak Presiden Jokowi terhadap pakaian adat daerah di tanah air. Saya kira hal itu sebagai bentuk kepedulian Bapak Presiden Jokowi atas keberagaman dan Kebhinekaan kita bangsa Indonesia,” kata politikus Senayan yang akrab disapa HH itu.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi mengenakan baju adat suku Sabu-NTT dalam Sidang Tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).

Baju adat yang dikenakan Presiden Jokowi nampak megah dengan warna hitam yang dikombinasikan dengan corak emas khas suku Sabu-NTT. Pakaian ini memiliki nama sama dengan daerah asalnya yang mendiami Pulau Hai Rawu di Kabupaten Sabu Raijua.

BACA JUGA: Hadiri Sidang Tahunan MPR, Jokowi Kenakan Baju Adat Sabu

Baju adat suku Sabu untuk laki-laki berbeda dengan perempuan. Dimana, pada laki-laki atasannya menggunakan kemeja putih lengan panjang, sedangkan bawahannya maupun selendang yang dikenakan merupakan sarung tenun.

Selain itu pada bagian kepala terdapat ikat kepala yang disebut Lehu Ketu. Ikat kepala ini berupa mahkota dengan tiga tiang yang terbuat dari emas.

Adapun aksesoris lainnya berupa kalung disebut mutisalak, kalung habas, sepasang gelang emas, dan sabuk yang memiliki saku.

Sementara itu pada perempuan baju adat suku Sabu ini berupa kebaya dan juga dikombinasikan dengan sarung tenun yang membalut di sekeliling kebaya. Pada bagian pingga wanita suku Sabu juga dilengkapi dengan sabuk berupa pending atau ikat pinggang.

Berdasarkan Informasi yang dirilis Kantor Staf Presiden, keputusan Presiden mengenakan busana adat asal Sabu ingin menunjukkan bahwa Indonesia kaya dengan seni kriya, salah satunya tenun yang merupakan bagian dari kekayaan budaya nusantara.

Dengan mengenakan pakaian tradisional, Presiden juga ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencintai Indonesia, mencintai produk-produk Indonesia yang juga banyak diproduksi oleh masyarakat lokal/UMKM. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top