Cairkan BLT di Bank, Bendes Masuk Toko Titip Tas di Penitipan, Keluar Tas Berisi Rp 161 Juta Raib | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Cairkan BLT di Bank, Bendes Masuk Toko Titip Tas di Penitipan, Keluar Tas Berisi Rp 161 Juta Raib


Kasubag Humas Polres Sikka, AKP Petrus Kanisius Dheti. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Cairkan BLT di Bank, Bendes Masuk Toko Titip Tas di Penitipan, Keluar Tas Berisi Rp 161 Juta Raib


Bocah 12 Tahun Temukan Tas di Jalan Brai Maumere 4 Hari Pasca Raib

MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Harapan warga Wolodesa, Kabupaten Sikka untuk menerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa pupus. Pasalnya dana BLT senilai Rp 161 juta yang baru dicairkan Bendahara Desa (Bendes), Theresia Pio di bank pada Jumat (7/8) raib ketika hendak berbelanja di Toko Rejeki di Kota Maumere.

Uang senilai Rp 161 juta itu tersimpan di dalam tas milik Bendes Theresia Pio. Ketika hendak memasuki Toko Rejeki, ia menitipkan tas berisi uang itu ke tempat penitipan barang. Nasib apes dialami Theresia. Usai berbelanja, ketika menuju tempat penitipan barang, saat menyodorkan nomor penitipan, tas milik Theresia berisi dana BLT itu sudah raib. Theresia sontak histeris di toko tersebut.

Atas kejadian itu, Theresia pun langsung melaporkan kejadian kehilangan itu ke aparat kepolisian setempat.

Theresia Pio kepada media ini Rabu (12/8) menjelaskan, ketika memauski Toko Rejeki, setiap pengunjung yang masuk ke toko wajib menitipkan barang bawaan ke penitipan barang. Pengunjung tidak diperkenankan membawa barang bawaannya ke dalam toko.

“Seperti biasanya, setiap pengunjung wajib menitipkan barang bawaannya sebelum berbelanja dan barang yang dititip di toko tersebut oleh penjaga selalu diberi nomor. Setelah berbelanja baru pengunjung boleh mengambil barang titipannya sesuai nomornya,” ungkap Theresia.

Theresia mengaku, tas yang dititipkan ke penitipan sebelum memasuki toko itu berisi uang senilai Rp 161 juta. Uang tersebut baru dicairkan dari BRI Cabang Maumere. Usai berbelanja Theresia pun langsung kembali ke tempat penitipan barang sambil membawa nomor titipan barang 18. Bagai disambar petir di siang bolong, ketika tiba di penitipan barang, tasnya sudah hilang. Tangis dan histeris Theresia yang dalam kondisi hamil sontak menggemparkan pengunjung toko dan warga sekitar.

Pemilik Toko Rejeki bersama karyawan yang bertugas mejaga tempat penitipan dan Theresia langsung melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polres Sikka. Pemilik toko dan karyawan langsung dimintai keterangan terkait hilangnya barang milik Theresia oleh penyidik. Sementara Theresia dalam keterangannya kepada polisi membeberkan kronologis penitipan barang seraya menujukkan bukti nomor urut barang titipannya kepada polisi.

“Setelah mengetahui tas saya sudah hilang, saya bersama pemilik toko dan penjaga langsung melapor kepada Polres Sikka. Baik pemilik toko, karyawan toko rejeki dan saya diiminta keterangan polisi. Saat itu saya menujukkan bukti titipan barang saya berupa nomor urut yang diberikan penjaga toko tersebut,” ungkap Theresia.

Theresia menyebutkan, saat mencairkan uang di bank, ia didampingi salah seorang perangkat desa Wolodesa bidang pembangunan, yakni Fiktorianus Riu. Namun saat tiba di Toko Rejeki, Fiktor hanya menurunkan Theresia dan langsung pergi mencari makan. Seusai makan Fiktor kembali ke Toko Rejeki dan menemukan Theresia tengah histeris akibat kehilangan tas berisi uang tersebut.

Hilangnya tas berisi uang ratusan juta ini membuat Kepala Desa (Kades) Wolodesa, Arnoldus Ndolu terpaksa harus menyampaikan penjelasan kepada masyarakat, terutama yang berhak menerima dana BLT ini.

Arnoldus bahkan meminta pemilik Toko Rejeki agar bertanggungjawab terhadap kehilangan uang milik masyarakat tersebut. Arnoldus juga berharap agar laporan Bendes Wolodesa, Theresia ke Polres Sikka secepatnya diselidiki aparat agar ada kejelasan dalam kasus ini.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Arnoldus kepada masyarakat desanya menyatakan siap bertanggungjawab atas kehilangan dana tersebut.

“Saya didesak oleh warga masyarakat untuk segera membayarkan uang itu kepada masyarakat, dan saya juga sudah jelaskan kepada warga mulai dari tingkat RT dan RW bahwa uang sudah dicuri saat bendahara berbelanja di Toko Rejeki. Kepada warga saya juga mengaku siap bertanggungjawab. Saya berharap agar pemilik toko bertanggungjawab dengan menggantikan uang tersebut,” tegas Arnoldus.

Bocah 12 Temukan Tas

Sementara itu, empat hari pasca hilangnya tas berisi dana BLT senilai Rp 161 juta, seorang bocah berusia 12 tahun, FJ alias Djoe warga Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, menemukan tas yang diduga dicuri dari Toko Rejeki pada Jumat (7/8) lalu. Tas itu ditemukan Djoe di semak-semak Jalan Brai Maumere, Selasa (11/8).

Tas yang ditemukan Djoe ini langsung dibawa ke Polres Sikka. Djoe diantar ayahnya. Kepada aparat, Djoe menjelaskan bahwa saat ia dan temannya melintas di Jalan Brai itu, mereka melihat satu tas warna hitam berada di semak-semak. Keduanya tanpa pikir panjang langsung mengambil tas tersebut. Dalam tas tersebut terdapat buku tabungan BRI, KTP atas nama Theresia Pio, dan beberapa potong pakaian. Selain itu, disalah satu sisi saku tas itu terdapat uang senilai Rp 102.000.

“Tas milik Theresia yang berisi dana BLT yang diduga dicuri pelaku ditemukan di Jalan Brai oleh seorang bocah bernama Djoe. Tas itu berisi buku tabungan bank BRI, KTP atas nama Theresia Pio. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus kehilangan tersebut,” ungkap Kapolres Sikka, AKBP Sajimin melalui Kasubag Humas Polres Sikka, AKP Petrus Kanisius Dheti, di Maumere, Kamis (13/8).

Semua dokumen dan tas yang ditemukan Djoe, kata Kanisius, sudah diserahkan ke Polres Sikka sebagai barang bukti dalam kasus dugaan pencurian tersebut. Saat ini pihak penyidik masih terus melakukan penyelidikan terhadap peristiwa pencurian di tempat penitipan barang di Toko Rejeki itu. “Penyidik juga telah meminta keterangan, baik kepada penjaga maupun kepada pemilik toko,” jelas Kanisius. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top