Anggaran Kementerian PUPR Tahun Depan Naik jadi Rp 149 T, Ini Peruntukkannya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Anggaran Kementerian PUPR Tahun Depan Naik jadi Rp 149 T, Ini Peruntukkannya


Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono (Baju batik) didampingi Bupati Sikka, Robi Idong meninjau pembangunan Waduk Napun Gete di Desa Ilimedo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka-NTT, dua pekan lalu. (FOTO: Istimewa)

NASIONAL

Anggaran Kementerian PUPR Tahun Depan Naik jadi Rp 149 T, Ini Peruntukkannya


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah akan menaikkan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekitar Rp 49,8 triliun, menjadi sebesar Rp 149,8 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021. Kenaikan pagu anggaran Kementerian PUPR hampir setengah dari pagu awal anggaran tahun ini yang besarnya sekira Rp 100 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, penyebab kenaikan anggaran tersebut karena anggaran tahun 2020 dipotong menjadi Rp 75,6 triliun untuk penanganan Covid-19. Selain itu, dengan adanya Covid-19 pihaknya terpaksa membagi pekerjaan sejumlah proyek infrastruktur.

“Jadi, yang tadinya single years jadi multiyears atau yang belum lelang kita jadikan prioritas pada 2021. Dengan itu maka total anggaran Rp 149,81 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2021, Jumat (14/8).

Basuki merincikan, anggaran tersebut terdiri dari Rp 34,23 triliun untuk percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi. Sisanya yang sebesar Rp 115,58 triliun dalam rangka meneruskan proyek yang belum jadi dikerjakan tahun ini.

Basuki memaparkan, anggaran akan dialokasikan untuk program ketahanan pangan atau food estate yang akan dikembangkan di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah pada 2021 sebesar Rp 10 triliun. Selain itu, untuk mendukung pembangunan kawasan industri di Batang dan Subang sekitar Rp 9,6 triliun.

BACA JUGA: Tinjau Waduk Napun Gete, Menteri PUPR Desak Tuntaskan Tahun Ini

“Untuk industri ini (PUPR) mendapat tugas untuk prasarana dasarnya seperti jalan, interchange dengan tol, kemudian sumber airnya, sanitasinya dan rumah-rumah susun untuk para pekerjanya nanti yaitu di Batang seluas 4.000 hektare (Ha) dan di Subang 1.600 Ha anggarannya sekitar Rp 9,6 triliun,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, untuk konektivitas jalan dianggarkan sebesar Rp 5,5 triliun. Kemudian, untuk bidang sumber daya air, pembangunan 47 bendungan, embung, 50.000 Ha lahan irigasi baru, 120 kilometer (km) pengendali banjir, rehabilitasi pengamanan pantai, peningkatan 250.000 Ha lahan irigasi, serta revitalisasi 5 danau prioritas anggarannya Rp 58,55 triliun.

Selanjutnya, untuk membangun 831 km jalan, 19.000 meter jembatan, 3.100 meter flyover, underpass dan terowongan, 35 km jalan bebas hambatan, serta peningkatan 1.279 km jalan nasional dan 2.171 m penggantian jembatan dialokasikan anggaran sebesar Rp 53,96 triliun.

Sementara, untuk sanitasi, persampahan, hingga rehabilitasi sekolah Rp 26,56 triliun. Untuk pembangunan 9.210 unit rumah susun, 2.440 rumah khusus dan 111.000 unit rumah swadaya dalam rangka peningkatan rumah tidak layak huni sebesar Rp 8,09 triliun. Serta, untuk dukungan manajemen Rp 2,65 triliun. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top