Gagahnya Jokowi Pakai Baju Adat TTS di Upacara HUT RI, Bunda Julie: Kebanggaan Buat NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gagahnya Jokowi Pakai Baju Adat TTS di Upacara HUT RI, Bunda Julie: Kebanggaan Buat NTT


GRAFIS: Presiden Jokowi kenakan busana adat Amanatun-TTS, NTT saat upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan RI, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8). (ISTIMEWA)

NASIONAL

Gagahnya Jokowi Pakai Baju Adat TTS di Upacara HUT RI, Bunda Julie: Kebanggaan Buat NTT


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memakai baju adat dari Nusa Tenggara Timur (NTT) di hari besar Bangsa Indonesia hari ini.

Jika sebelumnya, pada Jumat (14/8), Jokowi mengenakan pakaian adat Sabu Raijua saat menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, hari ini Presiden Jokowi memakai baju adat dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) saat memimpin upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8).

Jokowi tampak gagah ketika sekira pukul 09.56 WIB, memasuki arena upacara di Istana Merdeka dengan busana adat swapraja Amanatun, TTS.

Jokowi nampak memakai kemeja dasar putih. Lalu ada kain tenun merah yang melekat menyilang melalui bahunya. Kain motif Kaif berantai yang melambangkan keberanian laki-laki Nunkolo. Motif sudah dimodifikasi dari bentuk belah ketupat dengan batang tengah yang berartì sumber air dan bagian pinggir bergerigi melambangkan wilayah yang berbukit dan berkelok Warna merah melambangkan keberanian laki-laki.

Aksesoris selain menambah indah kain tenun ada makna kegunaan praktis. Destar atau ikat kepala ada tiga jenis Yi U Raja berbentuk dua tanduk kecil yang artinya fungsi raja yang melindungi. Ikat di kepala sebagai penutup kepala sebagai pelindung yang menjadi tanda kebesaran raja sebagai mahkota.

Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dengan busana adat Amanatun, TTS. (FOTO: ISTIMEWA)

Disiapkan Dekranasda NTT

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT, Julie Sutrisno Laiskodat ketika dikonfirmasi, Senin (17/8) mengaku terharu dan bangga karena Presiden Jokowi kembali mengenakan busana adat NTT, khususnya dari Kabupaten TTS saat memimpin upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, pagi tadi.

Saat ditanyai apakah busana adat yang dikenakan Jokowi itu dari Amanatun, Julie Laiskodat membenarkan. “Betul kk. Itu dari Amanatun Selatan,” ungkap sosok yang akrab disapa Bunda Julie itu menjawab TIMEXKUPANG.com.

Bunda Julie mengatakan, busana adat TTS yang dikenakan Jokowi ini juga dipersiapkan Dekranasda NTT. Ini sama seperti sebelumnya saat Istana meminta Dekranasda NTT menyiapkan busana adat Sabu untuk Jokowi kenakan saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8).

“Iya kami dari Dekranasda NTT sekali lagi mendapat kehormatan untuk menyiapkan pakaian adat bagi Bapak Presiden Jokowi, dan penata riasnya oleh LeViCo Butik. Ini sebuah kebanggan buat NTT,” ungkap Politisi Senayan, anggota Komisi IV DPR RI ini.

Menurut Bunda Julie, tak cuma busana adat TTS yang dikenakan Jokowi saat upacara HUT ke-75 RI. Namun masker yang dipakai Presiden saat menjadi inspektur upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI itu berbahan motif/tenun daerah asal Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Sebagaimana diketahui, upacara HUT Kemerdekaan kali berlangsung di tengah pandemi globa Covid-19, sehingga kemeriahan acara tidak berlangsung seperti tahun-tahun sebelumnya. Peserta upacara yang hadir dibatasi. Pasukan Pengibar bendera juga tidak memakai formasi 17-8-45, formasi yang melambangkan tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan Indonesia.

Pengerek Bendara Merah Putih hanya tiga orang. Total Paskibraka hanya 20 orang, dimana semuanya berasal dari unsur prajurit TNI-Polri.

VVIP yang hadir di Istana, selain Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana, hadir juga Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin bersama istri Wury Estu Handayani. Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo juga hadir sebagai pembaca teks Proklamasi. Juga ada Ketua DPR RI, Puan Maharani, Ketua MA, Ketua KY, Ketua MK, Panglima TNI, Kapolri, dan beberapa undangan penting lainnya. Menteri Agama Fachrul Razi hadir membacakan doa. Sementara tamu lainnya mengikuti secara virtual. Komandan upacara adalah Asops Paspampres, Kolonel Inf Muhammad Imam Gogor. (tan/jpnn/aln)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

To Top