Peringati HUT Ke-75 RI, Pemkab Matim Dapat CSR dari Bank NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Peringati HUT Ke-75 RI, Pemkab Matim Dapat CSR dari Bank NTT


BANTUAN CSR. Pinca Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis Tahir menyerahkan dana bantuan CSR tahun 2020 untuk Pemkab Matim yang diterima Bupati Agas Andreas didamping Wabup Jaghur Stefanus, usai apel HUT Ke-75 RI, Senin (17/8). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

BISNIS

Peringati HUT Ke-75 RI, Pemkab Matim Dapat CSR dari Bank NTT


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) mendapat ‘kado’ spesial saat upacara memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Senin (17/8).

Bertepatan dengan momentum bersejarah tersebut, Bank NTT sebagai bank milik masyarakat Flobamorata menyerahkan dana tanggung jawab sosial atau Social Corporate Responsibility (CSR) senilai Rp 250 juta kepada Pemkab Matim yang diterima langsung Bupati Agas Andreas. Dana ini nantinya dipergunakan untuk pembangunan bidang kelistrikan di wilayah itu.

CSR itu atas nama Direksi Bank NTT itu diserahkan Pimpinan Cabang (Pinca) Bank NTT Borong, Nurchalis Tahir kepada Bupati Agas Andreas dan Wakil Bupati (Wabup) Jaghur Stefanus, di podium upacara HUT RI, dii halaman Kantor Bupati Matim di Lehong, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong.

Hadir saat itu, unsur Forkompimda, pimpinan DPRD Matim, instansi vertikal, pimpinan OPD Matim, ketua dan anggota KPU Matim, BUMN dan BUMD, tokoh agama, ASN, sejumlah guru dan pelajar. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Bupati Matim Agas Andreas. Sedangkan komandan upacara oleh Kasat Reskrim Polres Matim, Deddy S. Karimoy.

“CSR ini sebagai bentuk kehadiran Bank NTT di tengah masyarakat Matim. Dimana Bank ini tidak hadir untuk kepentingan bisnis, tapi kepedulian sosial dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Pinca Bank NTT Borong, Nurchalis, kepada TIMEXKUPANG.com usai upacara, Senin (17/8).

Nurchalis menambahkan, bantuan CSR itu juga sebagai bentuk ucapan terima kasih Bank NTT kepada Pemkab dan masyarakat Matim atas sumbangsihnya terhadap Bank NTT. Karena kemajuan yang dicapai Bank NTT itu, tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat dan Pemkab Matim. Sehingga atas hal itu, Bank NTT juga punya tanggung jawab moral terhadap pembagunan di daerah.

“Bank NTT tentu memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama membangun masyarakat di NTT, khususnya di kabupaten Matim menuju sejahtera. Tahun ini CSR itu sebesar Rp 250 juta,” beber Nurchalis didampingi Wakil Pinca, Petrus Soba Lewar.

Menurut Nurchalis, tahun ini, manajemen Bank NTT memberikan pinjaman yang sangat membantu masyarakat di NTT, yakni kredit merdeka. Dimana untuk Bank NTT cabang Borong, kredit merdeka ini sudah berjalan. Pelayanan pun dilakukan langsung di lapangan dengan bunga nol persen dan mendapat respon postif dari masyarakat.

“Kredit merdeka, kami sudah laksanakan. Merdeka terhadap angsuran pokok, merdeka terhadap renternir, dan merdeka dari anggunan jaminan kredit. Kredit ini kita prioritaskan kepada pedagang sayur dan ikan, khususnya yang terdampak dari praktik renternir,” katanya.

Dalam pelaksananya, lanjut Nurchalis, kredit merdeka ini di-cover oleh BPJS Ketenagakerjaan. Maksimal untuk kredit ini sebesar Rp 5 juta. Hal lain juga, sambung Nurchalis, pihaknya saat ini tengah melayani penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) Covid-19 dari pemerintah untuk masyarakat di Matim. Dimana total seluruhnya sebanyak 4.210 penerima.

“Penyaluranya dibagi. Seperti untuk Kantor Cabang Borong meliputi kecamatan Borong dan Rana Mese. Sambi Rampas dan Lamba Leda dilayani oleh Cabang Pembantu (Capem) Pota. Begitu juga untuk wilayah kecamatan lain, dilayani oleh Capem dan USP yang ada dan tersebar di Matim. Target akhir Agustus 2020, sudah 95 persen,” katanya.

Sementara Bupati Agas, mengatakan, atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Matim  menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT atas kepedulian dengan menyalurkan CSR. Tahun 2019 lalu juga, Pemda dapat CRS dari Bank yang sama sebesar Rp 250 juta. Bahkan sudah tiga tahun berturut-turut.

“Cuman 250 tahun lalu kita bangun rumah untuk masyarakat tidak mampu. Sementara CSR tahun 2020 ini diarahkan untuk pemasangan listrik di rumah-rumah keluarga miskin. Nanti kita kerja sama dengan PLN. Ditambah juga ada bantuan dari ASN di Matim,” ujar Bupati Agas.

Agas menyebutkan, tahun lalu Pemkab Matim membantu pemasangan listrik bagi keluarga miskin. Seperti untuk rumah warga di Kampung Tambak, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong.

Menurut Bupati Agas, untuk Matim tinggal 23 desa yang belum tersambung jaringan listrik. Sementara yang sudah dibangun jaringan listrik sebanyak 153 desa.

“Target saya, tahun 2021 mendatang, semua desa di Matim sudah bisa tersambung jaringan listrik. Untuk kecamatan Elar dan Elar Selatan, nanti kita rencana dibantu dengan bangun listrik tenaga surya berskala besar,” kata Bupati Agas.

Dia juga berharap CSR Bank NTT ke depan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga masyarakat Matim semakin cinta dengan gemar menabung di Bank NTT. Pemkab Matim juga bisa meningkatkan penyertaan modalnya di Bank milik masyarakat NTT itu.

Terkait penyertaan modal dari pemerintah, Bupati Agas mengaku, tahun 2020 Pemkab menyertakan modal sebesar Rp 74 miliar. Rencana tahun depan, penyertaan modal itu ditambahkan jumlahnya. Sebagai pemegang saham, Bupati Agas juga meminta manajemen Bank NTT agar pembangunan kantor baru Bank NTT Cabang Borong segera dilaksanakan.

“Saya berharap kegiatan pembangunan kantor cabang Bank NTT di Borong, segera dilaksanakan. Tahun ini direncana dibangun. Supaya Bank NTT jangan sewa lagi dan lebih luas. Juga kita mau kontribusi Bank NTT di Matim lewat pembangunan fisik kantor cabang Bank NTT itu sendiri,” katanya. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Populer

To Top