Pensiunan Adukan Bank Mandiri Taspen ke DPRD, Relygius Tegaskan Hal Ini | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pensiunan Adukan Bank Mandiri Taspen ke DPRD, Relygius Tegaskan Hal Ini


KLARIFIKASI. Para pensiunan dan manajamen PT. Bank Mandiri Taspen hadir pada pertemuan klarifikasi pemotongan tunjangan pensiunan bersama Komisi II dan Wakil Ketua DPRD TTS, Senin (10/8). (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

POLITIK

Pensiunan Adukan Bank Mandiri Taspen ke DPRD, Relygius Tegaskan Hal Ini


SOE, TIMEXKUPANG.com-Sejumlah pensiunan yang selama ini dana pensiunnya dibayar melalui Bank Mandiri Taspen Cabang SoE mengadukan adanya dugaan pemotongan hak mereka secara sepihak ke Komisi II DPRD TTS.

Merespon pengaduan itu, Senin (10/8), Komisi II DPRD TTS mengundang PT. Bank Mandiri Taspen bersama para pensiunan ASN untuk klarifikasi di ruang Komisi II DPRD TTS.

Nimrot Ale, salah seorang pensiunan pada kesempatan itu mengatakan beberapa bulan terakhir, ia merasa tunjangannya sebagai pensiunan ASN dipotong secara sepihak oleh PT. Bank Mandiri Taspen cabang SoE.

Pemotongan yang dilakukan jumlahnya bervariasi. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Atas kejadian itu, pihaknya mencoba melakukan klarifikasi ke pihak PT. Bank Mandiri Taspen. Meski PT. Mandiri Taspen telah memberi penjelasan, pihaknya merasa tidak puas.

Saat itu, kata Nimrot, PT. Mandiri Taspen beralasan bahwa pemotongan itu dilakukan untuk pembiayaan beras dan askes. Sementara sepengetahuan mereka, selama ini tunjangan para pensiunan itu sudah termasuk beras.

Sementara untuk pembiayaan askes, sudah dibiayai pemerintah pusat. Pihaknya semakin tidak puas, ketika tunjangan THR para pensiunan yang dibayarkan melalui PT. Bank Mandiri Taspen SoE, juga ikut dipotong. Padahal tunjangan THR tidak masuk dalam biaya beras dan juga askes.

“Kami pensiunan tidak dapat beras, tapi jatah beras kami diuangkan semua dalam tunjangan kami. Selama ini tidak potong, tapi kok beberapa bulan terakhir malah tunjangan kami di PT. Bank Mandiri Taspen SoE malah dipotong,” tanya Nimrot.

Pemotongan yang dilakukan, tanpa penjelasan sehingga pihaknya bertanya-tanya apa alasan pemotongan hak tunjangan para pensiunan di Kab TTS yang dibayarkan melalui PT. Bank Mandiri Taspen SoE.
Sementara pembayaran tunjangan para pensiunan melalui bank lain tidak dilakukan pemotongan. Setelah pihaknya mempertanyakan pemotongan itu, PT Taspen SoE menempelkan selebaran pengumuman di kantor PT. Taspen SoE, jika pemotongan itu dilakukan lantaran pembiayaan pajak PPN dan PPH.

Atas pengumuman itu, Nimrot merasa semakin aneh karena pemotongan pajak bukan baru dilakukan sejak mereka pensiun ASN, namun pemotongan pembiayaan pajak dilakukan sejak mereka menjadi pegawai hingga pensiun. “Ini yang membuat kami semakin tidak puas, sehingga kami adukan persoalan ini sampai di DPR,” tutur dia.

Frans Feo, pensiunan ASN yang tunjangannya juga ikut dipotong, mengaku sangat kesal dengan pelayanan karyawan PT. Bank Mandiri Taspen SoE. Beberapa waktu lalu ketika ia mendatangi kantor PT. Bank Mandiri Taspen untuk mencairkan tunjangannya, saat berada di depan, ia disambut karyawan di sana dan mengatakan jika tunjangannya sudah masuk dan tidak dipotong sepeserpun.

Ketika itu, kata Frans, ia meminta jumlah dana masuk, ternyata terdapat pemotongan kurang lebih Rp 65.000. Atas kejadian itu, ia meminta penjelasan dari pihak PT. Bank Mandiri Taspen SoE, namun akhirnya tidak menemui solusi dan PT. Bank Mandiri Taspen SoE saat itu memintanya untuk langsung mempertanyakan pemotongan itu di PT. Mandiri Taspen Kupang.

Karena ketidakpuasannya, ia kemudian menumpang trevel menuju PT. Mandiri Taspen Kupang. Sesampainya di sana, ia mendapat penjelasan bahwa gaji panesiunannya tidak dipotong sama sekali. Kekecewaan lain yang dirasakannya juga berkaitan dengan pelayanan administrasi di PT. Bank Mandiri Taspen SoE, karena jika pihaknya hendak meminta print rekening koran, bukan dilakukan print rekening koran bahkan diberikan catatan di kertas kecil. Sementara rekening koran berbulan-bulan baru dapat memperolehnya.

“Karena sudah dijelaskan di Kupang bahwa gaji pensiunan saya tidak dipotong, maka saya pulang ke SoE. Saya sampai di PT. Bank Mandiri SoE, saya kasi tahu jika penjelasan PT. Mandiri Taspen Kupang bahwa gaji saya tidak dipotong. Waktu itu, kepala PT. Taspen SoE telefon ke Kupang dan minta saya untuk bicara dengan pegawai di sana. Dalam perbincangan itu, malah bilang gaji saya dipotong dan saya minta alasan, malah langsung kasi mati telefon,” beber Frans.

Pimpinan PT. Bank Mandiri Taspen SoE, Agung Wisrams mengatakan sesungguhnya pihaknya sebagai bank juru bayar hak para pensiunan di TTS tidak melakukan pemotongan. Berapapun hak para pensiunan yang diberikan negara, pihaknya kangsung menyerahkannya secara utuh kepada pensiunan yang bersangkutan. “Sesungguhnya tidak ada pemotongan, karena berapa yang diberikan negara itu yang kami serahkan ke pensiunan yang bersangkutan,” katanya.

Syella Wabang Letik salah satu karyawan PT. Bank Mandiri Taspen SoE mengatakan, sesungguhnya hak para pensiunan yang disalurkan melalui PT. Bank Mandiri Taspen SoE itu tidak dilakukan pemotongan. Hanya saja, para pensiunan merasa haknya dilakukan pemotongan lantaran sebelum pensiun para pensiunan telah melakukan kredit di PT. Bank Mandiri Taspen.

Ketika yang bersangkutan telah melakukan pinjaman sebelum pensiun maka sesuai dengan sistem PT. Bank Mandiri Taspen, gaji nasabah itu tidak dipotong, karena saat dilakukan pinjaman PT. Bank Mandiri Taspen memblokir dana anggsuran selama 12 bulan.

Saat yang bersangkutan masuk dalam masa pensiun, maka terhitung saat itu akan dilakukan pemotongan gaji guna membiayai angsuran pinjaman. “Kadang ada juga yang tertunda dilakukan pemotongan, karena yang bersangkutan terlambat urus berkas pensiun untuk dimasukan ke kami. Perbedaan tunjangan antara para pensiunan, karena jumlah anak yang berbeda sehingga tunjangan tidak sama,” jelas Syella.

Amos Hana, Kasubag Ekonomi Setda TTS, pada saat itu mengatakan jika persoakan itu sebelumnya telah dimediasi Pemda TTS. Saat itu, kata Amor, PT Taspen telah mempresentasikan hak-hak para pensiunan dan juga pengurangan penghasilan yang dirasakan oleh para pensiunan yang haknya disalurkan melalui PT. Bank Mandiri Taspen, sesuai regulasi yang berlaku. “Ini sudah pertemuan yang ke dua kali. Karena sebelumnya sudah pernah bertemu di kantor bupati bersama dengan PT. Taspen Kupang dan saat itu sudah dijelaskan secara detail,” papar Amos.

Wakil Ketua DPRD TTS, Relygius Usfunan pada kesempatan itu mengatakan, jika persoalannya demikian, maka hal itu tentu terjadi akibat ketidaktuntasan penjelasan oleh PT. Bank Mandiri Taspen SoE terhadap para pensiunan di TTS.

Oleh sebab itu, Relygius menegaskan agar ke depan PT. Bank Mandiri Taspen SoE harus tuntas menjelaskan segala persoalan yang diadukan oleh para pensiunan. Melalui pertemuan itu, diketahui jika PT. Bank Mandiri Taspen SoE, belum memberikan laporan perkembangannya pada Pemda TTS. Selain itu, PT. Bank Mandiri Taspen belum berkontribusi apa-apa untuk TTS, sehingga Pemda TTS diminta untuk meninjau kembali izin usaha dari PT. Bank Mandiri Taspen di SoE.

“Karena penjelasan yang tidak tuntas, pensiunan harus cari penjelasan sampai Kupang. Tapi dari pertemuan ini, saya baru tahu ternyata PT. Bank Mandiri Taspen di SoE walau sudah beroperasi kurang lebih tiga tahun, tapi tidak ada kontribusi apa-apa untuk TTS. Jadi saya minta Pemda TTS tolong evaluasi kembali izin usaha PT. Bank Mandiri Taspen di SoE ini. Kalau tidak berkontribusi, cabut saja izinnya,” tegas Relygius. (yop)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

To Top