2.097 Ekor Babi di TTU Mati Akibat Virus ASF, Menyebar di 18 Kecamatan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

2.097 Ekor Babi di TTU Mati Akibat Virus ASF, Menyebar di 18 Kecamatan


ILUSTRASI. Petugas dari Dinas Peternakan TTU melakukan vaksin terhadap babi milik warga untuk menghindari serangan virus ASF yang merebak Februari 2020 lalu. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

2.097 Ekor Babi di TTU Mati Akibat Virus ASF, Menyebar di 18 Kecamatan


Virus ASF di TTU Berakhir April 2020

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 2.079 ekor babi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mati akibat serangan virus African Swine Fever (ASF) yang melanda wilayah setempat beberapa waktu lalu.

Sesuai data yang dihimpun Timor Express dari Dinas Peternakan Kabupaten TTU, jumlah babi yang mati ini tersebar di 18 wilayah kecamatan. Hanya 6 kecamatan yang luput dari serbuan wabah tersebut.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU, Fransiskus Fay kepada Timor Express di ruang kerjanya, Selasa (18/8) menyebutkan, kasus kematian babi akibat serangan virus ASF di TTU telah selesai sejak akhir April 2020 lalu.

Sesuai data yang dihimpun Dinas Peternakan, jumlah kematian babi akibat virus ASF dengan urutan terbanyak ada di Kota Kefamenanu. Jumlah babi yang mati mencapai 987 ekor.

“Ada 18 Kecamatan di Kabupaten TTU yang terserang wabah virus ASF sedangkan 6 kecamatan lainnya lolos dari virus tersebut,” kata Fransiskus.

BACA JUGA: Babi Mati di TTU Menuju Angka Seribu, Pemkab Belum Dapat Hasil Uji Lab

Fransiskus menambahkan, meski saat ini tidak ada lagi laporan ternak babi yang mati akibat serangan virus ASF, namun Dinas Peternakan TTU terus memberikan edukasi bagi masyarakat dalam beternak babi.

Menurut Fransiskus, tim dari Dinas Peternakan selama ini terus memberikan imbauan kepada para peternak yakni selalu menjaga kebersihan kandang serta memperhatikan kandungan dari pakan yang diberikan untuk ternak babi.

Selain itu, tambah Fransiskus, pihaknya hingga saat ini pun masih rutin melakukan penyemprotan desinfektan pada kandang babi milik masyarakat.

“Kita juga rutin semprot desinfektan di kandang-kandang masyarakat walaupun mulai bulan Juni sampai saat ini tidak kondisi sudah stabil,” jelasnya.

Terkait kesedian obat untuk mengatasi virus ASF ini, Fransiskus menyebutkan, hingga saat ini stok obat serta vitamin untuk ternak babi masih mencukupi. Sehingga apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan, maka tentunya bisa dilayani. “Stok obat dan vitamin masih mencukupi jadi bisa layani kalau ada masyarakat yang minta,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top