Presiden Kenakan Pakaian Adat Sabu, Bunda Julie: Kehormatan untuk NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Presiden Kenakan Pakaian Adat Sabu, Bunda Julie: Kehormatan untuk NTT


PAKAIAN ADAT SABU. Presiden RI, Jokowi di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). (FOTO: ISTIMEWA)

NASIONAL

Presiden Kenakan Pakaian Adat Sabu, Bunda Julie: Kehormatan untuk NTT


Disiapkan Dekranasda NTT

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Suatu kehormatan bagi NTT kembali diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya rutin mengunjungi NTT. Kali ini Jokowi memilih busana adat Sabu Raijua untuk dikenakan saat Sidang Tahunan MPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan-Jakarta, Jumat (14/8) pagi.

Ternyata busana adat Sabu Raijua yang dikenakan Jokowi ini disiapkan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT. Hal ini dibenarkan Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat ketika dikonfirmasi Timor Express, kemarin siang.

“Puji Tuhan, ini suatu kehormatan untuk NTT. Terima kasih Bapak Presiden yang sudah memilih NTT kali ini. Kami Dekranasda NTT mempunyai kehormatan ditunjuk untuk siapkan dan pakaian Bapak Presiden baju adat Sabu Raijua,” jelas sosok yang akrab disapa Bunda Julie ini.

Bunda Julie menjelaskan, dirinya baru mendapat kontak dari istana hari Senin (10/8) bahwa Presiden Jokowi ingin mengenakan baju adat NTT dalam sidang tahunan kali ini.

“Hari Senin kemarin salah satu staf di istana telpon saya info kalau Bapak Presiden ingin pakai baju adat NTT. Saya berikan motif beberapa kabupaten, dan Pak Jokowi pilih Sabu untuk Pidato Kenegaraan hari ini (kemarin, 14/8, Red),” ujar Bunda Julie via pesan singkat.

Walaupun cukup singkat waktu yang diberikan, namun Bunda Julie yang kini duduk sebagai anggota Komisi IV DPR RI ini mengaku tidak kesulitan. “Saya tidak sulit mendapatkannya, saya koordinasi dengan Bapak dan Ibu Bupati Sabu. Ada Rote dan ada Manggarai juga yang kami tawarkan,” terangnya.

Ketua DPW Nasdem Bali ini mengatakan, baju adat jadi tidak perlu didesain khusus lagi. “Karena sudah dari leluhur kita menjadi designer yang sangat luar biasa meninggalkan adat budaya ini,” katanya seraya menambahkan Dekranasda NTT yang siapkan, dan dari LeViCo Butik yang kenakan ke Presiden Jokowi.

Julie mengatakan, pilihan Presiden Jokowi terhadap baju adat Sabu ini menunjukkan bahwa kain adat dari NTT sangat berkualitas dan diterima di tingkat nasional. Bahkan, jelas Bunda Julie, pihaknya sering mengikuti promosi di luar negeri dan sangat diterima.

“Ini promosi yang luar biasa untuk NTT. Sehingga saya ajak semua masyarakat NTT untuk terus melestarikan peninggalan leluhur ini. Dengan terus menjaga keaslian dan kualitasnya,” pesan Bunda Julie.

Kehormatan untuk NTT

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTT, Inche Sayuna kepada Timor Express, Jumat (14/8) menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Jokowi yang sudah berkenan mengenakan pakian adat Sabu Raijua dalam Sidang Tahunan MPR kemarin (14/8).

Anggota DPRD asal Dapil TTS ini mengatakan, ada dua pesan yang bisa dibaca dari pakaian yang dikenakan oleh presiden. Pertama, pesan multikulturisme lewat busana tradisional yang dikenakan oleh presiden di setiap acara kenegaraan.

“Sebagai kepala negara, Jokowi ingin menunjukkan keberagaman Indonesia sekaligus ajakan penduduk Indonesia tetap bersatu. Bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan memiliki banyak pakaian adat yang harus dilestarikan. Yang harus diperlihatkan ke seluruh dunia dan sebagai bangsa Indonesia harus memiliki kebanggaan tersendiri ketika mengenakan pakaian tradisional dalam berbagai momentum acara,” ujarnya.

Pesan kedua, menurut politikus Partai Golkar ini, pakaian adat itu adalah kostum yg mengekspresikan identitas daerah. “Sebagai orang NTT tentu memiliki rasa bangga, terharu dan senang ketika busana tradisional yang menjadi identitas kita dikenakan oleh orang nomor satu di republik ini,” ungkapnya.

Kebanggaan ini, kata Inche, tidak hanya milik orang Sabu Raijua tapi menjadi milik orang NTT. Ada dampak positif dari momentum ini yang bisa dirasakan oleh NTT.

Ia mencontohkan, pelaku industri pariwisata, industri fashion, pelaku UMKM, perempuan penenun akan menerima dampak ekonomi yang positif pasca momentum ini.

“Saya berharap momentum hari ini akan menjdi kebangkitan bagi pariwisata di NTT,” sebut Inche.

Momentum ini juga merupakan bentuk penghormatan sekaligus promosi yang sangat efektif untuk NTT. Sebagai anggota DPRD dirinya menyampikan terima kasih yang tulus kepada Presiden RI yang berkenan mengenakan busana tradisional NTT dalam acara kenegaraan yang sangat bermartabat.

“Penghormatan ini sekaligus mengangkat harkat dan martabat NTT di seluruh Indonesia dan juga dunia. Ini sebuah kebanggaan yang luar biasa untuk NTT,” tutupnya. (mg29/ito)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top